[Alone; All One; Al1] AFFAIR

[ALONE] AFFAIR - Minerva Renata

AFFAIR

 

-oOo-

“How can something so wrong feel so right?”

-oOo-

 

“AFFAIR” by MINERVA RENATA

Starring by KIM MINGYU (SEVENTEEN), AZZALEA KIM (OC)

ROMANCE, HURT, SLICE OF LIFE | PG-17 | VIGNETTE

.

Based on prompt :

“Another chapter of my life began since I met you”

.

Percayalah!

Adalah sebuah hal yang mustahil jika kau pernah menjumpai kesunyian di sudut-sudut La Froridita.

Setiap jengkal bar tua yang terkenal seantero Old Havana itu selalu dipenuhi dengan musik bergenre son khas Kuba yang dibawakan oleh band-band lokal di atas panggung dengan volume keras. Belum lagi sekumpulan orang dari berbagai macam ras yang tampak bebas menari di lantai dansa tanpa mempedulikan lagi bagaimana padatnya kondisi bangunan berbentuk huruf L itu.

Semua orang tahu jika La Froridita sama sekali bukanlah pilihan tempat yang tepat untuk mencari ketenangan. Namun bagi seorang gadis dengan pikiran kalut seperti Azzalea Kim, tampaknya tak ada yang lebih baik daripada sebuah bar untuknya saat ini, tempat dimana ia bisa melupakan sejenak beban berat di dalam rongga kepalanya seiring dengan bermili-mili cairan alkohol membelai kerongkongan.

“Mojito, please!”

Gadis bersurai hitam legam itu sedikit berteriak kepada seorang pria paruh baya yang tengah sibuk meracik minuman di balik meja bar, mencoba mengalahkan bolero tua bertajuk ‘Si Tu Te Vas’ yang kini mengalun kencang dari balik pengeras suara.

“As usual?”

“Yeah!”

Terhitung sudah seminggu lamanya Azzalea menginjakan kaki di tanah Havana, dan selama itu pula ia tak pernah absen untuk mengunjungi La Froridita ketika hari telah beranjak malam. Uncle Sam, sang bartender ramah berusia pertengahan abad itu pun juga hafal betul apa yang diinginkan oleh si gadis Kim. Segelas—atau lebih—cocktail Mojito dengan kadar rum tinggi yang hanya dipadukan dengan perasan limun dan serutan es. Azzalea memang tak berniat untuk menyamarkan rasa pahit yang ditimbulkan oleh rum tersebut dengan menambahkan campuran air soda, gula, ataupun daun mint, karena gadis bermanik mata jernih itu hanya ingin cepat mabuk dan melupakan sejenak masalah demi masalah yang seakan-akan kini tengah menggerogoti seluruh sel otaknya.

“Thankyou, Uncle.”

Azzalea tersenyum singkat ketika Uncle Sam menyodorkan segelas cocktail Mojito pesanannya. Gadis itu meyakini bahwa malam ini pasti akan berakhir seperti malam-malam sebelumnya, dimana ia akan tidak sadarkan diri seusai menenggak habis belasan gelas Mojito dan Uncle Sam berbaik hati memesankan sebuah taksi untuk mengantarkannya kembali ke hotel.

“Leah!”

Tiba-tiba, sebuah suara bernada tegas yang teramat sangat familiar terdengar samar diantara lirik-lirik mengancam ‘Si Tu Te Vas’ yang masih mengalun kencang, sontak hal itu membuat sekujur tubuh Azzalea pun seketika meremang hebat. Belum sempat gadis itu menyesap Mojito miliknya barang setetes, namun ia sudah tahu pasti bahwa malam ini tidak akan berakhir sama seperti malam-malam sebelumnya.

“Why did you go so far away?!”

Kini, Azzalea hanya dapat diam membisu. Gadis dengan setengah darah British mengalir dalam tubuhnya itu tak pernah menyangka bahwa sesosok pria bergaris wajah tegas yang selama seminggu ini benar-benar ia hindari malah akan berada tepat disampingnya dalam jarak yang hanya dipisahkan oleh bentangan udara.

-oOo-

Berhasil meloloskan diri dari kerumunan orang-orang yang mulai menari dengan brutal di bawah pengaruh minuman beralkohol, langkah Azzalea pun kini terhenti di sebuah gang sempit dan gelap di belakang bangunan La Froridita.

“Lepaskan aku, Kim Mingyu!”

Azzalea berusaha sekuat tenaga untuk membebaskan pergelangan tangannya dari cengkraman kuat sesosok pria jangkung bernama Kim Mingyu yang sedari tadi telah memaksanya keluar dari hiruk-pikuk La Froridita. Gadis itu sama sekali tak gentar untuk tetap meronta meskipun ia juga tahu bahwa apa yang tengah dilakukannya kali ini hanya sia-sia belaka.

“Jelaskan alasan mengapa kau tiba-tiba pergi meninggalkanku, Leah!”

Mingyu bagaikan menulikan kedua telinganya. Pria bersorot mata tajam itu memilih untuk tetap menahan pergelangan tangan Azzalea, bahkan juga membuat satu sentakan cepat yang berakibat dengan semakin terkikisnya jarak diantara mereka.

“Kurasa kau sudah tahu alasan di balik semua tindakanku,” ujar Azzalea sembari memandang jauh lurus ke depan dengan tatapan kosong. “Aku sadar apa yang telah kita lakukan sejauh ini adalah sebuah kesalahan besar, Kim,” lanjutnya dengan tetap mempertahankan nada bicara yang terkesan dingin dan menusuk.

Mingyu pun seketika mengusap wajah dengan kasar menggunakan sebelah tangannya yang bebas. Pria itu sama sekali tak menampik fakta bahwa kini ia mulai frustasi dalam menghadapi gadis keras kepala yang ada dihadapannya itu.

“Tatap aku, Leah! Kau—”

“Kim Mingyu! Sampai kapan kau akan terus menanamkan pemahaman di dalam otakku bahwa hubungan terlarang yang sedang kita jalani ini adalah sebuah kebenaran?”

Azzalea benar-benar tak ingin lagi mendengar sepatah kata pun keluar dari bibir Mingyu. Sudah cukup pria itu melontarkan kalimat-kalimat manis demi meyakinkan dirinya bahwa hubungan perselingkuhan yang kini terjalin diantara mereka sama sekali bukanlah sebuah kesalahan.

Jika waktu memang dapat diputar kembali, mungkin Azzalea akan memilih untuk tidak menghadiri acara pertunangan sahabatnya, Claudine, sehingga ia pun tak perlu bertemu dan jatuh cinta sedalam juga sesalah ini kepada Mingyu.

“Tetapi faktanya kita memang saling mencintai, Leah! Apa yang salah dengan hal itu?” ujar Mingyu yang tampak tak terima dengan pernyataan Azzalea.

“Memang benar saat aku mengatakan bahwa aku sangat mencintaimu.” Azzalea mengambil jeda beberapa detik guna menyapu kasar lelehan lambat liquid bening yang sedari tadi telah ia tahan mati-matian di ujung pelupuk mata. “And when I told if another chapter of my life began since I met you, it’s true!…”

Azzalea mengakui bahwa semenjak bertemu dengan seorang Kim Mingyu, lembaran hidupnya terasa kian baru. Gadis itu berangsur-angsur mulai melupakan hari kemarin—dimana banyak luka menyakitkan yang tertoreh di dalamnya—dan semakin sering memimpikan tentang hari esok.

Intinya, kehadiran Mingyu membuat Azzalea merasa menjadi jauh lebih hidup.

“…tetapi ternyata aku terlalu serakah dalam mencintaimu. Cinta ini telah membutakan dan mengubahku sepenuhnya menjadi sesosok monster mengerikan yang begitu tega mengkhianati sahabatku sendiri dengan menjalin hubungan terlarang dengan tunangannya.”

Dwimanik Azzalea mulai bergerak memindai, merekam setiap inchi wajah tampan Mingyu untuk terakhir kali, sebelum pada akhirnya ia pun memilih opsi untuk menghapus segala bentuk kenangan yang pernah dimilikinya bersama pria itu.

Do you know how can something so wrong feel so right, Kim?” tanya Azzalea sembari mengulas senyuman getir di atas bibir merah ranumnya.“Because we had the right love at the wrong time.”

-oOo-

 

 

 

Iklan

7 thoughts on “[Alone; All One; Al1] AFFAIR

  1. Entahlah apa Azzalea ata Mingyu yg agak zialan di sini wkwkwk /dikeplak/ But ini sedih sekali kak huweee gk nyangka Leah harus jadi… perusak hubungan secara tidak sengaja, mungkin? 😂😂 (Aku ini ngomong apa 😑) Tapi nih kak, siapa juga yg bisa nolak pesona Si Item meskipun ujung2nya harus putus demi kebaikan bersama…….. Kalo aku mah mau bgt meskipun kudu khianati sahabat sendiri /GA/dikeplak season 2/

    Btw nice fic & keep writting kak Mine 💕💕💕

    Disukai oleh 1 orang

    1. Bener….
      Pelet gigi taring Mingyu mah selalu sukses bikin ciwi mana aja klepek klepek…

      EeEeeeeeEeeE..
      Hayo Ji milih khianatin temen yaaa..

      …Aku mah juga gitu kalo cowoknya modelan Mingyu wkwkwk /canda/

      Btw makasih yaaa udah sempetin mampir 🙂

      Suka

  2. Huhu nyesek :” ini so galaoo ceritanya, kakak. 😭 apalagi nyangkut sahabat sama cemceman (?) tapi apalah daya kita ga bisa nentuin mau suka sama siapa yeekan? Cinta mah ga bisa di kira-kira jatuhnya entar ke siapa /eeaa/
    Kalimat terakhir ngena banget tuh kak. Joha joha 😍 nice fic, kak 👍

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s