[Ficlet] Sebuah Komitmen

Angelina Triaf ©2017 Present

Sebuah Komitmen

Choi Seungcheol (Seventeen) & Kim Sojung (GFriend) | Slice of Life | G | Ficlet

0o0

Bisa dibilang Seungcheol kini tengah terpesona. Ia memang tahu betul bahwa Sojung selalu tampak cantik dari hari ke hari. Well, sialnya, gelungan rambut cokelat madu si jelita sukses membuatnya terlihat berjuta kali lebih menawan.

“Matamu bisa jatuh menggelinding ke lantai jika terus menatapku seperti itu, Cheol.”

“Habisnya mau bagaimana lagi,” ujarnya, refleks mengedipkan mata. “Kukira level kecantikanmu sudah tak bisa ditinggikan lagi. Ternyata aku salah.”

Kali ini Sojung yang membulatkan matanya tanpa niat untuk berkedip. Dirinya memang sudah tahu pasti apa jawaban yang akan dilontarkan oleh Seungcheol. Namun, sungguh, mendengarnya secara langsung menambah kesan menggelikan yang membuat perutnya sakit lantaran menahan tawa.

“Semua wanita di dunia ini akan selalu terlihat lebih cantik di hari pernikahan mereka, memangnya kau tak pernah dengar?”

“Tidak, tuh.”

Sanggahan Seungcheol mau tak mau membuat Sojung gemas sendiri. “Makanya cari kekasih sana, jangan hanya fokus buat album sampai tak tahu hal dasar semacam itu.”

“Sojung sayang, dengar, ya.” Kali ini tatapan Seungcheol berubah serius. “Mau sesibuk apa pun aku dan member lain membuat album, yang namanya jodoh itu sudah ada yang mengatur. Setiap laki-laki dapat satu perempuan, begitu juga sebaliknya.”

Keheningan mencipta sebuah jeda sesaat di antara mereka. Entah karena Seungcheol yang menunggu Sojung untuk membalas atau justru wanita itu sudah tak ingin mengatakan hal lainnya.

“Pernahkah kau berpikir bahwa jodoh tiap orang bisa tertukar, Cheol?” tanya Sojung, yang walaupun agak pelan tetapi masih bisa terdengar oleh sang lawan bicara. “Bisa jadi jodohmu sudah lelah menunggu kau datang padanya, dan di saat yang bersamaan pria lain meminangnya tanpa tahu bahwa mereka tak pernah terikat benang takdir apa pun.

“Maksudku, mungkin saat dirimu sibuk dengan duniamu sendiri, ada dunia orang lain yang ikut berubah. Seungcheol, apakah kau pikir menunggu itu adalah hal yang menyenangkan? Jika kau tahu satu fakta saja tentang wanita, Cheol. Seorang wanita selalu merasakan sensasi menyenangkan saat mencintai seseorang, tetapi ia akan lebih cepat luluh hatinya jika tahu bahwa ia tengah dicintai oleh lelaki lain. Aku pun begitu.”

Sungguh luar biasa mengetahui bahwa Sojung mengucapkan semuanya dengan begitu tenang. Sama halnya dengan Seungcheol. Ia sangat tahu ke mana arah pembicaraan ini akan bermuara.

“Jadi kau ingin bilang bahwa dirimu merasa spesial karena Jisoo nyatanya sanggup melepas segalanya demi hari ini?”

“Perempuan selalu senang diperlakukan dengan spesial, Cheol.”

Kali ini Seungcheol tahu, bahwa senyuman Sojung tulus dari hati terdalamnya. “Lalu, apa kaupikir bahwa hanya Jisoo yang melepas segalanya? Hei, jika perlu kuingatkan, Choi Seungcheol, aku duluan yang memutuskan untuk meninggalkan dunia idol. Jisoo hanya melihat adanya sebuah kesempatan kecil lalu memanfaatkan itu sebaik mungkin.”

“Jadi kau ingin bilang jika aku tak sebijak Jisoo, begitu?”

Di saat Seungcheol mulai panas dengan obrolan sederhana mereka, Sojung justru tertawa karena merasa lucu. “Kalian sama bijaknya. Hanya saja aku sungguh menyayangkan kenapa kau tak memanfaatkan peluang 98% milikmu yang jelas-jelas timplang dengan Jisoo.”

Mungkin jika orang lain yang berada dalam perbincangan seperti ini dan bukannya Seungcheol pasti sudah memutuskan untuk kabur dan lari dari kenyataan. Tapi beruntungnya ia adalah seorang Choi Seungcheol.

“Ya, setidaknya sayangku satu ini mendapatkan tukaran yang tak terlalu buruk sebagai jodohnya,” ucap Seungcheol akhirnya, hendak menutup pembicaraan. “Aku kenal Jisoo lebih baik dari siapa pun di seluruh dunia.”

“Ya, ya, aku sudah dengar itu dari mulut Jeonghan dua jam lalu saat ia kemari dengan kekasihnya.” Sojung berdiri, merapikan bawah gaunnya yang mungkin kusut karena duduk terlalu lama. “Aku harus kembali ke dalam ruangan karena duduk di balkon membuatku kedinginan, juga siapa tahu Jisoo benar-benar mencariku karena sadar bahwa istrinya menghilang cukup lama.”

Sojung pergi dengan membawa gelas jusnya, menyisakan punggung yang semakin menjauh untuk Seungcheol pandangi beberapa lama. Walaupun tak tampak dari luar, nyatanya semua perkataan Sojung hari ini sangat membekas di kepalanya.

Yaitu saling mencintai saja ternyata belum cukup, harus ada kejelasan di antara keduanya. Karena rasa cinta dapat dengan mudah tumbuh seiring waktu berjalan, yang sulit adalah bagaimana caranya membuat sebuah komitmen untuk saling mengikat dalam sebuah hubungan yang jenjangnya lebih serius.

FIN

Iklan

8 thoughts on “[Ficlet] Sebuah Komitmen

  1. Deep 😭
    Makanya jangan ngardus mulu kamu choi, kapan mau komitmen sama aku nya *eh :v
    As always eon. Cerita kak njel bagus bgt 😍

    Suka

    1. thanks for reading^^ aaaaa kadit njel kangen huhu sini peluk {} yuk segera cari jodoh kak agar hidupnya barokah tidak dipenuhi kefanaan ini lagi :’) ah masa kak aku ga ngerasa, tulisanku begini-gini aja selalu tyda berfaedah huhu harusnya kadit yang ngajarin njel :3 makasih udah main di sini kaditqu ❤

      Suka

      1. aaaa kangen juga {} wkwk jodoh sbnrnya dah ada loh njel uhuk tinggal kitanya dah siap ketemu apa belom ahaha Tv T aw enjel masamaa kyaak kangen enjel, kengen nulis~ doain yaak~ ❤

        Suka

      2. iya kak mungkin hanya masalah waktu sampai bang josh siap melamar dd ke rumah :3 wkwk ayuk kak nulis lagi huhu njel juga lagi ga bisa nulis :’) kudoain kadit lancar semua urusannya, aamiin ❤

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s