[Series] Lots of Love: Different Path

wjsv

Angelina Triaf ©2017 Present

Lots of Love: Different Path

.

ChanJeonghanJihoonJisooMinghaoSeungkwanWonwoo

YeoreumYeonjungXiaoExyEunseoDayoungBona

.

Fluff, School-life, College-life, Friendship | Teenager | Series

Walking on this path like a picture, a different landscape is before our eyes.

0o0

Bona bukannya tidak peka, ia hanya senang memikirkan hal lain yang menurutnya bisa jadi kemungkinan paling besar.

“Hei, sudah kubilang berapa kali untuk makan tepat waktu? Kau seperti tiang listrik berjalan, Bona.

“Tiang listrik yang kau maksud ini sedang jadi kandidat untuk model sampul majalah bulan depan, Tuan Yoon.”

“Apa bagusnya menjadi model majalah itu? Banyak lelaki mata keranjang yang akan menguntitmu nanti.”

“Tak apa jika salah satunya semacam Ahn Jaehyun atau Senior Nam.”

.

Bona bukannya tidak peka, hanya saja keadaan selalu membuatnya tak pernah ingin untuk berpikir keras lebih dari satu kali.

Kuantar kau pulang, ya?”

“Tak apa, aku akan pulang dengan temanku yang lain.”

“Maksudmu Sowon? Exy? Atau mungkin―”

“Temanku itu laki-laki, Han, satu arah pulang denganku. Aku duluan, ya!”

.

Bona bukannya tidak peka, namun salju musim dingin yang datang untuk kedua kalinya di bangku perkuliahan ini membuatnya tersenyum cerah melebihi apa pun di dunia.

“Saljunya indah, ya.”

“Iya. Aku tahu kau sangat menyukai salju, Han.”

“Kenapa kau bisa sangat percaya diri seperti itu?”

“… Karena saljulah yang telah membawamu pada Seo Jisoo, ‘kan? Cinta pertamamu itu.”

.

Lagi pula, Bona tidaklah sebodoh itu untuk menjadi seorang perempuan yang tak peka. Ia hanya … sulit mengerti? Selayaknya bayi yang baru lahir dan melihat seorang malaikat bernama ibu untuk pertama kalinya. Ada sesuatu yang membuat Bona melihat Jeonghan dengan cara yang berbeda. Seperti sepasang teman dekat yang kedua namanya telah Tuhan tuliskan untuk saling melengkapi selama hidup mereka. Saling menenangkan di kala sedih dan ikut tersenyum saat salah satunya bahagia. Begitulah, arti sebenarnya dari seorang Yoon Jeonghan di mata Bona.

.

Musim gugur ketiga, yang artinya sudah hampir satu tahun Jeonghan menghitung hari tanpa pernah bosan. Menyelesaikan tugasnya di salah satu bangku taman kampus bagian barat. Musim semi memberikannya aroma bunga yang segar. Musim panas membuatnya teringat akan bibi penjual es krim yang selalu memberikannya bonus lantaran wajah tampannya yang manis. Lalu sekarang musim gugur, dedaunan cokelat dan angin yang bertiup lebih sering dari biasanya. Tak terlalu buruk, Jeonghan juga menyukainya.

Progres delapan puluh persen sudah di tangan. Jemarinya melemaskan diri sebentar, seiring matanya menoleh pada sekitar. Entah karena Jeonghan sudah mulai terbiasa ataukah memang dari dulu selalu seperti ini. Sunyi, mungkin mahasiswa lain lebih memilih untuk mengerjakan tugas di dalam ruangan dengan penghangat―perpustakaan utama adalah tempat yang paling sempurna.

Mungkin perbedaan itu terletak pada eksistensi Bona dalam hidupnya. Perempuan cantik yang menyapanya terlebih dahulu saat semester pertama. Bukan untuk menyatakan rasa suka seperti kawan seangkatan dan kakak tingkatnya yang lain, tetapi kesannya begitu luar biasa sampai lengkungan senyum selalu sukses terpajang sempurna di bibir Jeonghan.

Bona menegurnya lantaran rambutnya yang panjang dan diwarnai mencolok―menurut Bona sangatlah menyebalkan melihat pemuda cantik berkeliaran bebas di sekitarnya. Bayangkan, Bona menegur seseorang yang tak ia kenal sama sekali.

Tapi seiring Jeonghan memotong dan menormalkan warna rambutnya kembali, Bona justru menghilang dari jarak pandangnya.

“Aku sibuk, jangan telepon sembarangan.”

Ya ampun, sejak kapan kesayanganku jadi galak begini?

Niat untuk melanjutkan tugasnya hilang, maka ditutupnya laptop dan sesegera mungkin merapikan alat-alat gambar digital ke dalam tas. “Sejak kapan aku jadi kesayanganmu?”

Eum, sejak aku menegur seorang ‘perempuan’ cantik saat pertama kali masuk kuliah?

“Cih, dasar.”

Hahaha, kau tak merindukanku? Di sini sudah jam sebelas malam dan aku tetap membuka mata untuk meneleponmu. Bukankah aku adalah perempuan yang baik hati?

Senyum itu, terus mengembang sedikit demi sedikit. “Simpan kebaikanmu untuk lelaki mata biru di ujung dunia sana.”

Ya Tuhan, jahatnya. Padahal jika kau baik padaku sedikit saja maka aku akan menerima cintamu.

Lalu terhenti, melebarnya senyuman Yoon Jeonghan terhenti untuk beberapa detik. “Jangan coba-coba untuk baik padaku, Bona,” ujarnya, suaranya merendah namun kehangatan di dalamnya tidaklah pudar.

Baiklah.” Bona terdiam untuk sementara, memberi Jeonghan ruang untuk menikmati angin segar yang cukup dingin selama beberapa waktu. “Sukses terus dengan DKV menyebalkan itu! Ya Tuhan, aku baru sadar betapa nekatnya aku bisa masuk jurusan itu dan menjalani hidup selama dua tahun hanya untuk merancang bentuk sikat gigi.

“Itu karena kau bodoh dan tidak kreatif,” timpal Jeonghan, dirinya sudah lebih tenang sekarang. “Jaga kesehatan, jangan pindah jurusan seenaknya lagi. Dari seni ke iptek, besok mau pindah ke mana lagi? Sastra? Kedokteran? Atau jangan-jangan kau mau jadi idol―”

“Bye, Jeonghan kesayanganku! Kalau sempat besok kutelepon lagi!

“Hei, Bona―ya ampun, selalu saja kabur jika kuberi nasihat.”

Jeonghan selalu menghela dan mengembuskan napas perlahan ketika sedang berpikir. Kenapa dari sekian banyak percakapan tadi otaknya hanya mengulang bagian yang paling menyedihkan itu? Ia sendiri bingung.

Namun, setidaknya Jeonghan masih bisa menghitung hari untuk tetap menjalani hidup, dengan seorang teman dekat yang menyayanginya sejauh apa pun jarak membentang.

.

Karena Bona bukannya tidak peka. Dalam hatinya, ia selalu ingin agar Jeonghan bahagia.

Jeonghan hanya terbawa perasaan, Bona tahu hal itu. Daripada menyesal lantaran kehilangan nantinya, lebih baik mereka berpisah di sini. Di sebuah titik, ketika mereka akan melangkah di jalan yang berbeda namun saling meneriakkan nama masing-masing. Sebagai seorang teman dekat yang ditakdirkan Tuhan untuk saling menjaga.

Saling menyayangi.

FIN

Iklan

10 thoughts on “[Series] Lots of Love: Different Path

  1. Halo kak Njell 🙂
    akhirnya series kedua LOL muncul kyaaaa dan Maz Jeonghan dipasangin sama Mbak Bona kyaaa. akuh bahagia/?

    Jadi inti dari cerita yg kutangkep/?/ Jeonghan friendzone gitu sama Bona? Yah kok syedih yah? harusnya mereka bersama huwee huwee /elap ingus

    tapi ini bagus banget ah jadi gak tega kalo sedih. kadang susah juga sih kalo udh friendzone huhu /malah curhat :’D

    pokoknya ini keren serius. ditunggu series selanjutnyaaa :*

    Suka

  2. Uh~ jadi aku yg tertohok sm kisah abang Han ㅠㅠ
    semoga cepat move on yaa~
    Ini keren! 🙂
    Who’s next? setelah kaka Wonu sm abang Han ㅅ_ㅅ

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s