[SVT FREELANCE] – [Chaptered] Sunshine (Part 1)

Dianaa Present

SUNSHINE

….

Staring by Choi Seungcheol ‘SVT’, Hong Jisoo ‘SVT’ and Kim Sowon ‘Gfriend’

Also mention a lot of support cast

….

Sad // romance // school life // friendship

….

Teen

….

Chaptered

….

Disclaimer : i own nothing expect the plot and Seungcheol 😉

….

“Let me be your sunshine”

….

~ HAPPY READING ~

 Pagi sudah mulai terik, sang suryapun sudah agak tinggi. Namun, sejuknya angin pagi tak pernah hilang dari hiruk pikuk Kota Seoul. Cuaca hari ini sepertinya akan sangat bagus langit cerah dengan warna biru mendominasi sedangkan arak-arak putih hanya bisa terhitung jari. Suasana musim semi yang begitu bagus sangat cocok untuk berkencan tetapi aku adalah Kim Sowon siswi yang masih duduk di bangku terakhir sekolah menengah atas dan pasti tentunya tidak ada kencan di pagi hari lagipula aku ‘kan tidak punya pacar :’).

 “Eonnie,palliwa!” instruksiku pada seseorang yang tengah duduk di balik kemudi mobil. Dia adalah kakak perempuanku Kim Sora yang 3 tahun lebih tua dariku.

 “Ck! Iya sabar sebentar lagi juga sampai” jam sudah menunjukkan pukul 7 kurang 7 menit dan kami masih di jalan. Kalau aku terlambat aku akan menyalahkan kakakku karena mentang- mentang dia kuliah siang, bangunnya pun siang padahal dia ‘kan punya tugas yang wajib setiap pagi dia laksanakan yaitu mengantarku pergi ke sekolah.

 “Caaa…kita sudah sam-“

 “Baiklah eonnie hati-hati di jalan. Anyeong” belum juga kakakku menyelesaikan kalimatnya aku sudah menyela. Heol…dua menit lagi bel akan berbunyi dan kurasa ini detik-detik gerbang sekolah akan ditutup aku tidak mau kalau harus disuruh memunguti sampah sebanyak 50 biji dan membayar denda. Sungguh aku tidak mau.

 “Sowon” panggil seseorang dari kejauhan saat aku akan memasuki gerbang Hanguk Senior High School. Dia adalah Chaekyung teman sebangkuku.

 “Oh…hai Chaekyung” sapaku padanya ketika ia sudah berada di dekatku.

 “Hosh…hosh…sial pagi-pagi begini aku sudah kehilangan banyak tenaga” bukannya membalas sapaanku ia malah mengumpat dasar Chaekyung.

 “Memangnya kau lari dari rumah kesini hah?” tanyaku sebal. Chaekyung tidak menjawab pertanyaanku ia hanya mengibaskan tangannya kemudian kembali mengatur napas. Kami berjalan beriringan ke kelas. Kelas 3-7, kelas yang terkenal karena kenakalannya, selalu menjadi kelas yang paling disebali guru bahkan sebenarnya guru-guru sangat malas mengajar di kelas 3-7. Bukan, bukan karena kelas kami berisi anak- anak tidak tahu aturan ataupun para iljin. Kami selalu menaati peraturan sebenarnya -kecuali datang tepat waktu- kami selalu berpakaian rapi dan sopan, tidak ada siswa yang sering bolos atau berkelahi atau lebih parah lagi merokok dan minum-minuman, siswi kelas kami juga bukan pesolek bar-bar yang sering mengganggu adik kelas. Hanya saja kelas kami berisi makhluk-makhluk jahil yang terkadang jahilnya tidak tahu batas dan terkadang penghuni kelas kami memiliki tingkat ke-mageran yang  sangat tinggi, alhasil kelas kami sangat jarang bersih-bersih. Anehnya lagi ketika pelajaran berlangsung penghuni kelas 3-7 malah berubah menjadi sangat hyperactive -_-. Bukankah kelas kami sangat luar biasa?

 Di perjalanan kami berbincang-bincang tentang PR Sosiologi yang Jung saem berikan kemarin, saat di tikungan menuju tangga yang merupakan jalan wajib untuk menuju kelas 3-7 kami berpapasan dengan Choi Seungcheol dan Yoon Jeonghan. Untuk informasi Seungcheol itu adalah laki-laki yang aku suka sejak pertama kali masuk sekolah ini.

 “Oh…hai Seungcheol-ssi, Jeonghan-ssi Sowon-ah kau tidak mau menyapa mereka juga?” sapa Chaekyung sok akrab kepada mereka berdua yang notabene adalah murid dari kelas unggulan yaitu kelas 3-1,ya kelas 3-1 sampai 3-5 memang kelas unggulan karena murid-murid dari kelas itu adalah murid-murid pilihan.

 “Oh..oh a..anyeong ” sapaku gugup. Jeonghan membalas sapaanku dengan anggukan dan senyuman tipis sedangkan Seungcheol ia hanya melengos kemudian pergi melewati aku dan Chaekyung seakan-akan aku dan Chaekyung tidak ada.

 Selama hampir 3 tahun aku menyukai Seungcheol. Ia tak pernah menaruh atensi padaku sedikitpun. Mungkin, ia memang tak pernah menganggapku ada. Namun, entah mengapa seberapa banyakpun Seungcheol menyakitiku aku tetap saja menyukainya.

0o0

 “Cheol-ah kenapa kau dingin sekali pada Kim Sowon?” tanya Jeonghan ketika mereka sudah masuk kelas dan duduk di bangku masing-masing.

 “Aku,malas menanggapi gadis seperti dia.” jawab Seungcheol datar. Kemudian mengambil buku paket Biologi dan membacanya.

 “Ck…Kim Sowon ‘kan cantik” ujar Jeonghan. Sowon memang cantik dan juga baik tapi untuk Sekarang Seungcheol sedang tidak ingin memikirkan hal-hal tentang wanita ataupun cinta. Cukup dia saja yang telah menyakitinya. Dia iya dia…cinta pertama Seungcheol.

 Seungcheol mengalihkan pandangannya ke luar jendela dapat ia lihat luasnya langit biru dan pohon sakura yang bunganya sedang bermekaran. Sangat indah batin Seungcheol. Ia berpikir akankah ada senyuman yang seindah atau bahkan lebih indah dari cinta pertamanya.

0o0

 Detik suara jam memenuhi ruang kelas 3-7. Saat ini suasana kelas 3-7 sedang senyap hanya ada suara detik jam dan decitan suara ujung spidol yang bergesekan dengan papan tulis.

 “Baiklah,sekarang kerjakan soal yang sudah saya tulis di papan. Kerjakan dalam 10 menit. Dimulai dari sekarang!” instruksi Han saem guru paling galak dan mengerikan di seantero Hanguk Senior High School dan sialnya ia mengajar mata pelajaran Matematika yang susahnya minta ampun itu. Kelas 3-7 selalu senyap jika pelajan Han saem sedang berlangsung, penghuni kelas ini juga tahu diri jika sekali saja mengacau di pelajaran Matematika. Kelar hidup mereka.

 Lain halnya dengan 3 murid yang sedang dirundungi kesialan itu. Soonyoung, Chaekyung dan Sowon. Mereka lupa mengerjakan PR yang diberikan Han saem. Alhasil mereka harus berdiri di belakang kelas mengangkat satu kaki mereka dan kedua tangan mereka juga harus diangkat tinggi-tinggi.

 “Saem,ini sudah hampir dua jam. Kaki kami rasanya mau patah” keluh Soonyoung tidak tahan akan penyiksaan yang dilakukan oleh guru Matematikanya itu.

 “Iya saem,kaki kami rasanya mau putus. Pegal sekali, tolonglah saem kan baru kali ini kami lupa. Lupa itu wajar bagi manusia, saem juga pasti pernah lupa bukan?” tambah Chaekyung yang mana membuat wanita berumur awal 40 tahunan itu naik pitam.

 “Kalian mau ditambah hukumannya hah?” suara Han saem seketika menggelegar di seluruh penjuru kelas dan membuat kedua manusia terberisik di kelas 3-7 itu bungkam.

Di lain sisi…

 “Bagus sekali Seungcheol seperti biasa kau selalu mengerjakannya dengan sempurna” puji Kim saem pada Seungcheol yang baru mengerjakan soal Fisika di papan tulis.

 “Terima kasih saem,ini bukan apa-apa” Seungcheol mulai merendah dan mulai membuat para laki-laki dan sebagian perempuan di kelas 3-1 muak. Seungcheol adalah si peringkat 1 di  angkatan mereka, menguasai berbagai bidang mulai dari pelajaran eksak,hafalan,olahraga bahkan musik.

 “Cih! Menjijikan sekali” cibir Hong Jisoo, rival Seungcheol sejak kelas 1. Seungcheol tetap bergeming menghadapi semua cibiran dari Jisoo, ia sudah kebal.

 Tenggggg…tenggggg…tengggg…

Suara bel istirahat berbunyi disusul suara wanita virtual dengan Bahasa Inggris, kemudian berganti Bahasa Jepang. Hanguk Senior High School adalah termasuk jajaran sekolah terfavorit di Seoul bahkan Korea Selatan. SMA ini diisi oleh anak-anak dari orang kaya atau chaebol, anak pejabat, anak artis, dan anak berprestasi. Murid dari keluarga biasa saja menjadi minoritas di sini tapi tidak pernah ada diskriminasi karena memang sekolah ini melarang hal itu. Siapa saja yang melakukan pem-bullyan akan disidang oleh komiten pendisiplinan tidak memandang anak siapapun itu.

 “Jeonghan-ah, Seungcheol-ah ayo kita ke cafetaria aku yang traktir” ajak Nayoung si primadona Hanguk SHS.

 “Ayo, janji kau yang traktir yaa… Cheol-ah bagaimana kau ikut ‘kan? Ayolah kau ikut saja kau juga pasti lapar ‘kan?” tanya Jeonghan seakan-akan ia tahu kalau Seungcheol akan menolak.

 “Oh…Seungcheol ikut ya…demi aku” bujuk Nayoung sambil ber-aegyeo.

 “Baiklah”

0o0

 Sowon dan Chaekyung berjalan dengan gontai ke cafetaria kaki, tangan dan bahu mereka terasa mau putus. Dalam hati, Sowon dan Chaekyung sudah mengumpat kepada Han saem tentang bagaimana kejamnya guru itu.

 “Sowonie, kau mau makan apa?” tanya Chaekyung sambil meringis memijati bahunya.

 “Menuku sama denganmu sajalah!” jawab Sowon asal, kakinya sudah tidak sabar untuk diistirahatkan. Sementara Chaekyung mengambilkan makanan untuknya dan Chaekyung sendiri tentunya Sowon mencari spot yang bagus untuk duduk dan dekat jendelalah pilihannya.

 “Ah…bahuku, kakiku appo…” rengek Sowon sambil membenamkan kepalanya pada meja cafetaria.

 “Kau kenapa?” sebuah suara mengintrupsi kegiatan pemulihan diri seorang Kim Sowon. Saat Sowon menengadahkan kepalanya ia mendapati Jisoo sudah duduk di hadapan Sowon dengan nampan makanannya.

 “Ck…tidak usah tanya, aku sedang malas menjelaskan” jawab Sowon dingin. Jisoo hanya terkekeh mendengar jawaban dari sahabat sejak TK-nya itu. Tak beberapa lama Chaekyungpun datang.

 “Hei,Jisoo-ya kau di sini juga?” Chaekyung datang ditemani anak kelas 1 yang membawakan nampan makanan Sowon, Jisoo tersenyum dan menampakan bulan sabit di mata indahnya untuk menjawab pertanyaan Chaekyung.

 “Terima kasih hobaenim” ucap Chaekyung pada anak kelas 1 itu setelah ia meletakan nampan makanan Sowon ke meja dan dia hanya tersenyum atas ucapan terima kasih Chaekyung.

 “Hei! Jangan sering memperbudak junior kita. Dasar jahat!” cibir Sowon.

 “Kau juga nona Kim berhenti memperbudakku” namanya juga Chaekyung pasti bisa saja membalas cibiran Sowon dengan tepat.

 “Oh! Itu Seungcheol! Yak kenapa dia berasama Nayoung? Aishhhh! Menyebalkan” Sowon langsung menoleh ke belakang. Ke arah yang Chaekyung tunjukan. Ternyata benar di sana ada Seungcheol, Jeonghan dan juga Nayoung. Saat itu juga Sowon kehilangan nafsu makannya, hatinya terasa perih, matanya pun juga terasa panas.

 “Ah…sudahlah Nayoung ‘kan memang dekat dengan Seungcheol” ujar Jisoo.

 “A..aku mau ke toilet dulu” saat bulir bening itu akan menerobos mata Sowon, ia sudah mengambil ancang-ancang untuk pergi.

Kenapa rasanya sakit sekali?

Kenapa aku harus mencintai orang yang tidak akan bisa aku dapatkan?

Kenapa hati ini bisa begitu lemah?

Jujur aku sebenarnya sangat ingin bersama-nya walau hanya berbincang tapi kenapa Tuhan harus membuat dia membenciku?

Aku ingin di sana duduk bersamanya…

Aku ingin tahu akankah hal itu akan terjadi?

Atau itu hanya angan-anganku saja?

Tuhan,tolong kali ini biarkan aku bahagia bersamanya, biarkan aku bisa ada pada garis edarnya…

To be continude…

Author’s note:

Hai! Gimana chapter pertama ini? Udah kelihatan belum karakter dari setiap tokohnya? Hehe…lumayan kelihatanlah ya…tapi kalau buat hubungan antar tokoh belum terlalu jelas kan? Di chap.1 aku udah sedikit munculin konfliknya. Udah kebayang dong bakalan kaya gimana kisah dari ff-ku ini hehe…jangan lupa like+komen setelah baca ff ini karena satu komen itu bagaikan oksigen bagi author receh seperti aku 🙂 belajarlah untuk menghargai karya orang lain. Oke!

Regards

Dianaa~

Iklan

6 thoughts on “[SVT FREELANCE] – [Chaptered] Sunshine (Part 1)

  1. wii mba sowonku kenapa ucul sekali jadi gemes >< apakah cinta segitiga seungcheol-sowon-jisoo akan jadi spektakuler … jeng jeng jeng xD terus awas aja itu kalo seungcheol pake ada drama penyesalan di akhir mending minggat aja ke antartika sana /terus dibalang/

    writing errornya masih cukup banyak ya kak, terutama untuk partikel 'pun'. dan coba belajar lagi pemenggalan paragraf supaya ga terlalu menumpuk di beberapa tempat. keep writing ❤

    Suka

    1. Kyaaa…makasih kak njel udah mau mampir,komen,dan baca^^
      Hahaha akan jadi spektakuler kah? Kita lihat nanti 😉 wah kak njel makasih sarannya,membantu sekali ^^ sippp kak nanti babeh skup aku gelindingin ke antartika kalau dia nyesel nolak mba sowon XD tunggu chap.2-nya y kak~

      Suka

  2. Sowon tinggi, sedangkan Josh dan sekop tingginya cuma segitu, jadinya lucu aja kalau ngebayangin mereka bertiga berdiri jejeran xD Terus kenapa ini aku agak gk terima kalau Josh entar lope-lopean sama Sowon? Mending dah itu si Sowon sama om sekop aja sono -_- Lagian juga sekop cuek banget sama cecan, sok-sokan gak mau mikirin cewek, ntar kalau Sowon udah nyemplung (?) ke pesonannya Jisoo baru deh nyesel -_-

    Dan kak, lebih baik sebelum tanda petik itu dikasih tanda baca. Tadi ada banyak kalimat dialog kakak yg gk pake tanda baca, jadinya…emmm… aku agak gk nyaman bacanya hehehe xD

    Keep writting ya ^^

    Suka

    1. Hai kak Jiyo makasih udah mampir baca dan komen ^^
      Haha apalah daya babeh skup sama om jojo yang tingginya cuma segitu XD aduh kak tabahkan dirimu ya soalnya nanti om jojo bakalan aku buat cinta mati sama mba sowon/ups..spoiler/
      Makasih juga koreksinya kak 🙂 sangat-sangat membantuku yang masih newbe ini 😉 jangan lupa baca chap 2 nya y kak~

      Suka

  3. Huaaaaaaa entah kenapa musti suka bgt kalo uri babeh tercinta dipasangin sm sowoniieee:3 and seungcheol whai yu melankolis skali whaiii:”)

    Ide ceritanya menarik kok^^ dan jujur ak penasaran sama kelanjutannya heheh… Kata” yg digunakan juga sdh bagus, buat masukannya, mungkin udah disampaikan sm kanjel dan Ji di atas, and I think that’s enough^^

    Keep writing ya!❤

    Suka

  4. Hai kak chel makasih udan mampir baca dan komen ^^
    Iya kak chel mereka emang serasi syekalii 😀 aduh duh iya nih abang eskup melankolis sekali haha…XD
    Oke kak jangan lupa baca chap 2 it’s coming asap~

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s