[SVT FREELANCE] – [Chaptered] Rhone and Arve (Part 1)

Rhone & Arve (Chapter 1)

A story by –whitelil–

Main Cast :      • Seventeen Kim Mingyu

  • WJSN Cheng Xiao

Other :             • NCT Jung Jaehyun

  • Pristin Joo Kyulkyung
  • BTS Jeon Jungkook
  • GOT7 Kim Yugyeom

Genre : School Life, Romance

Rating : PG-15

***

(Cheng Xiao POV)

Apa kau pernah mendengar tentang ‘Rhone dan Arve’? Dua anak sungai di Geneva, Switzerland yang selalu bertemu tapi tak pernah bisa bersatu.

Dan hari ini, aku ingin menceritakan kisahku…

***

Aku ingat hari itu hari pertama masuk sekolah. Sebagai siswa pindahan sekaligus seorang foreigner, kalian tentu paham perasaan tak nyaman yang aku rasakan. Kalian pun akan merasakannya jika berada di posisiku. Berkali-kali aku merasa gugup padahal aku belum tahu seperti apa rasanya bertemu siswa-siswi di Korea secara langsung.

Pagi hari, aku menaiki bus dari halte dekat komplek rumahku menuju ke sekolah. Suasana pagi itu cukup ramai, cukup membuatku tak kebagian tempat duduk. Aku juga melihat beberapa siswa berseragam sama denganku. Hari ini hari pertama tahun ajaran baru, jadi bukan hanya aku yang akan jadi siswa baru di sekolah.

GRAB! Terdengar suara sebuah tangan yang ditarik dengan kasar dari arah belakangku. Aku sontak menoleh dan mendapati seorang siswa berseragam sama denganku, juga seorang pria asing. Siswa itu langsung memelintir tangan si pria asing hingga terlepas lah sebuah dompet dari genggaman tangannya.

Aku sontak terbelalak kaget karna dompet tersebut tak lain adalah dompetku. Dan di detik berikutnya, siswa tersebut menendang si pria asing hingga jatuh tersungkur di lantai bus. Aku yang sudah berniat berjongkok untuk mengambil kembali dompetku segera menutup mulutku karna terkejut. Ku urungkan niat tersebut. Semua mata penumpang kini memandangi dua orang tersebut dengan ngeri.

Dengan lihainya, siswa tersebut menarik tangan si pria hingga ke belakang tubuhnya, lalu ia mengeluarkan borgol dari dalam tasnya. Aku lagi-lagi terkejut. Bagaimana mungkin seorang siswa berseragam memiliki sebuah borgol? Itu jelas hal yang dianggap ilegal. Tapi saat ini, jujur aku tak perduli darimana ia mendapatkan borgol itu. Yang penting siswa itu berhasil menangkap si pelaku kejahatan. Belakangan aku tau dari dirinya jika borgol itu milik ayahnya yang merupakan seorang chief di kepolisian Hongdae.

Siswa tersebut meraih dompetku lalu mengembalikannya dengan penuh manner. Aku refleks melakukan bow di hadapannya.

Gomapseumnida” ucapku dengan sangat formal karna aku menghargainya.

“Lain kali kau harus lebih berhati-hati” ucapnya dengan suara yang berat.

Nde

Saat berhenti di halte terdekat dari sekolah, siswa itu membawa si pria asing tadi menuju pos polisi untuk melaporkan kejadian pencopetan tersebut. Tentu saja aku mengikutinya, karna akulah korbannya. Dan ia cukup cerdas dengan melepas borgol tadi dan kembali memasukan borgol itu ke tasnya. Setelah permasalahan selesai, aku kembali melakukan bow dan berterimakasih padanya. Ia menatapku santai lalu tersenyum.

“Kau sudah tiga kali berterimakasih” ucapnya lalu berlalu dengan santai.

Sesaat kemudian ia berbalik, “dan aku Kim Mingyu, Xiao-ya” ucapnya. Setelah berkata demikian, namja itu kembali berjalan. Entah kenapa, timbul senyum di wajahku.

Aku hanya memperhatikannya dari belakang. Ia sudah tau namaku, dan bahkan memanggil namaku layaknya seorang teman. ‘Xiao-ya’. Ah, siapapun dirimu, “Terimakasih banyak” ucapku sekali lagi. Karna sesungguhnya tadi aku baru dua kali mengucapkan terimakasih padanya.

***

Hari pertama sekolah, rupanya aku cukup sulit beradaptasi. Mereka benar-benar memandangku sebagai seorang foreigner dan aku merasa segan mendekati mereka. Mereka dengan mudahnya sudah memangil satu sama lain dengan ‘teman’. Pergi ke kantin bersama dan menceritakan banyak hal. Sementara aku? Aku hanya berdiam diri di kelas, meminum susu kotak yang tadi aku bawa dari rumah. Aku sengaja karna memang yakin akan malas pergi ke kantin jika sendirian.

“Xiao-ya..” seseorang menyapaku. Ia berdiri di samping mejaku lalu tersenyum. Omo! Bagaimana  mungkin gadis secantik ini menyapaku? Menyapaku dengan nada non formal layaknya seorang teman?

Annyeong” ucapku canggung.

“Joo Kyulkyung” ucapnya mengulurkan tangan. Aku membalas uluran tangannya lalu tersenyum.

“Aku juga seorang foreigner” ucapnya mengejutkanku. Benarkah? Tapi dia berbicara Korea dengan sangat baik.

Jinjja?” aku bertanya seolah tak percaya. Aku akan menjamin jika kalian juga kaget. Pelafalan Korea nya sangat bagus.

Eo. Aku sudah tiga tahun tinggal di Korea. Makanya kau tak perlu heran” yang ia maksud adalah, aku tak perlu heran kenapa ia berbicara bahasa Korea dengan sangat baik.

Dan begitulah pada akhirnya aku bertemu teman pertamaku di Korea. Hingga bertahun-tahun berikutnya aku tetap bersahabat dengannya. Salah satu gadis yang akan dinobatkan sebagai gadis tercantik di sekolah setahun kemudian.

Awalnya memang tetap terasa berat. Kami sama sekali tidak memiliki popularitas. Walaupun Kyulkyung sangat cantik, belum banyak yang menyadari itu dan masih memandangnya sebagai seorang foreigner. Tapi aku tidak terlalu perduli soal popularitas. Aku hanya butuh teman. Dan aku sudah mendapatkannya.

Keesokannya, aku tidak lagi membawa susu kotak. Aku ingin pergi ke kantin bersama Kyulkyung. Dan hingga beberapa hari berikutnya, kami selalu makan bersama di kantin. Hari itu, aku ingat itu adalah minggu kedua kami  bersekolah. Kami pun memesan nasi campur dan jus jeruk lalu duduk di salah satu kursi. Hingga tiba-tiba datanglah 4 orang siswa yang sejak awal sudah terlihat menyebalkan.

Omo omo omo. Lihatlah mereka. Bukankah mereka sangat cantik?” ucap salah seorang dari mereka. Mereka mendekat lalu salah satu dari mereka mulai duduk di sebelah Kyulkyung.

Posisiku memang memunggungi tembok sementara Kyulkyung memunggungi jalanan kantin. Dan, namja yang tadi pertama kali berbicara malah duduk di sebelahku.

Chot haksaeng. Ayo bermain dengan kami nanti malam” aku tak mengerti apa yang mereka maksud dengan ‘main’ disini. Tapi sepertinya bukan sesuatu yang baik.

Mereka memperhatikan wajah kami dengan senyum yang aneh. Aku dan Kyulkyung merasa gugup. Mereka jelas bukan teman kami, sepertinya siswa kelas dua atau tiga. Aku tidak suka yang seperti ini. Kurang ajar pada wanita. Kami mempercepat makan kami agar bisa segera pergi dari sana. Tapi kemudian mereka mulai memainkan rambut kami. Aku rasanya ingin menangis saat itu. Begitupun Kyulkyung.

Aku tak tahu kenapa semua orang di kantin hanya diam menonton kami. Tak ada satupun yang berusaha menghentikan mereka dan menolong kami. Apakah mereka ini orang-orang yang cukup berpengaruh di sekolah?

“Cheng Xiao Xiao” ucapnya membaca name tag ku.

Omo, apa kau seorang foreigner? Ah eottokhae? Aku sangat suka foreigner, apalagi yang cantik seperti ini”

“Kyulkyung, kau juga seorang foreigner kan? Arrayoo” ucap laki-laki di sebelah Kyulkyung.

“Kau seharusnya berpacaran denganku agar aku bisa…” BUUUUKKK.

Seseorang menendang punggung namja itu hingga dadanya menabrak meja. Namja itu merintih kesakitan. Aku memandang pahlawan –nyaris kesiangan– itu lalu terpana. Mingyu sunbae. Mingyu sunbae memandang tajam pria di sebelahku, sementara tangannya menarik kerah namja di sebelah Kyulkyung dengan kasar.

“Tidak ada satupun orang yang boleh menyentuhnya. Dia milikku” aku dan Kyulkyung sama-sama terkejut saling pandang. Dan entah siapa yang ia maksud saat itu. Ku lihat senyum di bibir Kyulkyung. Mungkin ia merasa, yang dimaksud Mingyu sunbae adalah dirinya. Aku tak akan protes jikalau itu benar.

“Pergi sekarang juga atau ku habisi kalian semua” ucap Mingyu sunbae lagi. Pria di sebelahku merasa tertantang.

MWOYAA!! Ucapnya menggebrak meja, “BERTARUNGLAH DENGANKU! Aku tidak akan melepasnya begitu saja! Pemenangnya lah yang berhak mendapatkan dia” dan di detik berikutnya, mereka serempak menyerang Mingyu sunbae.

Entah apa yang dipikirkannya. Dia seorang diri, sementara mereka berjumlah empat orang. Perkelahian pun terjadi, menimbulkan keributan di kantin sekolah. Baru kali ini aku melihatnya secara langsung, ada siswa yang berkelahi di lingkungan sekolah. Semua siswa kini sibuk bersorak, tidak ada yang berani memisahkan mereka. Bahkan aku dan Kyulkyung pun tak berani.

Tak lama, datanglah 2 orang guru dengan terburu-buru ke kantin, memisahkan mereka semua dan menyeret mereka ke ruang guru. Semua orang kini sibuk mengikuti mereka ke ruang guru, ingin tahu apa yang akan terjadi pada mereka. Aku dan Kyulyung pun mengikuti mereka dan menunggu di luar ruang guru dengan cemas. Tentu saja, perkelahian itu kami yang sebabkan bukan?

Hampir dua puluh menit berlalu dan akhirnya empat orang yang terlibat perkelahian tadi pun keluar dari ruang guru. Entah apa yang terjadi di dalam, tak ada yang tau.

Saat keluar dari ruangan, seorang yeoja berangsur menghampirinya seraya mengulurkan tangannya. Gadis itu terlihat cemas. Mungkin ia khawatir terjadi sesuatu pada Mingyu sunbae karena dikeroyok oleh empat orang. Tapi nyatanya, salah satu dari keempat orang itu lah yang keadaannya parah. Sepertinya empat orang itu tidak terlalu pandai berkelahi, atau mungkin Mingyu sunbae yang terlalu pandai berkelahi, aku tak tahu. Mingyu sunbae menghampiri yeoja itu, namun menolak untuk disentuh sentuh. Ia sempat menatapku cukup lama sebelum akhirnya pergi bersama yeoja itu kembali ke kelas.

Ah aku rasanya ingin sekali mengucapkan terimakasih dan maaf, namun tentu saja aku tak berani. Dan aku pun bertanya-tanya di dalam hati siapakah yeoja itu.

“Aku sangat ingin berterimakasih pada Mingyu sunbae” ucap Kyulkyung dengan wajah cemberut. Oh? Darimana Kyulkyung mengetahui nama Mingyu sunbae?

“Kau mengenalnya?” tanyaku berpura-pura tak kenal.

“Tentu saja! Dia berandalan paling keren di Shinkyung” ucap Kyulkyung dengan nada memuji. Shinkyung adalah nama sekolah kami. Dan, memangnya ada berandalan yang terlihat keren? Namun jika Mingyu sunbae memang berandalan, aku akan setuju dengan pernyataan Kyulkyung.

“Berandalan?” tanyaku memastikan.

“Yup! Dia seorang berandalan. Bukan berandalan yang suka menjahati orang-orang tak bersalah. Dia pencari keadilan dan akan menghajar siapapun yang ia anggap tidak adil pada orang lain. Bukan hanya dia, mereka berempat semuanya sama, tukang berkelahi dimanapun” berempat? Siapa lagi sisanya? Aku bahkan belum tau soal ini, dan Kyulkyung sudah tau duluan.

“Berempat?”

Eo. Seperti F4 hehe. Dia memiliki 3 orang sahabat dekat. Dan mereka semua tampan! Astaga siapa yang tidak mengenal mereka, sih?”

Akan aku ceritakan setelah ini siapa sajakah F4 versi Kyulkyung ini. Intinya, mereka berempat melindungi orang-orang lemah dari siswa kurang ajar yang hanya mengandalkan kekuasaan genk atau orangtua nya. Mereka sangat tidak suka itu. Ah, Mingyu sunbae. Mengapa mendengarnya saja, aku merasa jika kau benar-benar keren?

***

Ah, sebelum aku menjelaskan tentang F4, aku ingin menceritakan ini dulu pada kalian. Saat jam pelajaran terakhir hari itu, maksudku masih di hari yang sama dengan hari perkelahian Mingyu sunbae, aku sempat bertemu dengannya di toilet secara tak sengaja. Dengan wajahnya yang masih memar, ia menghampiriku. Dan disitulah aku baru tau hukuman apa yang diberikan sekolah pada Mingyu sunbae.

“Xiao-ya, gwenchana?” ucapnya setelah kami berhadapan. Aku sontak memasang wajah protesku.

Sunbae, bukankah aku yang seharusnya bertanya?” ia tersenyum dengan sudut bibir yang berdarah itu.

“Kalau begitu bertanyalah” ucapnya.

“Gwenchana? Apakah sangat sakit?” tanyaku padanya.

Ia kembali tersenyum lalu mengangguk. “Aku selalu baik-baik saja, jangan khawatir”

“Syukurlah. Aku sangat khawatir tadi” ucapku spontan. Entahlah, tapi di detik berikutnya, aku merasa malu telah mengatakannya.

“Aku di skors selama seminggu” ucapnya menjelaskan tanpa ditanya.

“Jinjja? Kenapa seminggu?” di China sana, jika ada yang berkelahi, mereka akan diberi peringatan dahulu lalu diberi skors sekitar 3 hari.

“Aku sudah dua kali berkelahi di lingkungan sekolah, hehe” ucapnya santai.

“Mian, sunbae. Aku merasa buruk” ucapku. Maksudku, ia tadi berkelahi karna menolongku dan Kyulkyung, bukan?

“Tidak usah dipikirkan” ucapnya. Aku tidak mengerti, mengapa ia terlihat santai sekali setelah mendapat hukuman skorsing?

“Ah, besok besok, jika ada yang mengganggu atau menyakitimu, katakan padaku, eo? Aku akan langsung menghajar orang itu” tiba-tiba ia memegang kedua bahuku dan menatapku dengan teduh, membuatku terkejut.

Aku terdiam mendengarnya, lebih karena sikapnya yang tiba-tiba itu. Lalu aku pun hanya mengangguk pelan. Ia melepas tangannya dari bahuku.

“Xiao-ya, aku tidak bisa menjagamu seminggu ini, jadi kau harus mengatakannya padaku karna aku tidak tau apa yang terjadi di sekolah”

Mataku rasanya berkaca kaca. Kenapa ia mau repot melakukan itu semua? Apakah…

“Wae…” aku baru akan bertanya kenapa,

“Kembali lah ke kelasmu. Gurumu sudah menunggu” ucapnya dengan senyuman kesukaanku.

Aku membatalkan niatku untuk bertanya dan hanya tersenyum lalu melakukan bow, “Gamsahamnida” ucapku.

Saat aku berbalik, ia menahan lenganku.

“Berikan ponselmu” ucapnya. Aku bingung tapi tetap mengeluarkan ponselku dari saku.

Ia mengambilnya, lalu menyimpan nomor telfonnya disana. Setelah melakukan panggilan dari ponselku ke nomornya, ia pun mengembalikan ponselku.

“Tak ada alasan kau tidak menghubungiku, kan?”

Ah, Mingyu sunbae… Aku sepertinya menyukaimu.

***

Sekarang, kalian tentu penasaran kan, siapa saja F4 versi Kyulkyung yang sebelumnya ia sebut-sebut itu? Baiklah, akan ku jelaskan.

Yang pertama, tentu saja Mingyu sunbae. Ia adalah orang pertama yang aku kenal di sekolah ini, bahkan sebelum aku mengenal Kyulkyung. Aku tak tau seperti apa rupa 3 temannya yang lain, hanya tau berdasarkan cerita Kyulkyung saja. Tapi Mingyu sunbae, aku siap jika harus menceritakannya secara detail padamu. Tingginya sekitar 183 atau 184cm. Kulitnya tidak terlalu putih tapi itulah yang membuatnya terlihat keren. Saat tersenyum, ia memiliki gigi taring yang terlihat lucu. Suaranya sangat berat namun lembut, terutama saat bicara pada perempuan. Saat pertama kali aku melihatnya berkelahi, aku langsung tau jika ia orang yang terlatih, atau setidaknya ia pasti sudah sering berkelahi. Jika kau bertanya padaku apakah aku menyukainya? Jawabanku adalah Ya.

Yang kedua adalah Jeon Jungkook. Jungkook.. Jungkook.. Aku merasa sering sekali mendengar nama itu disebut-sebut. Entah itu di kelasku, atau di koridor, atau di dalam perkumpulan siswi-siswi dimanapun. Ya, sepertinya dia sangat populer, tapi aku belum pernah bertemu dengannya. Atau mungkin sudah? Entahlah. Menurut Kyulkyung, namja ini pantas dinobatkan sebagai namja paling tampan di Shinkyung. Oh benarkah? Ia memang tidak setinggi Mingyu sunbae, tapi ia terlihat sangat sempurna. Bentuk wajahnya sempurna, senyumnya menawan, ah, dan ia memiliki gigi kelinci yang sangat lucu. Suaranya sangat indah dan ia pandai bernyanyi, membuat siapapun pasti jatuh cinta. Diantara ketiga F4 yang belum pernah aku lihat, aku paling penasaran dengan Jungkook sunbae. Aku tidak tau kenapa. Aku hanya merasa perlu melihatnya secara langsung.

Yang ketiga adalah Jung Jaehyun. Ah, nama ini juga terdengar familiar. Aku sering mendengarnya di beberapa tempat. Dan perlu kalian ketahui, dia adalah namja paling baik sedunia, menurut Kyulkyung. Pacarnya kelak akan menjadi wanita paling beruntung dan paling bahagia di dunia. Itu semua pendapat Kyulkyung. Ku jelaskan lagi pada kalian, Jaehyun sunbae memang berkelahi, tapi ia tidak pernah melakukan kenakalan lainnya. Ia tidak membolos, tidak melawan guru, tidak merokok, tidak membully, tidak balap liar, atau melakukan kenakalan remaja lainnya. Ia hanya berkelahi jika seseorang memulainya duluan. Ia sangat lembut dan ramah pada siapapun. Ia selalu menghargai wanita dan berbicara dengan pandangan yang sangat teduh pada semua wanita. Ia juga tidak pernah berhenti tersenyum. Dengan lesung pipinya itu, bagaimana mungkin wanita tidak jatuh cinta?

Yang keempat adalah Kim Yugyeom. Ah, sepertinya aku pernah bertemu dengan yang satu ini tapi aku lupa menceritakannya. Beberapa hari yang lalu, aku terlambat datang ke sekolah. Hanya berbeda 3 menit dan pintu gerbang sudah ditutup. Aku memohon tapi tak membuahkan hasil. Hingga datanglah seorang siswa 5 menit kemudian. Ia bertanya apakah aku ingin tetap masuk atau tidak, karna ia tau jalan rahasia menuju ke sekolah. Ia pun membantuku masuk ke sekolah melalui sebuah pintu kecil yang tembus ke kantin sekolah. Oh aku tidak tau darimana ia memiliki kuncinya. Kami tak sempat berkenalan karna saat aku sudah berhasil masuk, namja itu malah pergi untuk membolos. Tapi aku sempat melihat tag namanya. Kim Yu Gyeom. Ya, dia tampan menurutku, senyumnya berhasil membuat orang lain ikut tersenyum. Terlebih dia orang yang menyenangkan. Dalam waktu singkat itu, ia berhasil membuat lelucon tentang kepala sekolah kami yang memiliki rambut botak bak seorang professor. Ah, Yugyeom sunbae.. Kyulkyung bilang kau adalah seorang playboy. Benarkah?

Nah, hutangku pada kalian untuk menceritakan tentang F4 sudah lunas, kan? Sekarang maukah kalian mendengar lanjutan dari kisahku?

***

Itu adalah malam ketiga Mingyu sunbae menerima hukuman skorsing. Dia menelfonku malam hari, kira kira pukul delapan. Aku beberapa kali berdeham sebelum akhirnya ku terima panggilan itu.

Yeoboseyo?” tanyaku.

“YA!” terdengar suara Mingyu sunbae. Itu lebih cocok disebut sebagai omelan.

“Kenapa kau tidak menghubungiku?” tanyanya. Oh? Bukankah dia menyuruhku menghubunginya jika ada yang menggangguku di sekolah?

“Karna sejak kemarin tidak ada yang menggangguku…” ucapku merasa bingung.

Terdengar helaan nafas, “Kenapa anak ini sangat polos” ucapnya lebih kepada menggerutu, tapi aku bisa mendengarnya.

“Maksudku, bukankah seharusnya kau menghubungiku? Menanyakan kabarku atau apapun? YA kau yang membuatku diskors, tahu?” jawabannya membuatku semakin bingung.

Aahh, apakah normalnya memang begitu? Aku harus menelfon dan menanyakan kabarnya? Kalau begitu selama ini aku salah?

Mianhae, aku tidak tau hehe” jawabku.

Geurae! Bertanyalah sekarang!” perintahnya.

“Oh? Bertanya apa?” apasih? Kenapa aku tidak kunjung mengerti?

Sunbae?” tanyaku. Kenapa dia diam? Apa dia marah?

Eo?” jawabnya.

“Kenapa diam?”

Dwaesseo. Tidurlah. Aku juga mau tidur. Aku akan ke rumahmu besok” aku tersenyum. Yang terakhir itu pasti bohong.

“Kau bahkan tak tau dimana rumahku” ucapku.

“Ah benar. Aku belum tau. Bisakah kau memberitahuku?”

Andwaeyo

Wae?”

Geunyang andwae…”

“Apa kau tidak merindukanku?” DEG! Jantungku rasanya ditinju sesuatu.

“Aku sudah merindukanmu hari ini. Kemarin belum” ucapnya terdengar menggelitik di telingaku. Astaga dia hebat sekali menerbangkan kupu-kupu di perutku.

“Itu sebabnya sunbae menelfonku hari ini?” tanyaku.

“Eo. Sepertinya jika aku tak menelfon, kau tak akan pernah menelfon. Mungkin karna kau tidak merindukanku” ANIYA!!! Aku merindukanmu setiap hari! Rasanya sepi sekali tidak melihatmu di sekolah..

Tentu saja itu yang ku katakan di dalam hati, sementara yang keluar hanya “Hehe..”

“Sekarang tidurlah. Aku akan main ke sekolah besok lalu mengantarmu pulang, dengan begitu aku akan tau dimana rumahmu”

Aku pasrah, jika memang itu keinginannya. Lagipula aku tidak keberatan, sih.

Algesseoyo. Sunbae juga tidurlah. Jangan terlalu banyak begadang, itu tidak baik”

“Aku baru menyalakan sebatang. Setelah ini habis, aku akan tidur” ucapnya.

Ah, mungkin aku tidak menjelaskannya pada kalian. Aku selama ini hanya menyebutkan kelebihannya saja. Mingyu sunbae memang merokok. Aku baru mengetahuinya beberapa waktu lalu, saat Kyulkyung banyak membicarakan tentang mereka. Jungkook sunbae juga, Yugyeom sunbae juga. Hanya Jaehyun sunbae yang tidak merokok. Aku tidak pernah melihatnya merokok secara langsung, tapi hari ini aku percaya karna ia mengatakannya langsung padaku. Itu bukanlah sebuah masalah besar menurutku. Apakah menurut kalian itu masalah besar? Jika iya, aku harap kalian tidak membenci Mingyu sunbae.

“Baiklah. Kalau begitu aku akan tidur sekarang” ucapku.

“Kenapa kau tidak kaget mendengar aku merokok?” tanyanya, berusaha memancing.

“Aku sudah tau. Apakah itu sebuah masalah?” aku tau aku harus memahaminya. Yang aku tau adalah, dia namja yang sangat baik dan menyenangkan. Hanya itu saja cukup, menurutku.

“Syukurlah jika itu bukan sebuah masalah untukmu. Selamat tidur, Xiao-ya

“Selamat malam sunbae

Dan sepertinya, aku akan mimpi indah malam ini hehe. Ah, Mingyu sunbae

***

Keesokan harinya, aku merasa ingin cepat-cepat pulang sekolah. Kau tentu paham kenapa. Semua pelajaran hari itu hanya numpang lewat di kepalaku. Begitupun pembicaraan Kyulkyung. Entah apa saja yang ia bicarakan, aku tidak terlalu menyimak. Yang aku ingat hanya, ia mendapat ponsel baru hari itu, dan dia merasa kesal pada kakak laki-lakinya yang menyebalkan. Kyulkyung-a, jika kau sedang membaca ini sekarang, mianhae. Aku terlalu bersemangat untuk segera pulang dari sekolah!

Saat bel pulang sekolah berbunyi, aku mengemasi tasku dengan cepat. Dan seperti biasa, aku berjalan bersama Kyulkyung menuju gerbang. Aku berpikir, ini mungkin momen yang bagus untuk menceritakan kedekatanku dengan Mingyu sunbae pada Kyulkyung. Aku tak akan bercerita apapun sebelum Kyulkyung melihat buktinya dulu.

Setelah keluar dari gerbang, mataku sibuk berkeliling mencari Mingyu sunbae. Bukan hal yang sulit sebenarnya, karna ia memiliki tinggi diatas rata-rata. Tapi entah kenapa aku tak berhasil menemukannya saat itu.

Ppalli, kau sedang mencari apa sih?” Kyulkyung mungkin bingung melihatku seperti orang yang kebingungan.

“XIAO-YA?” ia menggoyang-goyang lenganku, membuatku akhirnya menatapnya.

“Nde?” tanyaku.

“Kau mencari apa?”

Aniya. Eobseoyo” ucapku lalu kembali berjalan.

Huh, dimana dia? Dia bilang ingin main ke sekolah sekaligus menjemputku. Apa dia lupa? Atau dia menemui f3 nya dulu? Entahlah tapi saat itu aku merasa kecewa. Aku baru berniat menceritakan kedekatanku dengannya pada Kyulkyung, dan ia malah menggagalkannya.

***

Sesampainya di rumah, aku pun berganti pakaian lalu merebahkan diriku di kasur. Sesungguhnya ada rasa khawatir kenapa Mingyu sunbae tidak datang. Pasti ada alasan bukan mengapa ia melupakan janjinya? Dan aku pikir dia bukanlah orang yang mudah ingkar janji.

Aku mengambil ponselku, menimang apakah aku harus bertanya dimana dia? Mengapa ia tak jadi ke sekolah? Tapi akhirnya aku memutuskan untuk tidak bertanya apapun. Biarlah. Aku lebih baik tidur saja sekarang.

Kira kira pukul 2 siang, ponselku berdering. Mingyu sunbae. Aku sontak bangkit dan duduk di kasurku. Ku jawab panggilan tersebut.

Yeobseyo?”

“Aku di depan rumahmu. Keluar lah”

MWOOOOO?????? Aku berangsur menuju jendela untuk melihat keadaan depan rumah. Dan dia benar-benar berdiri disana. Dengan motor sport berwarna merah yang baru pertama kali ku lihat. Aku turun kebawah (rumahku 2 lantai), dan segera keluar.

Sunbae? Darimana kau tau rumahku?”

“Jika aku bilang akan ke rumahmu, bagaimanapun caranya aku akan ke rumahmu”

Kemudian aku tau jika ternyata ia mendapatkan alamat rumahku dari ketua kelasku.

“Apa kau kecewa?” tanyanya. Tentu saja tidak, mengapa aku harus kecewa?

“Maksudku, aku mengingkari janjiku untuk menjemputmu di sekolah hari ini” lanjutnya. Oh, soal itu? Sebenarnya aku memang sedikit kecewa, tapi aku memilih mengatakan tidak untuk menghargainya yang sudah datang ke rumahku.

“Tentu saja tidak. Itu bukan masalah besar, sunbae” ucapku menenangkannya.

“Ada sedikit urusan yang tak bisa ku tinggalkan tadi, maaf”

“Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan” ucapku meniru kata-katanya. Ia tersenyum mendengarnya.

“Mau keluar denganku?” tanyanya seraya melirik motornya. Saat itu, aku ingat jantungku kembali ditinju sesuatu. Dan aku mengangguk antusias dengan senyum yang berkembang di wajahku.

“Aku ganti baju dulu” ucapku. Setelah mendapat anggukan darinya, aku pun berlari ke dalam rumah.

Hari itu, pertama kalinya aku jalan dengan Mingyu sunbae, dan pertama kalinya aku memeluknya. Maksudku bukan berpelukan, tapi ia menyuruhku untuk memeluknya selama di motor. Apakah aku senang? Jawabanku adalah, Sangat.

***

To be continue.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s