[Series] Lots of Love: Trembling Heart

wjsv

Angelina Triaf ©2017 Present

Lots of Love: Trembling Heart

.

ChanJeonghanJihoonJisooMinghaoSeungkwanWonwoo

YeoreumYeonjungXiaoExyEunseoDayoungBona

.

Fluff, School-life, College-life, Friendship | Teenager | Series

The more we spend time together, the more my heart trembles.

0o0

Chan menikmati waktu luangnya dengan sempurna. Menjejaki jalan setapak, menghirup udara pegunungan yang menyegarkan ditambah lagi memakan buah stoberi yang telah dipetiknya beberapa jam lalu di kebun sebelah―walaupun sempat adu mulut dengan Yeri dan Mark perihal buah yang berwarna merah tua lebih manis ketimbang yang merah biasa. Kekanakan memang, tapi lucu juga.

Jangan salahkan dirinya jika ia hanya jalan-jalan sore seorang diri di kaki gunung dan bukannya bergerombol seperti teman-temannya yang lain. Terkadang seseorang butuh waktu untuk menikmati dirinya sendiri, ‘kan? Chan adalah tipe orang yang seperti itu.

“Chan?”

“SETAN―eh, Yeoreum?”

Karena terlalu asyik mengamati pepohonan di sepanjang jalan, Chan sampai lupa bahwa ia paling takut dengan hantu. Miris sekali padahal faktanya ia benar-benar sendirian di sini―tadinya, sebelum Yeoreum tahu-tahu sudah ikut berjalan di sampingnya dan memakan buah stoberi dari keranjang yang sama.

“Kenapa seorang diri di sini? Beberapa meter lagi kita sampai di gerbang masuk ke jalur pendakian, kata Pak Ji sekarang ini bukan waktu yang bagus untuk ke sana.”

Sejujurnya, Chan tak sadar dengan langkah kakinya dan ia juga melupakan apa yang telah diperingatkan tadi pagi oleh sang guru. Yang tadinya ingin mengumpat dan memarahi Yeoreum karena mengagetkan, ingin sekali rasanya Chan ganti dengan berterima kasih namun gengsi terlampau tinggi membuatnya hanya mengangguk sok keren. “Ya, aku tahu. Nanti kalau sudah sampai gerbangnya aku akan kembali lagi. Lagi pula udara di sini sejuk.”

“Kau benar.” Di luar dugaan, Yeoreum juga ikut menganggukkan kepalanya, mengamini ucapan Chan.

Langkah kaki masih terajut, mulut masing-masing juga masih sibuk mengunyah stoberi yang rasanya tak habis-habis di dalam keranjang. Sebenarnya Yeoreum sedikit curiga, berapa banyak buah stoberi yang temannya itu petik ketika berada di kebun. Juga, tidakkah Chan tahu bahwa terlalu banyak makan stoberi berpotensi membuatnya sakit perut nanti?

“Itu, gerbangnya di sana.”

Baru saja Yeoreum akan merealisasikan kalimat dalam isi kepalanya pada Chan, tapi matanya justru mengikuti arah tunjukkan jari sang kawan. Sebuah gerbang tinggi yang membentang cukup jauh ke samping kanan dan kiri. Sangat indah juga keren, dengan sedikit bumbu mistis lantaran asap hasil dari udara dingin di sekitar sini.

Yeoreum tersadar dari keterpesonaan setelahnya, menatap Chan setelah ia berhasil memasukkan satu buah stoberi lagi ke dalam mulut. “Itu tandanya kita sudah harus kembali, Chan,” ujar Yeoreum, membalikkan badan lalu berjalan mendahului Chan untuk kembali. “Oh iya, kudengar danau yang ada di selatan tempat kemah kita sangat indah. Mungkin kau ingin melihatnya setelah kita kembali.”

Gadis itu benar-benar tak menoleh ketika mengucapkannya, hanya terus berjalan pelan-pelan dan menikmati suara gesekan dedaunan kering yang terinjak oleh kaki. Lalu Chan, entah mengapa ia terdiam, seperti tengah memikirkan sesuatu atas ucapan Yeoreum barusan.

Pasalnya, Chan hanyalah pemuda delapan belas tahun yang tak pernah bisa mengerti mengapa harus ada makhluk bernama perempuan di dunia. Ia merasakan sesuatu di dalam lubuk hati terdalam, seperti perasaan aneh campuran dari sengatan listrik tiba-tiba juga perutnya yang tergelitik spontan. Aneh. Sungguh aneh menurutnya.

“Yeoreum?”

Tanpa sadar Chan memanggil si jelita, memancing kedua matanya untuk membulat lantaran kaget sendiri. Namun mau bagaimana lagi, sudah terlanjur juga Yeoreum kembali menoleh untuk melihat tepat di wajah tampan dan lucu milik Chan.

“Kenapa masih di situ, Chan? Kalau tidak cepat-cepat nanti kita bisa tersesat di hutan ini, tahu!”

“Apa … yang tadi itu adalah sebuah ajakan kencan untukku?”

Yeoreum belum jadi tuli di usianya yang masih muda ini, begitu juga dengan dirinya yang juga ikut merasakan sengatan-sengatan aneh dalam dadanya. Karena kaget, tentunya Yeoreum lebih memilih untuk berpura-pura tidak mendengar ucapan Chan, nyatanya pemuda itu memang mengucapkannya dengan tak terlalu kencang tadi―hanya saja Yeoreum terlalu peka dengan suara sekecil apa pun di tempat yang tenang seperti ini.

“Kau bicara apa, Chan?!” teriak Yeoreum, membuat Chan mengembuskan napas kesal lalu mendekatinya dengan sedikit terburu-buru. Saking paniknya, bahkan gadis itu lupa bahwa sedari tadi masih mengemut satu buah stoberi utuh tanpa berniat mengunyahnya.

Hingga ketika Chan benar-benar sampai tepat di hadapannya, Yeoreum masih juga diam seperti orang bodoh.

“Ah, kau ini tidak peka!” umpat Chan. “Ayo cepat kita kembali dan melihat danau yang kau katakan tadi itu.”

Yang lucu dari adegan ini adalah, Chan refleks menarik tangan Yeoreum lalu melangkahkan kakinya lebar-lebar seperti anak kecil yang tengah merajuk. Keduanya, walaupun tak saling mengutarakan apa pun, sebenarnya merasakan hal yang sama. Jantung mereka memompa darah ke seluruh tubuh lebih cepat dari keadaan normal.

Bukannya tidak peka, Yeoreum hanya bingung saja mengapa ajakannya ke danau bisa ditelan mentah-mentah oleh Chan sebagai ajakan kencan. Padahal sungguh, Yeoreum tak berniat seperti itu sedikit pun.

Mungkin memang Chan saja yang terlampau peka. Yeoreum jadi ingin memuntahkan kembali stoberi yang telah diemutnya cukup lama itu karena terlalu lelah menahan tawa.

FIN

Iklan

6 thoughts on “[Series] Lots of Love: Trembling Heart

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s