[Ficlet] There’s Always a Time

IMG_6452[1]

Angelina Triaf ©2016 Present

There’s Always a Time

Lee Seokmin/DK & Kim Mingyu (Seventeen) with OC | Comfort | G | Ficlet

Finally we’re met.

0o0

Katakanlah Seokmin memiliki kehidupan yang biasa. Menjalani hari dalam kebiasaan tak lupa tersenyum dengan cara yang biasa. Menyapa kawan-kawan seperti biasa dan selalu menemukan banyak hal baru yang luar biasa.

Anggap saja demikian, ketika wajah cerahnya menatap ke depan, melihat kumpulan pemuda lain yang kini tengah bergurau ringan sembari melangkah kembali ke kelas setelah jam makan siang usai. Telinganya menangkap semua yang didengarnya, dan merespons seadanya saat salah satu teman menyenggol bahunya.

Menjalani tiga ratus enam puluh lima hari dalam setahun, terkadang bertambah satu hari di tahun kelipatan empat. Nyatanya Seokmin melalui hari-hari yang menyenangkan dalam hidupnya. Ya, seperti remaja kebanyakan.

“Masih memikirkan dia?”

Dalam netranya, yang dapat Mingyu lihat hanyalah senyuman tulus seorang Lee Seokmin. Ketika ia menuliskan sesuatu di atas secarik kertas putih. Tak perlu menanyakan apa itu, Mingyu hanya akan diam dengan kepala terkulai bertumpu pada kedua lengan, memerhatikan Seokmin yang tampaknya akan berubah menjadi orang gila hanya dalam satu kedipan mata.

“Mingyu.”

“Apa?”

Lipatan terakhir pada kertas menjadi awal pembicaraan santai mereka di tengah-tengah jam kosong. Cukup lama Seokmin terdiam, waktu yang menurut Mingyu digunakan temannya itu untuk berpikir.

“Sepertinya aku menemukannya.”

Lain satu dengan senyuman di bibir Seokmin, lain pula respons yang pemuda itu lihat dari wajah Mingyu. “Kau yakin sedang tak sakit atau bagaimana, Min?”

“Tentu,” jawab Seokmin mantap. “Dan tahukah kau? Ia sedang berulang tahun hari ini.”

Mata Mingyu tentu saja memandang takjub, tak ayal tubuhnya kembali tegak sehingga sempat menarik atensi di sekitar mereka untuk sesaat. “Wah, aku terkesan karena kau berhasil menemukannya.”

“Lebih tepatnya bertemu, sih,” timpal Seokmin setelah helaan napasnya diembuskan begitu saja tanpa jeda. “Aku bertemu dengannya dalam mimpi.

Hah, seharusnya Mingyu sudah menduga hal itu. “Kau sakit, Min.”

“Ya… sepertinya memang begitu, hehe.”

Hingga akhirnya Mingyu memutuskan untuk meninggalkan Seokmin dalam dunianya sendiri, memikirkan kiranya apa hal yang mungkin bisa ia lakukan untuk merayakan hal ini.

Sebuah hal sederhana, memang. Bertemu dengan seseorang dalam mimpi? Bahkan balita pun bisa melakukan hal yang lebih baik dari itu, ‘kan?

Tapi nyatanya Seokmin masih di sini, bermandikan kepercayaan luar biasa miliknya pada Tuhan atas segala rencana indah yang mungkin akan terjadi. Kembali lagi menatap surat yang entah untuk kesekian-kalinya ia tulis, Seokmin kembali mereka ulang segala yang terjadi semalam.

Hei, apa kabarmu? Apakah kau juga memikirkanku?

Tentunya semua orang harus menanamkan keyakinan bahwa bertemu bukanlah awal dari segalanya, dan waktu yang tertunda bukanlah jalan untuk menuju sebuah akhir.

Oh iya, selamat ulang tahun.

Karena selalu ada momen yang tepat dari setiap waktu yang berlalu.

FIN

  • Happy birthday for beloved girl Viranda yang kemaren nangis ketemu DK xD Hope you can see him again next time ya ❤
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s