[What’s Your Mission?”] Panick Attack

Ed8aF823EB.png

tifaahand present

Panic Attack

Starring 17’s Vernon Chwe and OC’s Audrey Yoon

Action!au, friendship| Ficlet|G

cr pic Mango Mellon Bubbles on We Heart It

***

Baru lima menit yang lalu Vernon duduk santai di teras rumah. Menyelonjorkan kaki dengan tangan memegang buah. Membiarkan sinar mentari menghangatkan wajah.

Baru tiga menit yang lalu ia terpingkal akan lontaran canda Sofia. Mengumpat mendapati dirinya dibodohi oleh sang adik semata wayang. Lantas melempar biji semangka yang dimakannya.

Baru semenit yang lalu Vernon menerima telpon, lantas terjengkang dari tempatnya duduk. Tidak dipedulikannya minuman yang tumpah di celana. Pun tanya khawatir adiknya. Suara pertama yang terdengar tidaklah familiar di telinganya, terasa berat dan serak khas lelaki. Vernon mengira itu hanya telpon iseng. Sampai suara selanjutnya membuat lelaki itu kalang kabut.

“Aku tidak apa-apa.” Sahutan ketus khas gadis dari seberang telpon disusul bunyi mengaduh membuat Vernon menanggapi pembicara pertama dengan baik.

“Sepuluh menit, jika kau tidak sampai aku tidak tahu bagaimana nasib gadis ayu ini.”

Vernon tergesa. Bergegas ia menyambar jaket dengan sembarang. Tanpa perlu repot-repot menalikan tali sepatunya tungkainnya terkayuh cepat. Vernon bahkan lupa akan celananya yang ketumpahan minuman. Sesekali menabrak pejalan kaki di perjalanan. Peluh di dahi yang mengucur pun terlupakan.

Sepuluh menit. Jika memang benar tidak ada orang dan ia menggunakan kendaraan, jarak antara rumah dan gudang dekat ruko tua yang dimaksud memang tidak memakan waktu lama. Tapi, hei, ini siang bolong di mana banyak pejalan kaki berlalu lalang. Lagipula siapa sih yang hendak mencari keributan di tengah hari seperti ini.

Vernon masih menggumam sembari tungkainya melaju gesit melewati gang-gang sempit. Genangan air sisa  semalam yang mengenai ujung celananya tidak memperlambat langkah pemuda itu. Pikirannya kini hanya bagaimana ia dapat sampai sesegera mungkin di lokasi.

Tiga belokan lagi dan Vernon bisa menepi.

Ia meraup napasnya panjang sebelum memasuki gudang yang kini terlihat di depan matanya. Hendak masuk dengan awas, mencaci tongkat atau apapun yang dapat dipakainya sebagai perlawanan sebelum menerobos masuk. Sayang, belum sempat ekor matanya menemukan benda yang dimaksud jeritan gadis di telpon yang tadi berbicara dengannya terdengar oleh telinganya.

Lupa akan alat pertahanannya, Vernon menjeblak pintu gudang.

“Ah, Vernon sudah datang!”

Kuda-kuda yang refleks pemuda itu pasang ketika pintu terjeblak hilang. Rahangnya melorot barang tiga sentimeter. Terlihat Audrey—gadis di telpon yang ia khawatirkan dengan sepenuh hati tangannya tengah dipegangi dua lelaki. Paras ayunya hendak dicoreti. Namun, bukan itu yang membuat Vernon ingin memaki.

Tanpa sempat Vernon protes, dua lelaki yang menahan tangan Audrey kini berpindah ke tangannya. Sedang Nayeon—wanita yang bertugas menyoreti sudah berada di depannya.

Sial.

Seharusnya Vernon tahu, Audrey bukan gadis selemah itu.

.fin

Tyda ada rasa actionnya orz

Terima kasih untuk yang sudah baca

– lat

 

 

 

Iklan

3 respons untuk ‘[What’s Your Mission?”] Panick Attack

  1. KAK LAT CIIE KAK LAT AKHIRNYAAA HAHAHAHA
    sebenernya nyaris kerasa lho kak kalau ada adegan berantem atau tembak2annya wkwkwk tapi eh tapi ternyata Audrey lebih jago jaga diri sih yaa. ya sudahlah…. vernon tak perlu mengotori tangannya 😂😂

    KEEP WRITING KAK LAT!!! FIGHTINGG!!! ^^

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s