[Alone; All One; Al1] Satu Jawaban Pasti

Satu Jawaban Pasti

From. Alice

Woozi |Vignette|School life|Teen|

Disclaimer: terinspirasi dari kehidupan kampus 

Just one definite answer.”

Jarum jam menunjukkan lima belas menit lagi menuju pergantian hari, tapi pekerjaan yang harus Woozi lakukan tak memandang hari berganti atau tidak. Sebenarnya Woozi tak berencana untuk bekerja hingga larut, tapi Profesor Jung—dosen pembimbing—yang menyarankan Woozi untuk melakukan PCR pada kultur tanaman penelitiannya. Tentu ini suatu kemajuan, langkah menuju akhir penelitiannya semakin dekat. Meski tak ada rencana untuk menginap di lab selama liburan semester ini, asalkan penelitian tugas akhirnya selesai, apa pun akan Woozi lakukan. Pria Busan seperti dirinya akan melakukan hal terbaik untuk mendapatkan hasil yang membanggakan.

Aigoo, ini kapan selesainya?” keluh Seungkwan yang sedang mencuci cawan petri, labu Erlenmeyer, dan alat gelas lain yang sudah dipakai. Salah dirinya sendiri yang lebih memilih ikut trip lima hari ke Thailand padahal dirinya dikejar deadline hasil penelitian oleh pembimbingnya. Tipikal Seungkwan, ia tak ingin melewatkan diskon dan ia harus jadi bagian anak hits Busan. Pembenarannya, sih, sambil menyelam minum air. Tapi, apa jawaban yang bakal kau katakan saat dosenmu meminta hasil kultur tanaman padahal semua kultur tanamannya terkontaminasi bakteri dan jamur? Ah, no comment. Hanya Seungkwan yang tahu jawabannya.  “Oh Tuhan… kapan ini berakhir?”Seungkwan mencurahkan isi hatinya dalam sebuah nyanyian.

“Penelitian bakal beres, kok,” sahut Wonwoo yang duduk di meja pojok kiri Lab Fisiologi Tumbuhan, berseberangan dengan tempat duduk Seungkwan yang sedangn mencuci. “Kalau dikerjakan.” Ia mengakhiri kalimatnya dengan tawa garing.

Ingin rasanya Woozi melempar cool box (berisi es dan sampel yang akan di PCR) ke kepala Wonwoo. Temannya itu memang public enemy, padahal penelitiannya sudah selesai, tapi ia betah menginap di lab demi dapat akses wifi kecepatan tingkat tinggi untuk bermain online game. Asdfghjkl! Alasan yang tidak ilmiah dan bukan suatu panutan. Unfortunately, ia seorang mahasiswa berprestasi Pusan National University melalui penelitiannya di bidang molekuler dan fisiologi tumbuhan.

“Won, kamu mau cawan petri atau Erlenmeyer?” tanya Seungkwan. “Biar ku lempar ke wajahmu itu!” Wonwoo tertawa garing, tak melepaskan pandangan dari layar smartphone miliknya.

Guys, kok aku pusing,” tanya Jun di depan pintu lab. Sepertinya ia baru selesai kerja di ruang steril.

Seungkwan mendelik. “Kayaknya semua orang yang ada di ruangan ini pada pusing semua, deh, Jun,” sahut Seungkwan. “Tuh, kecuali si public enemy!

“Sungguh, bro. Ini literally pusing,” kata Jun memijit pelipisnya.

“Iya, bro. Perutku juga sakit, maka dari itu aku terbangun dari tidur nyenyakku,” sahut Dokyeom yang baru keluar dari ruang istirahat lab.

“Iya-in aja biar cepat,” kata Seungkwan menimpali.

Dokyeom dan Mingyu ikut menginap di Lab Fisiologi setelah pulang mengambil sampel air dan beberapa crustaceae di pantai. Mereka tidak mau ambil resiko menginap di Lab Ekologi yang letaknya agak tersembunyi di seantero Fakultas Biologi. Lebih baik menumpang di Lab Fisiologi yang penghuninya terkenal rajin menginap di kampus.

“Ada apa ini? Pusing di tengah malam? Sakit perut di tengah malam? Cuci gelas di tengah malam?” Seungkwan menghibur dengan nyanyiannya. “Kapan ini akan berlalu… O o… Er—tunggu! Apa ini pertanda bahwa kita sebentar lagi bakal lulus?”

Wonwoo menoyor kepala Seungkwan. “Buat dulu kultur tanaman yang gak terkontaminasi baru bisa lulus!”

“Sombong!” balas Seungkwan menoyor Wonwoo dengan tangan yang penuh sabun.

Woozi berdecak-decak. “Kalian mau tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan Seungkwan?” Woozi angkat bicara. “Semua orang di Geumjong-Gu juga tahu jawaban dari pertanyaan Seungkwan,” tambahnya. “Just one definite answer.”

Seungkwan menghentikan aktivitas mencucinya, Dokyeom membuka lebar matanya, Jun menatap Woozi sambil memijat pelipisnya, Wonwoo mendongak dari smartphone-nya.

“Makan!”jelas Woozi. “Kalian lapar! Otak kalian tambah kacau kalau tidak diisi makanan,” tambah Woozi setelah mengambil sampel-sampelnya dari alat PCR. “Ayo, kita makan!”

“Asdfghjkl! Aku kira apa!” cemooh Seungkwan. “Hm, aku memang lapar, sih.”

“Kalian pada mau makan?” Mingyu setelah ia bangun tidur. “Aku ikut.”

Kajja,” Seungkwan  menyudahi kegiatan mencucinya kemudian berjalan menuju mejanya untuk mengambil dompet.

“’Yuk kita makan!” pekik Wonwoo antusias. “Malam ini Woozi yang traktir!”

Yeay!” koor Seungkwan, Dokyeom, Mingyu, Jun, dan Wonwoo bersemangat.

Untunglah  malam ini tidak berakhir dengan Woozi yang melempar microtube ke semua teman asdfghjkl-nya itu. Notifikasi pesan yang diterima Jun berhasil menyelamatkan mereka dari amukan Woozi dan berhasil membuat pusing yang diderita Jun hilang seketika. Jun pun mengatakan bahwa ia yang bakal mentraktir late night snack malam ini. Semua ini berkat  dosen pembimbing Jun yang baru saja  mengirim pesan bahwa Jun bisa ikut seminar hasil penelitian minggu depan. Kabar baik tersebut mengawali perjalanan mereka menuju tenda Pak Guan di persimpangan jalan belakang kampus.  Jawaban ‘ya’ dari para dosen pembimbing jika menyangkut penelitian atau seminar hasil penelitian adalah jawaban pasti yang bakal membuat seluruh mahasiswa merasa lega bahwa perjalanan menjadi bachelor atau master atau doctor semakin dekat.

[Foto-1]

Semoga kami juga bisa segera seminar hasil penelitian kemudian wisuda.”

– Woozi

[Foto-2]

“Daging panggang untuk menyejukkan hati dan pikiran.”

– Seungkwan

“. . .”

– Wonwoo

Thanks, God. My life is so beautiful.

– Jun

Yeay! daging panggang gratis!”

– Dokyeom

“Aku lapar. Sangat.”

– Mingyu

Notes:

PCR (Polymerase Chain Reaction; teknik perbanyakan DNA secara enzimatik)

Dosen Jun sedang berada di luar negeri sehingga perbedaan waktunya hampir 12 jam

Terima kasih atas apresiasinya 

Iklan

One thought on “[Alone; All One; Al1] Satu Jawaban Pasti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s