[SVT FREELANCE] – [Chaptered] Sunshine (Part 2)

Dianaa Present

SUNSHINE

….

Staring by Choi Seungcheol ‘SVT’, Hong Jisoo ‘SVT’ & Kim Sowon ‘Gfriend’

Also mentione a lot of support cast

….

Sad // romance // school life // friendship // family // comedy

….

Teen

….

Chaptered 2

….

Disclaimer : i own nothing except the plot and Seungcheol 😉

….

“Let me be your sunshine”

….

~ HAPPY READING ~

 Di atap sekolah angin bertiup sangat kencang, membuat helaian surai coklat milik Sowon berterbangan dan sedikit menutupi pandangan si gadis Kim. Sudah menjadi suatu kebiasaan bagi Sowon untuk datang ke atap sekolah saat ingin menenangkan diri ketika perasaan sedih melandanya. Menurutnya merasakan sejuknya angin menyentuh kulitnya adalah hal terbaik untuk menenangkan diri.

 “Sudah kuduga kau pasti ada disini. Apa tidak ada tempat lain ya? Kupikir janitor room lumayan bagus.” Sowon tahu itu pasti suara Jisoo. Berteman sejak TK dengan Jisoo membuatnya hafal akan suaranya bahkan terkadang Sowon hafal dengan derap suara sepatu Jisoo.

 “Memangnya aku tikus yang kalau sedih akan menyudut di janitor room! ” ujar Sowon dingin. Jisoo tak pernah tersinggung jika Sowon menjawab pertanyaan atau menanggapi leluconnya dengan dingin karena memang seperti itulah Kim Sowon. Tiba-tiba Jisoo memakaikan sebuah topi ke kepala Sowon yang mana mendatangkan rasa heran pada diri Sowon. Ia pun memberikan tatapan ‘apa ini?’ pada Jisoo.

 “Kau jelek kalau habis menangis! Jadi aku meminjamimu topiku agar kau bisa menutupi wajah jelekmu itu.” anggap saja Jisoo konyol karena ia memang akan selalu melakukan apa pun demi Sowon bahkan jika ia harus melakukan hal paling konyol sekali pun. ‘Tak apa asal Sowon senang’ begitulah katanya.

 “Kupikir aku cantik disetiap situasi. Hahahaha…” salah satu hal yang membuat hati Jisoo sakit adalah ketika melihat Sowon tertawa getir menahan semua rasa sakitnya bukankah lebih baik menangis daripada berpura-pura semuanya baik-baik saja?

 “Kenapa kau masih saja menyukai laki- laki brengsek itu?” tanya Jisoo, Sowon pun tersenyum namun masih menatap ke depan.

 “You’ve got me there!” jawab Sowon, jujur Sowon pun sebenarnya tak habis pikir dengan hatinya yang bodoh ini kenapa ia bisa begitu menyukai Seungcheol yang bahkan tak pernah menyukainya ralat maksudnya tak pernah memandangnya barang sedikit pun.

 “Ck…dasar bodoh!” cibir Jisoo dan lagi- lagi Sowon hanya tersenyum.

 “Ah…menyebalkan sekali lebih baik aku ke kelas saja!” Jisoo melangkahkan tungkainya menjauh dari eksistensi Sowon, akan terasa sangat sakit jika ia terus-terusan berada di dekat gadis itu.

Jujur aku pun tak tahu kenapa hatiku ini begitu bodoh,Jisoo-ya…

-Kim Sowon-

Sowon-ah kenapa kau selalu mengimpikan  hal yang begitu sulit untuk kau raih? Kenapa kau tak menyerah pada cinta bodohmu itu? Aku di sini Sowon mencintaimu dengan sepenuh hatiku!

-Hong Jisoo-

0o0

 Sowon duduk di tempat duduknya kemudian melepaskan topi berwarna putih milik Jisoo lantas menaruhnya dalam laci meja. Bel masuk sudah berbunyi sejak 4 menit yang lalu tapi Jung saem belum datang juga, mungkin dia akan terlambat.

 Kelas cukup sunyi, dikarenakan para murid kelas 3-7 sedang mengerjakan PR Sosiologi begitu pula Chaekyung yang duduk semeja dengan Sowon.

 Sowon tidak habis pikir kenapa anak seperti Chaekyung bisa masuk Hanguk SHS? Dia bahkan sangat payah dalam pelajaran hitungan, ulangan Matematika kemarin saja ia mendapat 9/20 mengenaskan sekali padahal ayah Chaekyung adalah dokter bedah plastik yang hebat dan memiliki klinik bedah plastik yang sangat terkenal di Korea tapi kenapa putri sulungnya itu bisa sebodoh ini?

 “Hei! Sepertinya aku kenal buku itu.” terka Sowon.

 “Hehe…ini bukumu, aku pinjam dulu untuk menyalin tugas Sosiologi, oke?” sudah Sowon duga, Chaekyung memang sangat anti dengan cabang pelajaran Ips ini, ia memang sangat jarang mengerjakan PR Sosiologi berbeda dengan Sowon yang memang sangat menyukai pelajaran itu.

 Sebenarnya Sowon terlalu pintar untuk masuk ke dalam kelas 3-7. Ya…anggap saja dulu Sowon sedang tidak beruntung waktu tes penempatan kelas jadi, ia pun terdampar ke kelas 3-7.

 Terkadang Sowon merasa bersyukur bisa ada di kelas 3-7 yang anaknya tidak terlalu memikirkan nilai dan persaingan berbeda dengan kelas unggulan yang anak-anaknya mengeluh depresi karena kebanyakan belajar untuk bersaing nilai.  Sowon dengar suasana di kelas unggulan sangatlah dingin tidak ada solidaritas diantara para penghuni kelasnya karena mereka terbiasa memikirkan nasib diri mereka sendiri. Bukankah itu cukup mengerikan?

 “Selamat siang semuanya.” akhirnya Jung saem masuk ke kelas, Chaekyung langsung mempercepat gerakannya dalam menulis dan sepertinya Chaekyung masih kurang banyak.

 “Ketua kelas tolong kumpulkan PR dari semua anak! Yang belum mengerjakan atau belum selesai silakan berdiri di belakang!” instruksi Jung saem. Chaekyung langsung panik, sedangkan Sowon hanya terkekeh pelan.

 “Matilah kau!”

0o0

 Seungcheol menilik ponselnya, yang memang sudah hampir seharian tidak ia lihat ada beberapa pesan dari ibunya namun, Seungcheol tidak begitu tertarik dengan pesan-pesan itu. Seluruh atensinya tertuju pada tanggal yang tertera di layar ponsel pemuda Choi itu.

 “4 april.” eja Seungcheol, kemudian ia tertawa getir lantas ia semakin mempercepat langkahnya untuk keluar dari area sekolah.

 ‘Ara tunggu aku’ batin Seungcheol.

0o0

 Di perjalanan menuju halte, Chaekyung tidak henti-hentinya mengoceh, ia terus mengumpat pada Han saem dan Jung saem atas hukuman yang tadi ia terima.

 “Huh…untung saja tadi, aku menyalin tugas milik Seokmin dengan cepat!” ujar Soonyoung tenang bertujuan untuk memanas-manasi Chaekyung yang tadi dihukum Jung saem.

 “Cih! Menyontek saja bangga! Aku tidak yakin kalau kau ini pewaris Hanguk Grup, yang otomatis pemilik dari sekolah ini!” cibir Chaekyung sebal, untuk informasi Soonyoung sebenarnya adalah anak dari pemilik Hanguk Grup, banyak yang mengira jika Soonyoung ini adalah anak pungut XD tapi sepertinya Soonyoung bukanlah sang pewaris dari Hanguk Grup, mungkin kakaknya-lah yang akan mewarisi-nya.

 “Haha…kau juga menyontek pada Sowon! Aku bahkan lebih tidak percaya lagi kalau kau ini anak dari dokter bedah plastik terbaik di Korea!!” cibir Soonyoung tak mau kalah.

 “Sudah-sudah sesama penyontek tidak boleh saling bertengkar.” lerai Sowon.

 “Diam kau!” bentak Chaekyung dan Soonyoung bersamaan, Sowon pun akhirnya memilih diam. Mereka berjalan dengan diliputi kesunyian, Sowon sebenarnya sangat ingin tertawa melihat tingkah kedua sahabatnya itu tapi ia masih sayang nyawa.

Bahkan derap suara langkahmu, membuat jantungku berderu dengan kencang…

 Choi Seungcheol ia lewat di depan Sowon, ia berlari begitu saja tanpa menghiraukan eksistensi Sowon. Rasanya amat sakit walau Sowon sudah sering mengalami hal ini tapi entah mengapa semakin hari sakitnya semakin perih.

Dan kurasa aku hanyalah sebutir debu bagimu…

 “Hei! Sowon kau tidak apa-apa?” tanya Chaekyung khawatir ketika mendapati Sowon melamun.

 “Ah..nde nan gwenchana. ” jawab Sowon gugup lantas kembali melamun.

 “Ah…kudengar orang tua Seungcheol bercerai belum lama ini. Ibunya akan menikah lagi dengan salah satu pengusaha terkenal.” ujar Soonyoung, bukan hal tabu jika ia tahu tentang gosip- gosip yang mengudara di kalangan pengusaha papan atas Korea karena jika di luar sekolah ia akan bergaul dengan anak-anak pemegang saham padahal sebenarnya ia benci itu.

 “Wah kasihan Seungcheol.” Chaekyung menimpali ujaran Soonyoung sepertinya mereka sudah lupa bahwa mereka tadi sedang bertengkar.

 “Hmm…pantas saja kau begitu dingin Seungcheol-ah kau pasti menanggung rasa sakit yang begitu banyak…”

 Saat Chaekyung dan Soonyoung mengobrol dari timur ke barat dan melupakan pertengkaran mereka, Sowon hanya diam. Ia memikirkan tentang Seungcheol, laki-laki itu telah meracuni pikirannya, mengambil alih seluruh ruangan dalam hati dan pikiran Sowon.

 “Chaekyung-ah Sowon-ah apa kalian mau pulang denganku saja?” tawar Soonyoung, ketika mereka bertiga tiba di depan mobil jemputan Soonyoung.

 “Ck…lain kali bawalah salah satu koleksi mobil sportmu ke sekolah lalu kau baru mengajakku untuk pulang bersama!” canda Chaekyung.

 “Haha…shireoooo…kalau aku bawa mobil bagus aku hanya mau memberi tumpangan pada Sowon! Sowon kan cantik tidak sepertimu Yoon Chaekyung!” Soonyoung malah meledek Chaekyung dan membuat gadis dengan pony tails itu kesal dan hampir memukulnya namun, Soonyoung lebih dulu masuk ke mobil.

 “Ishhhhh…dasar Kwon Soonyoung bodoh! Menyebalkan!” erang Chaekyung saat mobil beraudi hitam itu melaju menjauhi Sowon dan Chaekyung.

 “Dasar laki-laki gila!…”

“…Sowon-ah kau mau pulang naik taxi atau bus?” tanya Chaekyung.

Hening, tidak ada jawaban dari Sowon.

 “Sowon?”

Masih hening…

 “Kim Sowon!” kini intonasi Chaekyung lebih tinggi dan membuat kesadaran Sowon kembali seutuhnya.

 “Eh…iya apa kau memanggilku?” sudah Chaekyung duga, Sowon memang tak mendengarkannya sama sekali membuat Chaekyung khawatir saja.

 “Sowon-ah, lebih baik kau pulang naik taxi saja bersamaku atau kau telpon saja Sora eonnie suruh dia menjemputmu!” suruh Chaekyung dengan nada cemas. Sowon menggeleng lantas tersenyum kepada Chaekyung.

 “Nan gwenchana Chaekyungie.”

0o0

 Jisoo melangkahkan tungkainya ke sebuah rumah megah di daerah Gangnam yang tidak lain adalah rumahnya sendiri. Baru saja Jisoo menapakan kaki di ambang pintu, para pelayan sudah menyambutnya. Membungkukan badan.

 “Tuan muda sudah pulang? Tuan besar dan calon nyonya besar ada di ruang tamu sedang menunggu anda,tuan.” lapor seorang pelayan laki-laki yang umurnya kisaran 50 tahun.

 “Cih…calon nyonya? Apa peduliku?” seperti itulah Jisoo jika sudah disinggung pasal calon ibu barunya. Menurutnya calon ibu barunya itu adalah perusak rumah tangga orang, karena orang itulah ibu Jisoo sakit dan akhirnya meninggal. Jisoo benci calon ibu tirinya dan Jisoo benci ayahnya.

 “Jisoo, apa kabarmu nak?” tanya Nyonya Lee -calon ibu baru Jisoo-. Jisoo hanya membuang muka kemudian berjalan dengan congkaknya melewati Tuan Hong dan nyonya Lee.

 “Hong Jisoo! Mana sopan santunmu?!” Tuan Hong yang diperlakukan tidak sopan oleh anaknya sendiri pun angkat bicara. Menurutnya, kelakuan Jisoo kali ini sudah di luar batas.

 “Cih! Aku tidak sudi menunjukan sopan santunku kepada wanita yang telah menyakiti ibuku!” ujar Jisoo sarkas kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamar.

 “Dasar anak tidak tahu malu! Kalau kesabaranku sudah habis akan kukirim kau ke luar negeri!” bentak Tuan Hong dari kejauhan, Jisoo yang sedang menaiki tangga pun mengurungkan langkahnya.

 “Kenapa tidak langsung saja mengirimku ke tempat ibu sekarang?” senyum miring tertoreh jelas di wajah tampan Jisoo yang mana membuat Tuan Hong dan Nyonya Lee membulatkan mata tak percaya dengan apa yang dikatakan Jisoo.

 “Dasar anak kurang ajar! Baiklah kalau itu maumu akan kukirim kau ke tempat ibumu! Lagipula aku juga sudah muak melihat wajahmu yang sangat mirip ibumu itu!” Jisoo hanya diam kembali berjalan menuju kamar, seakan-akan kata-kata menyakitkan yang ayahnya lontarkan kepadanya tak terdengar oleh rungu Jisoo lagi.

Drttt…drtttt…

Satu pesan dari Sowon. Jisoo langsung tersenyum lantas membaringkan tubuhnya di kasur. Mulai membaca pesan dari gadis yang sudah lama ia sukai.

From : Sowonieeee ❤

Jisoo-ya apa kau sudah sampai rumah? Kalau kau kesepian ke rumahku saja! Eommaku mengundangmu untuk makan malam di rumah kami. Kau harus datang ya! Wajib!

 Sowon adalah satu-satunya penyemangat dalam hidup Jisoo, ia tidak tahu akan seperti apa dirinya jika ia harus kehilangan gadis pemilik senyum manis itu. Tidak, Jisoo yakin ia tidak akan kehilangan Sowon karena ia akan selalu menggenggam Sowon apa pun yang terjadi.

Sowon-ah aku tidak akan pernah melepaskanmu karena aku sangat mencintaimu…

To be continued…

Author’s note :

Kikuk~ Dian balik lagi bawa ff yang entahlah ini…/wkwkwkwk/ insya allah di chap.3 bakalan keluar semua konfliknya 🙂 maaf kalau chap. 2 garing kriyak-kriyuk bikos mau aku lanjut terus takut nanti pada males bacanya gara-gara kepanjangan XD ini juga udah + 1700 word. Review-nya ditunggu karena aku juga baru terjun ke dunia tulis menulis :). Buat kemarin chapter 1 makasih buat yang udah komen + like + review 😉

O…ya kemarin-kemarin aku baru bikin akun wattpad ^ ^ jadi buat readers yang punya akun wattpad bisa tulis username-nya di kolom komentar nanti kapan-kapan aku follow kalau ada kuota hehehe 😀 tapi aku juga berharap di-follback loh! 😉 soalnya aku punya rencana buat lanjutin ff ini di wattpad *kayanya*

Nama akun wattpad Dian : naa_dia7

Dan maaf ya…kalau mungkin aku late respon komenan readers :’) soalnya aku minim kuota :’)

Jangan lupa komen ya…satu komen kalian itu bagai oksigen dan buat aku semangat buat nulis terus 🙂 belajarlah untuk menghargai karya orang lain okey :).

Regards

Dianaa~

Iklan

2 thoughts on “[SVT FREELANCE] – [Chaptered] Sunshine (Part 2)

  1. Aih, entah ini cuma feelingku aja atau gimana, kok aku ngerasa kalau bentar lagi Sungcheol bakal saudaraan sama Jisoo ya? Entah pemikiran dari mana ini xD Oh ya kak, aku pernah baca di artikel kalau di Korea itu anak SMA gk boleh bawa mobil / kendaraan sendiri, soalnya di sana umur resmi dewasa itu 20 tahun, kalau di Indo kan 17 ehe 😀 Tapi gk papa sih, terserah kakak aja, aku mah apa yg cuma reader abal-abal :v Atau mungkin tadi si Hoshi dijemput sopir??? Maaf kak, aku kurang mimi bening makanya agak lola xD

    Dan kenapa Jisoo begitu sama Papanya huweeeeee aku susah bayangin om Josh ngamuk-ngamuk xD Lagian tuan Hong juga jahat banget sih, masa mau kirim Jisoo ke tempat ibunya. Ntar Jiyo sama siapa??? //lalu dibalang// Ecieee yang habis minjemin topi buat Sowon, ecieeeee yg cinta banget sama Sowon, tetep bilang cieeee aja deh meskipun hati ini cenat-cenut //lalu dibalang lagi//

    Oh ya, menurutku peran babeh sekop di sini masih minim, jadi kesannya kayak lebih fokus ke Sowon – Jisoo hehehe. Tapi its oke soalnya ini masih chapter-chapter awal, jadinya masih butuh proses kan ya :))))

    Duh kak, maaf kalau aku cerewet 😀 Ditunggu next chapter ya ^^

    Keep writting ❤ <3<3

    Suka

    1. Hmmm….apakah om josh dan babeh skup akan bersaudara? Kita lihat saja nanti/smirk evil wkwkwk/
      Ceritanya hoshi dijemput kak hehehe maaf ya tulisanku masih ambigu 😀
      Jisoo emang durhaka, kak makanya tuh Jisoonya cepet-cepet kardusin terus kak Jiyo bawa pulang jangan lupa dikasih kultum ttg akibat durhaka pada ortu/wkwkwkwk/ XD
      Di chap awal aku mau fokus sama Jisoo-sowon dulu kak soalnya kan Skups ceritanya sebel sama Sowon jadi nunggu miracle dulu biar mereka ada momen bakal engga lucu kalau aku lngsung bikin momen mereka hehe 😀
      Ga papa kak aku suka komenan readers yang panjang 🙂 i like it 😀 soalnya aku juga kalau komen dilapak orang panjang kaya oneshoot kak XD
      Eh,lupa ngomong : makasih kak sudah berkunjung dan komen maksih banget deh hehehe~

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s