[Ficlet] My Story

IMG_1623[1]

Angelina Triaf ©2016 Present

My Story

Hong Jisoo/Joshua (Seventeen) & Park Cheonsa (OC) | Hurt/Comfort | G | Ficlet

Related with: Somewhere

0o0

C H E O N S A

I thought it was a dream. When my mom waking me up in the white day of snow. She said that there’s someone in our living room. I was being like didn’t care about it, but I could see a smile in her lips. So, I didn’t have any choice at the time. My bed was tidied up only for a few minutes and it didn’t take a longer time for me to go downstairs; to our living room.

Cheonsa, do you remember him?” said my mom. There’s a boy standing next to her.

Yes, absolutely. He’s Jisoo Oppa, my cousin from dad’s family. I already knew him when I was five. Could be met him again was like the greatest surprise I’ve ever had. I missed him badly. Five years, it was taking a very long time, right?

“Hey, Cheon. We meet again.”

Hm, I remember that he said along with me was like sleeping in a chapter of the story. New York could be so cruel to those who were lonely like me. Yeah, I knew it.

So now here I am, reading the next chapter of that book, and I’m going to sleep when I hear his voice calling me from somewhere I didn’t know. At last, I realize that he’s like my favorite book. I can read it every time because I really love the storyline, but I’ll face the ending and still can’t be a part of its story. Thanks for the book, by the way. I have my first lesson of life; loving you on my way.

Love you properly as my beloved cousin.

0o0

J I S O O

Hong Jisoo tak pernah menyangka bahwa senyum manisnya selama ini sama sekali tak mendatangkan apa pun dalam hidupnya. Ia hanya sembunyi, dinding kokoh itu berhasil membuatnya bertahan sampai hari ini.

Tapi sepertinya hari esok hanyalah perihal ia dan bulan yang mendengar bisiknya. Cukup lirih, memang. Bahkan angin pun tak kuasa mencuri dengar percakapan mereka. Gelap malam seperti membalutnya dalam kelambu kesedihan yang mendalam. Benar, Jisoo belum pernah merasakan hal ini sebelumnya.

Semuanya memang bagaikan mimpi. Saat si cantik mengatakan bahwa ia lebih senang menunggu tanggal tiga puluh ketimbang dua puluh lima di bulan Desember. Wajah bocah lelaki kecil yang terlampau bahagia saat mengetahui alasan di balik senyum cantik gadis kecil di hadapannya.

“Karena aku seakan melihat kelahiran langsung malaikat yang datang dalam hidupku, yang selalu membuat hariku lebih berwarna.”

Gitar di pelukannya hanya membisu, sebabnya ia mengetahui bahwa Jisoo ingin sendirian untuk sementara waktu. Hanya ia, mungkin agar hatinya cukup tegar mengintip di balik relung yang pias. Sungguh, Jisoo dalam hati terluka jika saja tak teringat senyum manis si jelita dalam mimpinya.

Mimpi indahnya yang buruk, terlalu nyata hanya untuk sekadar menyadarkannya bahwa apa yang terjadi tak bisa diputar ulang semudah itu.

“Seperti buku favoritmu, memang. Aku hanyalah peran lain dalam dongeng yang datang untuk menghiburmu. Karena pangeran sesungguhnya sedang memelukmu dari belakang dengan kata cintanya yang meluluhkan hatimu.”

Sepertinya Jisoo harus mulai belajar bagaimana menjadi malaikat yang sesungguhnya.

Karena, sungguh, hidup selayak sebuah buku bukanlah sesuatu yang bagus untuk dijadikan referensi hidup.

FIN

If you ever see him when Cheonsa with the other guy, you can see his fake smile that even more sweet than a glass of strawberry juice in the afternoon.

Iklan

One thought on “[Ficlet] My Story

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s