[SVT FREELANCE] – [Ficlet] Of Making Lunch and Delivery Order

Of Making Lunch and Delivery Order

Jeon Wonwoo (SVT) & Jung Sooyeon (OC)

Ficlet

Fluff (with little bit comedy) ~ General

Amongus’s Story

~I own the plot. Enjoy it and happy reading!~

Dan tidak ada hal yang menyebalkan bagi liburan Sooyeon ketika sudah mendengarkan bunyi itu. Sooyeon benci mendengar bunyi itu.

***

Sooyeon duduk menonton acara kesayangannya dengan ditemani semangkuk besar keripik kentang favoritnya yang setengah dari isi mangkuk itu sudah berpindah ke dalam perutnya. Sooyeon merasa bahwa ini adalah liburan musim panas terbaiknya.

Siapa yang tidak senang ketika mendengar liburan?

Duduk santai menonton acara kesayangannya sambil menikmati udara musim panas yang meyegarkan. Tidak ada teriakan-teriakan atasan yang mengatakan ini salah itu salah. Tidak ada deadline yang harus dikejar. Tidak ada lingkaran hitam yang akan menghiasi kedua bola matanya akibat pekerjaan yang menumpuk. Tidak ada Sooyeon yang tidur hanya tiga jam sehari.

Prang!

Dan tidak ada hal yang menyebalkan bagi liburan Sooyeon ketika sudah mendengarkan bunyi itu. Sooyeon benci mendengar bunyi itu.

“Won! What are you doing in my kitchen?”

Sooyeon memutar kedua bola matanya. Dia bangkit dari sofa empuknya dan dengan-sangat-berat hati dia mematikan TV-nya dan meninggalkan sisa keripik kentang yang baru mengisi pinggiran perutnya. Sooyeon dengan enggan-tapi harus-berjalan dengan kecepatan maksimal yang dia miliki menuju dapur sebelumnya dapurnya itu tidak terselamatkan lagi.

Mata Sooyeon membulat dengan sempurna setelah melihat apa yang sedang menimpa dapurnya.

Oh, God. Apa yang telah diperbuat orang bodoh ini?

“Won, apa yang terjadi disini?”

Sedangkan orang yang berada di hadapan Sooyeon sambil memegang spatula hanya memamerkan barisan gigi putih dengan matanya yang tidak lebih tebal dari sebuah tusuk gigi ketika melihat Sooyeon yang mulai marah. Atau sebenarnya sudah benar-benar marah.

“I was making lunch for you.”

“Lunch? A trouble actually.”

Orang itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sepertinya apa yang dikatakan Sooyeon benar juga. Orang itu melihat ke meja hasil eksperimennya.

Ups… Tidak bisa dibayangkan betapa kacaunya keadaan dapur itu sekarang. Kulit telur berserakan kemana-mana, sayur hijau yang semula segar sekarang lebih pantas disebut sampah, dan peralatan masak yang kacau balau.

Sorry. Aku mungkin harus banyak belajar.”

Sooyeon memutar kedua bola matanya-lagi-lalu beranjak meninggalkan orang itu sendirian. Tidak perlu berpikir lama bagi orang itu untuk mengikuti langkah Sooyeon sambil melepas apron yang dia pakai dan membuangnya sembarang.

Dia harap bahwa apron itu tidak membuat dapur itu terlihat lebih hancur.

Sooyeon kembali duduk diposisinya tadi. Dia sudah melewatkan acara kesayangannya dan dia tidak berniat lagi menyalakan TV-nya setelah apa yang dilihatnya tadi.

“Sooyeon, aku benar-benar berniat untuk membuatkan makan siang untukmu. Aku hanya perlu sedikit latihan dan semuanya akan terlihat lebih baik.”

“Terserah kau saja. Aku tidak peduli.”

“Kau belum makan sejak tadi pagi. Ini sebenarnya bukan makan siang. Ini makan pagi. Kau harus segera mengisi perutmu yang kosong itu dengan makanan berat. Bukan dengan sesuatu garing yang punya banyak rasa dan tidak menyehatkan.”

“Jangan libatkan keripik kentang dalam hal ini.”

Kali ini Wonwoo-orang itu-mendesah nafasnya pelan. Dia lupa akan satu hal bahwa Sooyeon akan langsung menjadi sensitif jika itu sudah menyangkut tentang keripik kentang kesayangannya itu.

“Oke. Tidak ada keripik kentang. Keripik kentang itu renyah tapi membosankan.”

Sooyeon menatap Wonwoo dengan death glare yang bisa membuat Wonwoo benar-benar mati muda detik itu juga. Wonwoo langsung menaikkan tangannya seolah-olah dia sedang mengunci mulutnya.

“Aku akan menggantikan makan siang ini dengan menu istimewa dan aku yakin tidak membuat dapurmu menjadi berantakan. Sedikit agak berantakan.”

Rasanya ingin sekali Sooyeon menghantam kepala orang itu dengan apapun yang bisa membuat otak orang itu sedikit lebih waras. Hanya saja Sooyeon masih mengingatkan dirinya untuk menjadi warga negara yang baik yang namanya bersih dari segala tindakan kriminal.

Tidak lucu apabila dia harus membunuh seseorang hanya karena membuat dapurnya hancur.

“Apa yang akan kau lakukan?”

Wonwoo memandang Sooyeon dengan mata berbinar dan senyum yang Sooyeon tidak tahu apa artinya. Sooyeon menebak bahwa orang itu akan memberikannya sedikit ‘kejutan’ yang tidak bisa disamakan dengan surprise party sweet seventeen yang dilakukan oleh Wonwoo beberapa tahun yang lalu.

“Delivery order!”

-END-

Iklan

2 thoughts on “[SVT FREELANCE] – [Ficlet] Of Making Lunch and Delivery Order

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s