[Ficlet] Sunshine

yo

Angelina Triaf ©2016 Present

Sunshine

Hong Jisoo/Joshua (Seventeen) & Park Cheonsa (OC) | Fluff, Family | G | Ficlet

Aku adalah bunga matahari yang akan mengikutimu sebagai matahari.

0o0

Cheonsa masih memaku pandangannya pada Jisoo, menopang dagunya dengan kedua telapak tangan. Melihat Jisoo yang tengah serius mengerjakan tugas dari dosennya dengan kacamata baca itu membuat Cheonsa agaknya terpana campur kesal; terpana karena―demi Tuhan―kenapa sepupunya itu bisa sangat tampan dan kesal karena itu artinya atensi Jisoo tak jatuh padanya. Menyebalkan.

Gadis pirang itu sangat menyukai momen di mana sang kakak sepupu memandangnya dalam diam, terlihat sangat manis apalagi dengan fakta cousin complex yang dimiliki Jisoo.

Oppa, kapan itu selesai?”

“Masih lama, Cheon.”

Oke, Cheonsa mulai kesal. Ingin rasanya ia bertingkah kekanakan dengan mengambil kertas itu lalu menyembunyikannya seperti biasa. Tapi Cheonsa ingat bahwa itu adalah salah satu tugas yang menentukan hidup dan mati Jisoo dalam lingkup kuliah juga karirnya dengan para member Seventeen―Jisoo ingin ambil cuti untuk persiapan comeback dan itu artinya ia harus mengejar tugas-tugasnya agar bisa cuti dalam damai.

Ia tak setega itu untuk menghancurkan rencana Jisoo hanya karena sifat kekanakannya.

Oppa…”

“Iya, sayang.”

“Cheon mau cerita.”

“Cerita saja. I’m listening, okay?”

Menimbang sebentar, hingga akhirnya Cheonsa menggeser kursinya tepat ke sebelah Jisoo. Wajahnya berubah serius―atau mungkin bukan wajah serius?

“Jun Oppa memberiku bunga.”

Satu kalimat itu berhasil membuat Jisoo setidaknya tersedak napasnya sendiri―yang bagaimana caranya itu Jisoo pun tak tahu benar. Pemuda itu menatap Cheonsa sebentar, namun tawa yang menjadi lakunya kemudian.

“Bukankah bagus? Jun kan memang suka padamu.”

Kini giliran Cheonsa yang kaget bukan main.

Jun? Menyukainya?

Oppa bercanda, ‘kan?”

“Ini bukan waktunya bercanda, ‘kan?”

Sarkasme ala Jisoo memang selalu berhasil membuat Cheonsa terdiam. Pantas saja, pikirnya. Ternyata Jun menyukainya.

“Oh iya, Oppa. Setelah ia memberiku bunga matahari, ia berkata seperti ini, ‘Aku adalah bunga matahari yang akan mengikutimu sebagai matahari.’ Aku sudah tak tahu lagi harus membalasnya bagaimana.”

Ingin rasanya Jisoo tertawa, namun Cheonsa nampaknya masih akan mengatakan sesuatu padanya.

“Hal itu justru membuatku teringat dengan perkataan Oppa.”

What? Which one?”

Satu tatapan tajam serta pukulan di bahu Jisoo dapatkan kemudian. Cheonsa yang sedang kesal memang sangat menyeramkan. Selalu.

“Bahwa Oppa akan selalu menerangi hariku layaknya mesra mentari yang memeluk siang dengan sinarnya.”

Oh, Jisoo nampaknya ingat dengan salah satu gombalan jahilnya dulu. Ternyata Cheonsa masih mengingat hal itu?

“Uh, manis sekali kau masih mengingatnya,” kata Jisoo diikuti tawa kecilnya. “Daripada dengan Jun, bagaimana kalau kau jadi kekasih Oppa saja?”

“Hah, dasar cousin complex.”

Hingga kini tawa menemani kebersamaan mereka di siang hari yang berangin. Bagaimanapun juga, Jisoo tetaplah Jisoo.

Ia menyayangi Cheonsa dengan segala apa yang ada dalam dirinya.

FIN

Iklan

One thought on “[Ficlet] Sunshine

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s