[Ficlet] Cute Face

Hansol Vernon

Angelina Triaf ©2016 Present

Cute Face

Hansol Vernon (Seventeen) & Park Cheonsa (OC) | Fluff, School-life | G | Ficlet

Must be something in your eyes.

0o0

Tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Vernon jika ia akan dipasangkan dengan Cheonsa untuk tugas penelitian kali ini. Entahlah, ia bingung haruskah dirinya berterima kasih pada sang guru atau justru merutuki ide yang menurutnya gila ini.

Teman-temannya pun tahu bahwa seorang Vernon dilarang berdekatan dengan gadis paling populer ini. Bukan dalam artian buruk, hanya saja―ini rahasia tergelap dalam hidupnya―Vernon paling tak tahan jika harus berada setidaknya beberapa meter dari gadis yang disukainya.

Jadi? Yap, Vernon sudah dalam tahap tergila-gila dengan gadis ini.

Namun ia ini termasuk jenis manusia yang agak aneh jika dibandingkan dengan teman-temannya yang lain. Jika Mingyu atau Wonwoo akan langsung tebar pesona pada gadis yang mereka suka, atau lihatlah Jisoo Hyung yang akan langsung mengajak sang gadis kencan romantis di pinggir pantai, maka bukan begitulah cara kerja Vernon.

Ia hanya terdiam, seperti batu merah muda yang tak akan bisa mengeluarkan suaranya sama sekali. Hah, ini semua sungguh menyulitkannya. Apalagi sekarang, hanya ada mereka berdua di dalam kelas sepulang sekolah. Demi Tuhan, Vernon belum pernah merasakan hal seperti ini, hal aneh yang membuat jantungnya berdetak random.

Mereka memang sudah membagi tugas masing-masing, jadilah keheningan menyelimuti mereka sepanjang pengerjaan tugas itu. Cheonsa masih fokus dengan laptopnya dan mencari beberapa sumber, lain hal dengan Vernon yang sudah hafal di luar kepala pelajaran tersebut hingga hanya perlu menuliskan analisanya di selembar kertas. Tak banyak orang tahu, tapi sebenarnya Vernon ini adalah sang jenius yang selalu merendahkan diri.

Sebenarnya Vernon sudah menyelesaikan bagiannya sejak setengah jam yang lalu. Sejujurnya pula, ia ingin sekali mengajak Cheonsa ngobrol atau bertanya pada gadis itu tentang letak kesulitan bagiannya, lalu dengan gentleman-nya Vernon menghampiri gadis itu, duduk di sampingnya dan membantunya mengerjakan tugas itu. Memang romantis, namun sayangnya hanya bisa direalisasikan dalam angan Vernon semata. Sangat menyedihkan.

“Akhirnya selesai juga. Bagaimana dengan milikmu?”

Vernon yang semulanya melamun kini langsung memfokuskan pandangannya pada Cheonsa. Posisi duduk mereka yang berhadapan ini membuat Vernon semakin merutuki dirinya sendiri yang tak bisa berkutik lantaran mata hijau gadis itu seakan mengintimidasinya. Oh, terlalu berlebihan, karena pada kenyataannya Cheonsa justru tersenyum manis sembari menunggu jawaban.

Dasar Vernon, lelaki macam apa dia ini?

“Eum, sudah selesai juga,” ucapnya gugup, tak lupa sembari membenarkan letak kacamatanya. God, ini seperti adegan dalam komik school romance yang pernah Vernon baca. He’s the nerd one, by the way.

Kembali hening, Cheonsa terlihat tengah merapikan barang-barangnya, dan Vernon dengan bodohnya malah memerhatikan gerak-gerik Cheonsa tanpa membenahi miliknya juga. Hah, Vernon memang selalu seperti itu setiap kali mendapati Cheonsa dalam jarak pandangnya. Dengan jarak sedekat ini? Bunuh saja Vernon agar ia bisa mati dengan tenang dalam damai surga.

Merasa aneh diperhatikan seperti itu, Cheonsa akhirnya ikut terdiam, mengamati wajah Vernon yang sepertinya memerah. “Kau demam?” tanyanya, lagi-lagi membuyarkan lamunan Vernon. Pemuda itu menggeleng, membuat Cheonsa kembali terdiam.

Namun tak lama, senyum manis itu kembali terkembang dengan sendirinya. “Vernon, kuperhatikan ada sesuatu yang aneh padamu.” Cheonsa menopangkan dagunya di kedua tangan, memandang Vernon lebih lekat plus dengan mata bulatnya yang terlihat menggemaskan. Oh tidak, jantung Vernon hampir keluar dari rongganya.

“Oh―eum, really? What?”

Jika bahasa asingnya itu sudah keluar berarti Vernon sudah dalam tahap gugup setengah mati. Apakah ia menimbulkan kesan buruk di mata Cheonsa? Jangan sampai itu terjadi!

I don’t know, but there must be something in your eyes.”

Bersamaan dengan itu, Vernon membulatkan matanya. Matanya? Ada hal aneh apa dengan matanya?

Cheonsa mendekatkan wajahnya pada Vernon, melepas kacamata pemuda itu dalam diam. Setelahnya ia kembali memerhatikan wajah Vernon yang nampak semakin memerah. Terlihat sangat manis, pikirnya. Oh, jika dipikir-pikir, Vernon tidaklah seburuk itu. Ia sangat tampan, dan imut jika boleh ditambahkan.

Hingga akhirnya Cheonsa mengetahui sesuatu yang sedari tadi mengganjal dalam pikirannya. Ia tersenyum kecil, masih menatap Vernon dalam jarak yang bisa dibilang cukup dekat. Sangat dekat bahkan. “There are many love in your eyes, sparkling beautifully.”

Apakah Vernon boleh bilang jika ini hanyalah sebuah mimpi belaka? Bahkan saat Cheonsa mencium pipinya? Eh, tunggu.

Cheonsa mencium pipinya?

“Antar aku pulang, ya?”

Itulah kata terakhir yang Vernon dengar, sebelum suasana kelas kembali hening oleh suara jangkrik yang mulai terdengar. Apakah hari sudah sesore itu atau…

Persetan dengan hari dan jangkrik. Mengapa Vernon justru hanya terdiam seperti orang bodoh?!

“Ah, Cheon, tunggu!”

Ia merapikan buku-bukunya seperti orang kesetanan, lalu buru-buru keluar kelas dan berlari menyusul Cheonsa yang kini terlihat berjalan di ujung lorong terakhir. Hah, bagaimana bisa Vernon bertingkah seperti itu? Lelaki macam apa ia?

Ya, karena seperti yang teman-temannya telah ketahui, Vernon itu salah satu jenis spesies anak laki-laki yang aneh. Bahkan yang lebih anehnya lagi, Cheonsa terus tersenyum sepanjang langkahnya membelah lorong sepi sekolah. Bukannya apa, hanya saja gadis itu menyadari satu hal yang selama ini luput dari pandangannya.

Vernon, bagaimana bisa pemuda itu terlihat sangat lucu di matanya?

FIN

Prompt from Q&A – Seventeen ft. Ailee.

Iklan

6 thoughts on “[Ficlet] Cute Face

  1. Ah duh, diabetes. Itu ngena banget karena disampein pake English ♡ Sparkling beautifully~~~ /pingsan/
    Btw boleh curhat ngga~ masa baca tiga kata pertama dari fic ini aku pake nada lagu Mba Isyana Sarasvati coba._. /abaikan
    Dah, pamit~

    Suka

  2. cia Vernon dirayu.. cie-cie onon, kamu kok polos banget sih ^^’
    ini semacam projek kah? boleh aku berharap kalau nanti bakal ada pertemuan antara kamu-Angel alias Cheonsa- sama Malaikatnya Seventeen? /pliss/aku pengen baca yang kaya gitu/ ya-ya?/ kok jadi maksa sih/ nggak kok, cuma mendesak/ hehe 😀

    Suka

    1. thanks for reading^^ hihi kepolosannyalah yang bikin para nuna tergoda buat godain dia /bahasanya duh/ bukan projek sih kak seisengnya angel aja bikin cerita hehe 😀 nanti kapan-kapan ketemu bang jeonghan deh ya hihi. makasih udah suka 😉

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s