[Series] Lots of Love: The Handsome One

wjsv

Angelina Triaf ©2017 Present

Lots of Love: The Handsome One

.

ChanJeonghanJihoonJisooMinghaoSeungkwanWonwoo

YeoreumYeonjungXiaoExyEunseoDayoungBona

.

Fluff, School-life, College-life, Friendship | Teenager | Series

Out of all these people, you’re the most handsome in the universe.

0o0

Xiao selalu merasa bahwa ia telah masuk ke dalam rimba yang salah. Memang sebuah kesalahan besar, mengingat mengapa ekstrakulikuler palang merah di sekolahnya lebih didominasi oleh murid laki-laki. Sebagai spesies yang berbeda, ia merasakan sebuah diskriminasi khayalan yang sebenarnya tak ada.

Bayangkan saja, ketika ia dan dua orang anggota perempuan lainnya harus menyesuaikan latihan fisik dengan para lelaki itu tanpa keringanan sedikit pun. Untung saja Xiao termasuk dalam kategori perempuan paling tangguh abad ini.

“Hah … aku … tak bisa membayangkan … hah … bagaimana … kalau si kembang desa macam Yeonjung … hah … ikut ekstrakulikuler neraka ini―ya Tuhan, paru-paruku!” Xiao dan Eunseo hanya bisa menertawakan ucapan adik kelas mereka yang lucu itu, ikut membayangkan bagaimana jadinya jika temannya dari kelas dua yang terlampau girly berlari-lari sembari terus mengkhawatirkan riasan wajahnya yang terancam luntur oleh keringat.

Seperti biasa, setelah melakukan pemanasan lari keliling lapangan sebanyak dua puluh kali, mereka diberi waktu istirahat sekitar lima menit sebelum melakukan jenis pemanasan yang lain. Namanya juga perempuan, bukannya fokus mengatur napas dan merilekskan kaki yang lelah justru mulutnya yang malah berolah raga lebih banyak.

Penasaran kenapa ekstrakulikuler palang merah bisa lebih sadis daripada klub olahraga semacam voli dan basket?

“Kita dipersiapkan untuk turun di tengah-tengah masyarakat saat terjadi bencana. Bagaimana mau menyelamatkan anak yang terjebak longsor jika berlari membawa badan sendiri saja sudah tak sanggup?”

Ya, Xiao sangat ingat apa yang ketuanya itu sampaikan satu tahun lalu ketika ia menjadi anggota baru. Seorang senior kelas tiga menyebalkan bernama Mingyu―kulitnya yang lebih gelap dibandingkan teman-temannya yang lain menandakan bahwa ia telah lebih sering ikut kegiatan kemanusiaan yang mengharuskannya dijemur di bawah terik matahari untuk waktu yang cukup lama.

“Xiao?”

“Eh, iya?”

Gadis itu kira yang memanggilnya barusan adalah Eunseo atau Dayoung. Tapi ternyata bukan keduanya, melaikan seseorang yang selalu sukses membuatnya sesak napas melebihi sesaknya ketika selesai berlari lima puluh putaran. Dia Minghao, salah satu teman yang sering terlihat bersama dengan Mingyu.

Ada jeda yang tak disadari oleh keduanya, malahan Xiao hanya mampu terdiam sembari terus mengedipkan kedua matanya teratur seperti boneka. Sampai akhirnya pemuda di sampingnya itu yang kembali membuka suara.

Tunggu, sejak kapan dua orang itu hilang dan digantikan dengan Minghao yang duduk di sampingnya? “Hei, kau melamun? Kenapa tak langsung berdiri dan masuk ke ruangan?”

“Eh? Memangnya tak ada pemanasan lagi?”

Demi Tuhan, Xiao refleks menepuk bibirnya sendiri lantaran merasa telah salah bicara―well, sebenarnya itu sebuah gumaman tapi ia sendiri sadar bahwa telah mengucapkannya terlalu keras. Sejak kapan ia jadi sedekat ini dengan Minghao sehingga bisa-bisanya keceplosan seperti tadi?

Lain halnya lagi, Minghao justru tertawa melihat polah Xiao yang lucu. “Kau ini, ya. Mentang-mentang kita selalu diberikan latihan yang keras jadinya aneh kalau hanya disuruh berlari, begitu? Mau kutambah lagi larinya?”

Oh iya, jangan lupakan fakta bahwa kini Minghao tengah mengacak-acak rambut Xiao dengan wajah yang dibuat segalak mungkin.

Tapi sepertinya percuma, karena yang selalu ada dalam bayangan Xiao adalah Minghao dengan sayap malaikat yang tersenyum padanya seperti seorang pangeran. “Eh? Eh?! Ya Tuhan, Kak, jangan―”

“Mingyu!”

Telat, Xiao. Mingyu sudah menoleh ke arah Minghao. Sempurna, tampaknya dia akan benar-benar berlari lima puluh putaran hari ini.

“Yo, Ming!”

Kini bukan hanya Mingyu yang menoleh, melainkan semua anggota yang lain juga tengah melihat mereka dari koridor―rupanya semua orang sedang berkumpul di luar ruangan. Dengan Xiao dan Minghao yang duduk berdua di pinggir lapangan, tentunya anggota yang lain sedang memikirkan sesuatu yang membuat mereka langsung tersenyum jahil dengan sendirinya. Bahkan Eunseo sudah cekikikan sendiri juga Dayoung dan Mark yang saling pukul bahu karena geli menahan tawa.

Xiao sudah mengumpati kedua orang itu dalam hatinya.

“Katanya Xiao minta tambahan lari! Kalian mulai rapatnya duluan saja!”

Dengan satu acungan jempol dari Mingyu, Minghao langsung saja menarik tangan Xiao sehingga membuat mereka berdua berdiri bersamaan. “Nah, mau lari berapa putaran lagi? Dua puluh? Empat puluh?”

“Kak ….”

“Oke, lima puluh saja jika kau memaksaku.”

“Kak Minghao!”

Jika boleh jujur, Xiao bukannya keberatan untuk berlari lima puluh putaran. Menjadi anggota palang merah setahun belakangan sudah membuat kakinya kebal dengan segala macam latihan. Yang membuat Xiao malu adalah fakta bahwa Minghao masih memegangi tangannya saat ini.

Melihat wajah tampannya sedekat ini saja sudah berpotensi membuat Xiao kena serangan jantung, apalagi berlari sambil berpegangan tangan seperti itu?

“Kenapa ia jadi semakin tampan saat berlari, sih?!”

“Wah, selamat! Kau orang keseratus yang sudah bilang aku tampan hari ini.”

Hah?

“Sebagai hadiahnya, Sabtu besok aku akan mengajakmu jalan-jalan.”

“Hah?!”

Xiao, sepertinya harus ada orang lain yang mengajarkanmu bagaimana caranya bergumam dengan baik dan benar.

FIN

Iklan

16 thoughts on “[Series] Lots of Love: The Handsome One

  1. MANIS ZUPERRR!!! 😍😍😍😍😍😍 Tolong katakan bahwa kedua orang itu adalah nyata! Tolong katakan yang nulis abis makan apa? kamu abis makan oppa yang semanis apa sampai bisa nulis cem begini? IH. IH. KEZEL. BHAY.

    Suka

  2. kak, tanggung jawab, aku jadi senyum-senyum sendiri ini. Tapi, makasih loh kak. Sekarang aku tahu. Ternyata bang Mingyu item gara-gara sering turun ke lapangan buat bantu-bantu orang, makasih banyak loh. 😀 ehehehehehehehe

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s