[Ficlet] Logic Think vs Love Thing

ve

Angelina Triaf ©2016 Present

Logic Think vs Love Thing

Hansol Vernon (Seventeen) & Park Cheonsa (OC) | Fluff, School-life | G | Ficlet

0o0

Vernon dan Cheonsa sedang duduk berhadapan di salah satu kursi-meja perpustakaan yang terletak agak di ujung. Hari ini guru sedang rapat dan Cheonsa memutuskan untuk belajar bersama dengan Vernon. Namun memang dasarnya Vernon adalah orang yang paling menyebalkan. Bukannya belajar, ia malah melantur tak jelas.

Cheonsa kini malah mengembungkan pipinya kesal dan belajar seorang diri sementara Vernon terus memerhatikannya dengan dagu yang ditopang oleh kedua tangannya. Hal itu membuat Cheonsa tak konsen. Wajah tampan yang dibingkai kacamata itu membuat pikirannya buyar dan yang tersisa hanya rasa gugup karena terus diperhatikan seperti itu.

“Kenapa diam? Kau tak mau menanyakan hal lain lagi padaku?”

Vernon memasang wajah polosnya, dan itu membuat Cheonsa ingin memukulnya saat ini juga. Sedari tadi Cheonsa menanyakan pelajaran yang serius padanya, namun Vernon menjawabnya asal dan membuat Cheonsa kesal.

“Kau tak pernah menjawabnya dengan serius. Aku kesal.”

Inilah kekurangan Cheonsa. Ia sering terlalu jujur dalam berbicara. Vernon malah terkekeh pelan begitu mengetahui bahwa Cheonsa benar-benar kesal padanya.

“Baiklah, aku akan menjawabnya dengan serius kali ini.”

Ia tersenyum manis berusaha untuk meyakinkan Cheonsa. Setelah beberapa kali menimbang, akhirnya ia kembali membuka buku catatannya dan mencari salah satu materi untuk ia tanyakan pada Vernon. Cheonsa sudah menetapkan keputusannya. Jika Vernon kembali menjawab asal kali ini, ia tak akan mau memaafkan Vernon lagi.

“Apa nama dari sebuah reaksi kimia di mana jantung terasa berdegup kencang dan keringat dingin keluar dari tubuh?”

Vernon nampak berpikir, dan itu membuatnya terlihat sangat lucu. Ia terdiam untuk beberapa saat, mencoba menebak apa jawabannya. Beberapa detik kemudian ia menunjukkan wajah semangatnya.

“Ah! It called love reaction.”

“Vernon!”

Oke fix, Cheonsa kesal sekarang. Di saat Vernon tengah tertawa dengan semangat, Cheonsa sudah bersiap akan pergi dan memilih belajar sendiri di taman belakang. Vernon yang menyadari hal itu langsung menahan lengan Cheonsa agar gadis itu tak pergi.

Vernon segera bangkit dan memeluk leher Cheonsa yang sedang duduk dari belakang. Lalu tak lama, ia mengeluarkan beberapa kertas origami yang telah terbentuk menjadi bentuk-bentuk yang lucu. Namun Cheonsa bingung dengan apa yang akan Vernon lakukan.

“Aku punya sebuah cerita,” katanya mengawali. “Jadi pada zaman dahulu, ada seorang putri yang melihat seekor kodok di hadapannya. Atas permintaan kodok tersebut, akhirnya sang putri menciumnya dan kodok itupun berubah menjadi pangeran tampan. Setelahnya, pangeran tampan itu memberinya bunga dan akhirnya mereka saling mencintai lalu hidup bahagia selamanya.”

Cheonsa tertawa kecil mendengar cerita Vernon. Pemuda itu bercerita sambil memainkan origami buatannya. Ada yang berbentuk manusia, kodok, bunga, dan yang terakhir berbentuk hati yang diletakkan di antara sang putri dan pangeran.

Cup~

“Maaf, ya? Kau tak marah lagi kan padaku?”

Gadis manis itu mengangguk dan setelahya memegang pipi kanannya yang tadi dicium oleh Vernon. Betapa menggemaskannya Cheonsa saat ini, membuat Vernon langsung mencubit kedua pipi chubby gadisnya itu dengan semangat.

Terkadang pembicaraan singkat antara dua hati itu jauh lebih menyenangkan daripada pembicaraan rumit yang menguras logika. Sama seperti pembicaraan lucu antara Vernon dan Cheonsa.

FIN

Iklan

2 thoughts on “[Ficlet] Logic Think vs Love Thing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s