[Chaptered] I Found You.. My First Love – 3

I Found You.. My First Love 3 dsb

 

I Found You.. My First Love

dk1317 present

Starring: Lee Haerin (OC), Kim Mingyu, Kwon Soonyoung, etc. as support

AU, OOC, School-life, Romance, Drama

Chaptered

1  2

PG

***

 

‘Trak’ Bunyi ompreng sedikit mengagetkan Haerin, Seulbi, Yerin dan Mingyu yang sedang melahap makan siang mereka. Mereka menoleh ke sebelah kanan Haerin dan mendapati Soonyoung tersenyum manis kepada Haerin. Mingyu menatap Soonyoung agak jengkel begitu dia duduk dengan manis di samping Haerin dan di depan Mingyu, tepat di depan Mingyu.

Oppa?” Heran Haerin. Jarang sekali Soonyoung makan siang bersamanya, ah tidak juga. Tapi tetap saja itu mengherankan.

“Ada apa Haerin? Apa sangat mengejutkan bagimu untuk melihat calon suami mu yang tampan ini?” Tanya Soonyoung sambil mengacak gemas rambut Haerin. Haerin tetap heran tapi tidak terlalu mempedulikan hal tersebut dan lanjut memakan makan siangnya.

“Oh, hai Mingyu..” Sapa Soonyoung seakan baru melihat Mingyu. “Eo, Hyung..” Jawab Mingyu.

Oppa sudah tahu Mingyu?” Tanya Yerin yang sedikit terkejut dengan acara sapa menyapa Soonyoung dan Mingyu. “Oh, kemarin bertemu di rumah Haerin..” Jawab Soonyoung. “Kau ke rumah Haerin!?” Kaget Yerin. Suaranya besar sekali sehingga anak-anak yang berada di kantin menoleh kepadanya.

“Ya, Baek Yerin! Pelankan suaramu..” Ujar Seulbi. “Mi-mian..” Sesal Yerin. “Tidak usah heboh begitu, Mingyu ke rumah ku untuk mengurusi eskulnya..” Ungkap Haerin. “Ah, pantas saja kalian bertanya mengenai eskul tadi pagi..” Ujar Yerin sambil mengangguk mengerti.

Soonyoung hanya tersenyum dan hendak melahap supnya. Soonyoung terdiam begitu melihat biji jagung ketika dia menyedoknya. Soonyoung menoleh kearah Haerin. Mingyu terus memperhatikan Soonyoung dari tadi. Soonyoung mengambil mangkuk Haerin dan memindahkan jagung dari dalam sup Haerin ke dalam supnya.

“Pantas saja kau tidak menghirup supmu sama sekali..” Ujar Soonyoung. “Ah benar aku lupa kau tidak suka jagung Haerin-ya..” Ujar Yerin agak menyesal. “Dia juga tidak menawarkan..” Ujar Seulbi, “Iya juga sih..”

Mingyu hanya terdiam melihat kejadian di depannya. Haerin hanya tertawa sambil mengigit sumpitnya dan memperhatikan Soonyoung yang masih memindahkan jagung dari dalam supnya.

“Kalau masih ada rasa jagungnya, berikan saja padaku..” Ujar Soonyoung dan mengembalikan sup Haerin yang sudah tidak ada lagi jagungnya.

“Atau kau makan saja sayur lain yang ada di dalam sup, supnya jangan kau hirup..” Saran Seulbi. Haerin hanya mengangguk-angguk tidak mau lagi mendengar ocehan dari siapa pun tentang supnya.

Haerin sedikit menghirup supnya dan dia langsung memejamkan matanya dan meminum air mineral. “Ah, tidak tidak..” Ucapnya. Yang lain hanya tertawa melihat tingkah Haerin kecuali satu orang, Mingyu.

Haerin memberikan supnya kepada Soonyoung, Soonyoung menerimanya dengan senang hati sambil mengacak gemas rambutnya. “Rambut ku berantakan Oppa!” Kesal Haerin. “Haha, mian. Kau mau sayur yang lain?” Tanya Soonyoung dibalas gelengan dari Haerin.

Mingyu hanya terdiam dan tanpa dia sadari makan siangnya sudah habis. Mingyu tersenyum miris dan berangkat dari duduknya. “Aku duluan, ya..” Ujarnya. “Eo? Eo..” Ujar yang lainnya. Mingyu berjalan menuju dapur untuk mengembalikan ompreng dan melihat Haerin dan yang lainnya di kejauhan.

“Ternyata aku memang masih belum tahu apa-apa..” Ucapnya lalu mengacak rambutnya. “Hei, ayolah! Kau baru saja bertemu dengannya! Perjuangan masih panjang Mingyu-ya!” Ujarnya menyemangati diri sendiri.

 

***

Mingyu memandangi Haerin sedari tadi, sedangkan  yang diperhatikan tetap terfokus pada papan tulis. Saat ini pelajaran matematika tapi Mingyu tetap melihat Haerin dan terus memiringkan kepalanya ke kiri atau ke kanan seperti sedang memikirkan sesuatu.

“Hm, seberapa banyak aku bertanya kepada diriku sendiri tetap saja aku tidak tahu..” Akhirnya Mingyu bersuara. Haerin menoleh, “Apa?” Tanya Haerin lalu kembali melihat ke papan tulis.

“Ketua..” Panggil Mingyu. Haerin menoleh, “Ada apa? Mana yang tidak kau mengerti?” Tanya Haerin. “Kau. Aku tidak mengerti kau.” Jawab Mingyu.

Haerin terdiam. Jantungnya seakan berhenti berdetak dan dia tidak bisa bernafas karena jawaban tiba-tiba dari Mingyu. Haerin tidak tahu mau meresponnya bagaimana. Mingyu yang tadi serius kini tersenyum lalu mengacak rambut Haerin pelan. “Perlahan-lahan aku pasti akan tahu.” Ujar Mingyu kemudian melipat kedua tangannya dan menenggelamkan kepalanya, tidur.

Haerin menghela nafas seakan baru mendapatkan udara masuk ke dalam paru-parunya. Meski begitu, kini jantungnya berdetak cepat membuatnya tidak bisa konsentrasi belajar. Haerin memejamkan matanya sambil menghirup dan mengeluarkan udara, mencoba menetralkan detak jantungnya.

Haerin tersenyum. Sepertinya jantungnya sudah berdetak normal.

 

***

Pulang sekolah, Haerin, Seulbi, dan Yerin pulang bersama dan mampir di warung ddeokbokki langganan mereka. Haerin teringat dengan apa yang telah terjadi kepadanya tadi siang. Haerin menoleh kepada sepupunya dan sahabatnya itu.

“Ada yang aneh..” Haerin membuka percakapan. “Apa?” Tanya Seulbi dan Yerin hanya menoleh. “Ini tentang Kim Mingyu..” Jawab Haerin. Yerin dan Seulbi langsung semangat. “Ada apa? Ada apa?” Tanya mereka heboh.

Haerin hanya bingung melihat tingkah mereka. “Kenapa kalian?” Tanyanya. Seulbi dan Yerin geram. “Tidak kenapa-kenapa, ayo ada apa dengan Mingyu?” Tanya mereka berdua.

Haerin mengangkat alisnya kemudian melihat Seulbi dan Yerin yang serius memandangnya. Entah kenapa dia jadi tidak mau mengatakannya. Haerin menggeleng. “Kalian menyeramkan, tidak jadi.” Ujarnya membuat Yerin dan Seulbi berteriak kecewa.

“Ayolah..” Pinta Yerin sambil menarik lengan Haerin. Haerin hanya menggeleng.

Dari arah luar terdengar suara ramai-ramai dan mulai memasuki warung. Yerin, Seulbi, dan Haerin menoleh ke sumber suara. Masuklah Seokmin, Mingyu, beberapa kakak kelas Jeon Wonwoo, Wen Junhui, juga adik kelas Boo Seungkwan. Mereka bertemu mata dengan Haerin dkk. Mereka bersama terdiam.

“Kalian ke sini juga?” Tanya Seokmin. “Eo..” Jawab Haerin dkk. serempak. “Oke, makan yang banyak..” Ujar Seokmin dan duduk di ujung kali bersama yang lainnya. Mingyu melewati mereka sambil melambai kecil.

Haerin, Seulbi, dan Yerin melihat mereka berbarengan, seperti heran akan satu hal. “Seokmin punya teman tidak tanggung-tanggung..” Ujar Yerin dibalas anggukan Haerin dan Seulbi.

 

Sementara di sisi Mingyu dkk.

“Nanti aku perkenalkan dengan Jaerin hyung dan Soonyoung Hyung..” Ujar Mingyu. “Kau akrab dengan mereka? Kami yang satu angkatan malah tidak akrab..” Ujar Wonwoo dibalas anggukan Junhui. “Nanti ku kenalkan juga dengan teman China ku, Xu Minghao, nama koreanya Seo Myungho.” Ujar Junhui

“Ah, nanti ku kenalkan juga dengan temanku dari Amerika, Hansol Vernon Chwe dan adik kelas ku Lee Chan..” Ujar Seungkwan. “Oh iya, kalau begitu nanti ku kenalkan juga dengan tiga kakak kelas kece, Seungcheol Hyung, Junghan Hyung, dan Jisoo Hyung..” Ujar Wonwoo

Seokmin hanya mengangguk-angguk, “Kenapa ini jadi ajang perkenalan ya?” Tanya Seokmin. “Kau sendiri kenapa memperkenalkan kami?” Tanya yang lain serempak. Seokmin terdiam. Kalah.

 

***

“Mingyu, Seokmin. Kami duluan ya?” Ujar Yerin begitu mereka akan keluar warung. Seokmin dan Mingyu melambaikan tangan. “Ah, Baek Ye sebentar!” Panggil Seokmin lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan berlari menuju Yerin.

Yerin hanya menunggu dengan bingung. “Ini..” Ujar Seokmin sambil memberikan sebuah kotak persegi panjang kepada Yerin. “Apa ini?” Tanya Yerin. “Gantungan ponsel yang kau inginkan tempo hari..” Jawab Seokmin. Yerin terkejut dan menatap Seokmin. “Kau membelinya!? Ya! Aku hanya bercanda!” Ujar Yerin tidak menyangka. Seokmin hanya tersenyum, “Gumawo..” Ucap Yerin.

Tiba-tiba Yerin terdiam dan mulai menyelidiki Seokmin, “Kau tidak memberinya mantra kan?” Tanya Yerin. “Eo? Bagaimana kau tahu?” Seokmin balik bertanya. Yerin merasa jengkel dan memukul Seokmin kesal, “Apa yang kau bacakan, eo!?” Tanya Yerin sambil memukul Seokmin.

“Ya, sakit..” Rintih Seokmin. Yerin menghentikan aktivitasnya dan menyilangkan kedua tangannya. “Katakan, apa yang kau bacakan pada gantungan ini..” Pinta Yerin namun dengan nada memaksa.

Seokmin hanya tertawa, “Semoga Baek Yerin segera putus dengan Moon Jongup Hyung!” Ujar Seokmin sambil menyubit pipi Yerin gemas. “Mwo?! Berani juga kau!” Ujar Yerin dan kembali memukul Seokmin.

Yerin kemudian tersenyum, “Ya, mantra mu tidak akan mempan. Aku tidak akan putus dengan Jongup Oppa. Maka dari itu, terima kasih hadiahnya..” Ujar Yerin dan membungkuk sok manis kepada Yerin.

“Cepatlah Yerin-ah!” Panggil Seulbi yang sudah berjamur menunggu percakapn mereka selesai.

“Ah, aku sudah dipanggil. Annyeong.” Ujar Yerin sambil melambai kecil kepada Seokmin. “Kalau putus, jangan menyesal lagi, eo..” Ujar Seokmin pelan. “Iya iya..”

Yerin berlari menuju Haerin dan Seulbi sedangkan Seokmin kembali memasuki warung ddeokbokki. Mingyu dkk. melihatnya mendekat dan duduk. Mingyu mengusap-usap punggung Seokmin.

“Wae?” Tanya Seokmin kepada Mingyu. Mingyu hanya menggeleng dan tersenyum. “Itu sudah biasa. Apalagi dia hanya menganggapku sahabat karib. Hei, kau sudah lama mengenalnya dan hanya kau yang tahu bagaimana dirinya, kau yang selalu menemaninya ketika dia susah dan senang, dan kau menyukainya tetapi dia tidak menyukaimu. Tapi tetap saja aku tidak bisa memutuskan pertemanan selama 13 tahun ini apalagi membencinya walaupun dia terus menolak perasaanku.” Ujar Seokmin tiba-tiba curhat.

Mingyu dkk. hanya menatap Seokmin serius. “Makanya Kim Mingyu. Kau, sebelum kau merasakan hal yang sama seperti ku, buatlah Lee Haerin itu menyukaimu..” Ujar Seokmin tiba-tiba.

Mingyu memasang wajah jengkel, “Tapi aku bukan sahabat karibnya, kau tahu itu..” Ujar Mingyu. Seokmin terdiam dan yang lainnya tertawa terbahak-bahak.

 

***

‘Tep’ Haerin membuka matanya kemudian menoleh ke samping dan meraih ponselnya. Hari ini hari minggu dan dia terbangun cukup pagi, pukul setengah enam. Haerin berangkat dari tidur dan duduk di tempat tidurnya. ‘Tring’ sebuah pesan ia terima.

 

From: Kim Mingyu

Ketua, mau olahraga pagi? Atau, kau belum bangun?
Kebetulan rumah kita sama-sama dekat Sungai Han, bukan?
Ayo olahraga bersama. Ku harap kau sudah terbangun.

 

Haerin tersenyum. Olahraga pagi? Bukan hal biasa baginya. Hm, bagaimana kalau ia lakukan, saja? Haerin segera beranjak dari tempat tidurnya lalu merapikannya, segera ia mengambil jaketnya, mengambil ponsel dan dompetnya, kemudian menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya, dan keluar.

Langkah Haerin terhenti begitu melihat sepedanya di dalam bagasi. Haerin tersenyum dan mengambil sepedanya lalu mengayuhnya menuju Sungai Han.

 

***

Haerin berhenti sejenak dan mengambil ponselnya.

 

To: Kim Mingyu

Kim Gyu, kau di mana?

 

Dengan cepat ia menerima balasannya.

 

From: Kim Mingyu

Eo? Ketua kau sudah bangun?
Aku sudah di Sungai Han. Jika ketua sudah di Sungai Han,
Aku sekarang berada di jembatan.

 

Haerin mengangkat kedua alisnya dan melihat ke arah jembatan yang tidak jauh darinya. Haerin menyipitkan kedua matanya mencoba mencari Mingyu. Akhirnya dia mendapati Mingyu sedang jogging menuju ke arahnya. Haerin hanya memutuskan untuk menunggu di kursi taman.

Tidak lama Mingyu melewatinya. Sepertinya dia tidak menyadari keberadaan Haerin di sana. Mingyu berhenti dan duduk di kursi taman di sebelah kiri Haerin. Haerin hanya tertawa geli karena melihat Mingyu yang tidak menyadari kehadirannya sama sekali.

Mingyu mengambil ponselnya dan mengetik di dalamnya. Sepertinya mengirim pesan kepada Haerin. Ternyata benar, Haerin mendapatkan pesan masuk dari Mingyu.

 

From: Kim Mingyu

Ketua, kau sudah sampai?

 

Haerin tertawa kecil melihat pesan dari Mingyu.

 

To: Mingyu

Sudah.

 

Mingyu merasa heran. Dia melihat ke kiri dan ke kanan, tetap tidak mendapati kehadiran Haerin. Mingyu memutuskan untuk mengirim pesan kembali.

 

To: Ketua Haerin

Di mana? Aku tidak melihatmu.

 

From: Ketua Haerin

Lihatlah kearah kananmu. Masa kau tidak menyadarinya?

 

Mingyu segera melihat ke arah kanannya. Di dapatinya Haerin yang sedang tertawa melihat tingkah Mingyu. Mingyu yang tadi hanya bengong tidak percaya kini tertawa dan berjalan mendekati Haerin.

“Aku sama sekali tidak melihatmu ketua. Mungkin karena kau mengikat rambutmu..” Ujar Mingyu. Haerin hanya tertawa mendengarnya. “Kau lucu sekali dengan wajah bengongmu tadi. Hahahaha..” Ujar Haerin masih tertawa. “Ei, ketua..”

Mingyu hanya tersenyum melihat Haerin tertawa. Dia belum pernah melihat Haerin tertawa lepas seperti ini dengannya. “Ngomong-ngomong ketua cepat sekali datangnya..” Ujar Mingyu

“Ah, aku naik sepeda jadinya cepat..” Ungkap Haerin. Mingyu mengangguk-angguk. Mingyu melihat jam, sekarang sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Cepat sekali rasanya.

“Ketua mau sarapan pagi?” Tanya Mingyu. Haerin mengangguk, “Enaknya sarapan apa?” Tanya Haerin. Mingyu terdiam, dia tidak terlalu tahu tempat makan di daerah ini, karena baru saja pindah. “Mau kimbab?” Tanya Haerin kepada Mingyu. “Boleh..” “Oke, akan ku bawa kau ke tempat kimbab enak..” Ujar Haerin. “Hm, aku menantikannya..” Ujar Mingyu lalu tertawa.

 

***

‘K’ Kimbab Shop.

 

Haerin tersenyum lebar ketika pesanannya dan Mingyu datang. Mingyu hanya melihatnya gemas.

“Ayo makan!” Ajak Haerin dan melahap satu potong kimbab. Mingyu mengangguk dan ikut melahap kimbab di depan mereka. “Enak..” Ujar Mingyu. “Benarkan! Aku dan keluarga ku dulu sering datang ke sini. Tapi sejak kedua orang tua ku sibuk bekerja, terkadang hanya aku dan Jaerin Oppa datang ke sini..” Ujar Haerin lalu tersenyum singkat dan kembali memakan kimbab.

Mingyu hanya terdiam, tidak tahu mau meresponnya bagaimana. “Hm, jadi mau dibawa ke rumah..” Ujar Haerin dan melihat menu. “Mau ku belikan? Sekalian rasa terima kasih ku karena sudah makan malam di rumah mu..” Ujar Mingyu. Haerin menoleh dan menatap Mingyu tajam. “Hajima. Jangan sekali-kali. Biarlah, makan malamnya tidak seberapa. Kau tidak usah mengeluarkan uangmu untuk itu..” Ujar Haerin

Mingyu hanya diam. Dia bingung dan juga tidak enak dengan Haerin karena dia sudah memasak untuk orang banyak untuk makan malam.

“Sudah lama tidak makan malam dengan orang banyak. Biasanya cuma aku dan Jaerin Oppa, terkadang bersama Soonyoung Oppa atau Seulbi..” Ujar Haerin kembali tersenyum kepada Mingyu, “Jadi tidak apa-apa. Justru aku yang berterima kasih karena kau sudah mau makan malam bersama kami..” Sambungnya.

Mingyu terdiam kemudian tersenyum lalu mengacak rambut Haerin, “Baiklah kalau ketua bilang begitu. Hm, bagaimana jika lain waktu aku mampir untuk makan malam?” Tanya Mingyu. Haerin langsung semangat. “Tentu saja boleh! Kalau kau mau mampir katakan saja kepadaku, kau suka makan apa? Nanti ku masakkan!”

Mingyu tersenyum dan mulai mengatakan apa yang dia suka. Mereka mengobrol tentang apa saja yang mereka sukai. Tanpa disadari, mereka sudah mulai mengetahui satu sama lain.

 

***

“Haerin! Ayo bangun! Kita sudah telat!” Teriak Jaerin dari dalam kamarnya.

Haerin membuka matanya dengan tiba-tiba karena teriakan sang kakak. Haerin melihat jam di ponselnya. Pukul delapan kurang lima belas menit. Lima belas menit lagi bel masuk sekolah sudah berbunyi. Sedangkan jarak dari rumah ke sekolah mereka cukup jauh.

Haerin segera berangkat dari tempat tidurnya dan langsung ke kamar mandi di dalam kamarnya untuk menyikat gigi dan berpakaian.

“Haerin-ya!!” Panggil Jaerin di bawah. “Eo! Sebentar lagi Oppa!!” Jawab Haerin yang masih menyisir rambutnya. Haerin segera mengambil tasnya begitu selesai menyisir dan menyusul Jaerin yang sudah siap.

Oppa, kau sudah sarapan?” Tanya Haerin begitu melihat Jaerin yang memberinya roti panggang yang berada di dalam kotak bekal. “Eo, aku terbangun pukul setengah delapan tadi, hanya bisa sarapan roti saja..” Ujar Jaerin sambil membantu Haerin memakai sepatunya.

Gumawo Oppa..” Ucap Haerin begitu selesai. “Kajja! Nanti kita telat!” Ujar Jaerin segera keluar rumah dan mengunci pintu.

Mereka berlari menuju halte bus yang terdekat di arah rumah mereka. Untungnya saat mereka sampai di halte bus, bus menuju sekolah mereka baru saja sampai di halte. Mereka segera naik dan menghela nafas lega.

Jaerin melihat jam tangannya, “Delapan menit lagi..” Ujarnya. “Kita bisa sampai tepat waktu, Oppa?” Tanya Haerin. Jaerin mengangguk, “Hanya lima menit saja kan dari halte ke sekolah?” Tanya Jaerin. Haerin mengangkat bahunya tidak tahu. “Iya, benar. Hanya lima menit..” Ujar Jaerin meyakinkan mereka.

Haerin membuka kotak bekalnya dan memakan roti panggang dari sang kakak. Selai cokelat dan stroberi kesukaan Haerin.

Tak berapa lama, bus sudah sampai di depan halte di sekolah. Jaerin melihat jamnya dan tersenyum. “Masih tiga menit, ayo turun Haerin-ya..” Ajak Jaerin. Haerin mengangguk dan mengikuti kakaknya turun.

Jaerin dan Haerin berjalan dari halte menuju sekolah. Tiba-tiba dari arah belakang mata Haerin di tutup oleh seseorang. Haerin terkejut dan agak berteriak, Jaerin menoleh dan hanya tersenyum.

“Sudahlah kau jangan ganggu dia..” Ujar Jaerin. “Siapa Oppa?” Tanya Haerin kepada Jaerin. “Penganggu..” Jawab Jaerin lalu melepas paksa tangan yang menutup mata adiknya. Haerin langsung menghadap ke belakang dan mendapati Soonyoung tersenyum lebar kepadanya.

“Eish, Soonyoung Oppa!” Kesal Haerin dan memukul kesal Soonyoung. Yang di pukul malah tertawa lalu merangkul Haerin. “Good morning, my wife..” Ucap Soonyoung sambil menyubit pipi Haerin gemas.

Hajima, Oppa!” Kesal Haerin dan melepaskan rangkulan Soonyoung dengan paksa dan berlari menuju Jaerin lalu merangkul tangan Jaerin untuk berlindung kepadanya. Soonyoung hanya tertawa dan mendekati mereka.

“Eo? Jaerin Hyung! Soonyoung Hyung! Ketua!” Panggil seseorang dari arah belakang mereka. Mereka menoleh dan mendapati Mingyu berlari menuju mereka. Haerin langsung tersenyum dan melambai kepada Mingyu dan menariknya begitu dia sudah dekat.

Tanpa disadari mereka sudah memasuki gedung sekolah dan pada saat yang bersamaan pula bel masuk berbunyi. “Ah, ayo Mingyu-ya! Kami duluan Oppa..” Ujar Haerin sambil melambai kepada Jaerin dan Soonyoung lalu berjalan berdampingan bersama Mingyu menuju kelas mereka.

Soonyoung hanya dapat melihatnya dengan jengkel. “Haha, kau kalah?” Tanya Jaerin kepada Soonyoung setelah melihat wajahnya yang masam. “Enak saja! Ya! Kau itukan sahabatku, tolonglah sahabatmu ini untuk mencapai cintanya..” Ujar Soonyoung.

“Enak saja, usaha. Kalau kau benar menyukai adikku, buat dia menyukaimu, jangan andalkan kakaknya..” Ujar Jaerin kesal akan sikap Soonyoung. “Dia adikku, kau tahu itu..” Sambungnya.

Soonyoung terdiam, “Maaf..” Ujarnya

 

-TBC

 

Yosh, setelah nyaris satu tahun, akhirnya aku lanjut lagi nih IFY.. MFL.. wkwkwk, singkatannya aneh /gaje/abaikan/

Mumpung lagi liburan, aku mau update, takutnya ga bisa update lagi kayak beberapa bulan yang lalu.. :”

Dan, miyane, lagi-lagi ketemu sama ff aku yang aneh bin absurd ini..

Makasih udah mau mampir^^

Salam,

Tri dan Mak Junghan^^

Iklan

4 respons untuk ‘[Chaptered] I Found You.. My First Love – 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s