[SVT FREELANCE] – [Chaptered] Rhone and Arve (Part 2)

Rhone & Arve (Chapter 2)

A story by –whitelil–

Main Cast :      • Seventeen Kim Mingyu

  • WJSN Cheng Xiao

Other :             • NCT Jung Jaehyun

  • Pristin Joo Kyulkyung
  • BTS Jeon Jungkook
  • GOT7 Kim Yugyeom
  • DIA Jung Chaeyeon

Genre : School Life, Romance

Rating : PG-15

***

(Cheng Xiao POV)

Apakah kalian sudah membaca chapter 1? Jika belum, aku sarankan untuk membacanya dulu karna aku tidak akan menceritakan ulang barang sedikit pun disini. Jika sudah, mari kita mulai chapter 2 sekarang.

Aku ingat hari itu adalah hari sabtu. Aku sedang pergi berbelanja ke grocery bersama ibuku, dan Mingyu sunbae menelfonku. OH! Tentu saja aku terkejut. Ini pertama kalinya aku menerima panggilan dari teman laki-laki di depan ibuku. Aku pun mengangkatnya dengan canggung.

“Aku akan menjemputmu nanti malam” ucapnya tanpa basa-basi. Aku tak bisa menahan senyumku.

“Kemana?” tentu saja aku perlu bertanya kami mau kemana, kan?

“Kita akan double date nanti malam” mwo? Maksudnya dating antara 2 pasangan?

“Maksudnya?” tanyaku memastikan.

“Aku ingin kau mengenal sahabatku, Jungkook, juga pacarnya. Kau pasti belum kenal kan?” aaahhh jadi hari ini aku akan bertemu Jungkook sunbae? Secara resmi?

Nde. Aku memang ingin mengenalnya” (sejak lama) tambahku dalam hati.

“Ah sebenarnya aku punya 3 sahabat..” lanjut Mingyu sunbae. Aku sudah tahu sunbae, ucapku dalam hati.

“Aku akan mengenalkan 2 orang lainnya padamu nanti”

Johayo” ucapku. Sebenarnya aku cukup bersemangat mendengarnya karna akhirnya aku akan berkenalan dengan F3.

“Kau dimana sekarang?”

“Aku sedang mengantar eomma ku berbelanja. Sunbae dimana?”

“Aku di aparte

Ah, aku lupa menjelaskan. Mingyu sunbae tinggal satu apartemen dengan F3 sejak mereka masuk SMA. Bisa ku bayangkan, kehidupan mereka pasti sangat seru…

“Bisakah aku berbicara dengan eomma mu?” tanyanya tiba-tiba.

“Apa yang ingin kau bicarakan??” tanyaku panik.

“Aku ingin bilang… jika aku sangat menyukai anaknya” aku tersenyum mendengarnya. Bukankah ia sangat manis saat mengatakan itu?

“Apa kau serius ingin bicara dengannya?” tanyaku memastikan, dan ia tertawa.

“Hahahaha tentu saja aku bercanda. Tapi aku serius saat bilang jika aku menyukai anaknya” aku tak bisa mengatakan apapun, hanya bisa tersenyum senang.

“Ah, teruskanlah belanjamu. Aku jemput nanti malam, eo?”

Arrasseoyo..”

Aku pun menyimpan ponselku di tas, dan tatapan eomma ku sudah menanti.

“Siapa itu?” dan akhirnya, aku menceritakan semuanya padanya.

***

Malamnya, Mingyu sunbae benar-benar menjemputku. Ia sempat bertemu eommaku dan meminta izin untuk membawaku pergi. Dan aku yakin saat itu, dia adalah tipe laki-laki yang sangat bertanggung jawab. Kami menaiki motornya dan melakukan perjalanan yang cukup panjang. Aku tidak tau kemana ia akan membawaku. Setelah kurang lebih satu jam berkendara, kami pun berhenti di sebuah pantai di pinggir kota Seoul. Kalian pasti tau kan? Aku tidak menyangka jika inilah tempat kencan pertamaku.

Ia melepas helm-ku lalu tersenyum. Selanjutnya, ia meraih tanganku dan kami pun berjalan menyusuri tepi pantai. Dari kejauhan, aku melihat sebuah lampu-lampu yang cukup banyak, juga sebuah matras, dan beberapa perlengkapan piknik lainnya. Oh, dan sudah ada dua orang disana. Kami semakin mendekati picnic spot tersebut, dan aku cukup bisa melihat dengan jelas siapa yang ada disana.

YAA kenapa kau lama sekali?” dan ini pasti yang namanya Jungkook sunbae! Kyulkyung-a, kau benar, dia sangat sangat tampan!

“Bukankah kalian mau ppoppo? Aku memberikan kesempatan itu pada kalian” ucap Mingyu sunbae blak-blakan lalu membantuku untuk duduk di atas matras. Aku pasti merasa sangat malu jika ada orang yang berkata seperti itu padaku.

Yedeura, ini Xiao” ucapnya pada mereka berdua. Dan kalian perlu tau, pacar Jungkook sunbae sangat sangat cantik! Aku jamin kalian akan setuju.

Annyeonghaseyo” ucapku tersenyum seraya mengangguk.

Annyeong” ucap Jungkook sunbae. Itu pertama kalinya aku melihatnya sekaligus mendengar suaranya. Jika dilihat dari jarak yang lebih dekat, dia lebih terlihat seperti sebuah sculpture yang sangat sempurna. Mungkin dia memang salah satu masterpiece Tuhan.

Kyeopta” ucap pacar Jungkook sunbae.

“Aku Jung Chaeyeon. Chingu haja!” ucapnya kemudian bersalaman denganku.

Mataku berbinar seketika, “tentu saja kalian harus berteman!” ucap Mingyu sunbae.

Malam itu, aku banyak mengobrol dengannya. Mengobrol tentang hal-hal yang disukai perempuan. Mereka, Jungkook sunbae dan Mingyu sunbae, juga banyak menceritakan tentang keseharian mereka di aparte. Hal-hal konyol dan lucu yang biasanya mereka lakukan bersama, hingga hal-hal gila yang biasa dilakukan Yugyeom sunbae. Pokonya, malam itu sangat menyenangkan. Jika aku harus mengulang hari itu hingga empat kali pun, aku mau. Ah, aku juga jadi rindu pergi ke pantai. Sudah lama sekali rasanya tidak pergi ke pantai.

Mingyu sunbae mengantarku pulang sekitar jam 12 malam. Orangtuaku sudah tidur jadi ia menyuruhku untuk menyampaikan permintaan maafnya sudah membawaku hingga semalam itu. Jika lebih malam dari itu pun, asalkan dengan Mingyu sunbae aku mau. Kau perlu tau rasa sangat aman dan nyaman yang ku rasakan ketika bersamanya. Yap, hanya Mingyu sunbae yang bisa memberiku rasa itu. Ah.. Mingyu sunbae

***

Hari-hari berikutnya, Mingyu sunbae selalu menawarkan untuk menjemput atau mengantarku pulang. Tapi aku selalu menolak. Bukan, bukan aku tak mau. Aku hanya terlalu takut. Mingyu sunbae adalah anak yang sangat populer. Aku takut banyak yang iri padaku dan akhirnya mengincarku sebagai bahan bully mereka. Jujur, itulah alasanku menolak setiap tawarannya. Toh aku tidak pernah sekali pun menolak jika ia mengajakku bertemu di luar, atau bermain ke rumahku. Mingyu sunbae, kau mengerti kan?

Seperti hari itu, Mingyu sunbae mengunjungi rumahku. Aku hanya sendiri di rumah kala itu. Ayahku ke luar kota untuk bertugas. Kau sudah tau kan apa pekerjaan ayahku? Jika belum, ku beritahu sekarang. Ia adalah seorang pebisnis. Ia menggeluti bidang meubel, dan menurutnya, pasar Korea Selatan lebih menggiurkan dibanding pasar Cina. Itulah sebabnya keluarga kami pindah ke Korea.

Sementara ibuku sedang pergi arisan bersama beberapa teman barunya. Ah ia pandai sekali bergaul sampai sampai sudah memiliki teman arisan. Jadi hari itu, hanya aku dan Mingyu sunbae di rumah. Ah, aku ralat. Sebenarnya ada pembantuku di rumah, jadi hanya ada kami bertiga.

Mingyu sunbae datang ke rumahku, lengkap dengan peralatan gaming nya. Ia membawa Macbook nya, juga dua analog stick untuk bermain game. Dan ia mengajariku cara bermain Warcraft. Ia bilang, itu adalah game yang selalu ia mainkan bersama F3. Biasanya, mereka memainkannya berempat, di televisi apartment mereka. Aku tidak mengerti dimana letak keseruan game itu setelah memainkannya. Tapi aku tetap saja menurutinya untuk bermain Warcraft, asalkan ia senang.

Setelah bermain game, kami memasak ramyun. Dan kalian harus tau, Mingyu sunbae sangat ahli membuat ramyun. Entah apa yang membuatnya berbeda, ramyun buatan Mingyu sunbae sangat sangat enak. Rasanya pas saja. Kematangannya, juga kuahnya yang kental.

Setelah eomma ku pulang ke rumah pada pukul enam sore, Mingyu sunbae pun akhirnya berpamitan pulang. Tentu saja, tugas menjagaku sudah selesai katanya. Dan eomma ku menanggapinya dengan tawa. Aku senang, karna ku lihat, eomma sangat menyukai Mingyu sunbae. Semoga saja benar. Dan aku tak sabar ingin mengenalkan Mingyu sunbae pada ayahku.

***

Minggu demi minggu berlalu. Hari ini, aku akan menceritakan tentang kisahku saat bertemu F4 yang terakhir, Jaehyun sunbae. Pada hari itu, hujan turun cukup deras. Bel pulang sekolah sudah berbunyi, tapi masih banyak anak yang menunggu di sekolah. Mungkin mereka yang tidak naik mobil, dan tidak bawa payung. Termasuk aku. Kyulkyung sudah pulang karna supirnya menjemput. Ia mengajakku pulang bersama, tapi rasanya aku masih ingin di sekolah. Tentu saja karna Mingyu sunbae juga masih di sekolah.

“Aku rasanya ingin menonjok wajah Jung Jaehyun” itu temanku yang mengatakannya. Anak paling nakal di kelas. Aku tidak tau sebelumnya jika ada temanku yang membenci Jaehyun sunbae. Aku pun segera memasang telinga, siap menguping alasannya membenci “orang paling baik di Shinkyung” versi Kyulkyung itu.

Wae wae?” tanya temanku yang lain.

YAA! Eunbi menyukainya! Bukankah itu menyebalkan? Aku menyatakan cintaku padanya kemarin, dan ia menolakku dengan alasan yang menjijikkan. Dia bilang dia sangat menyukai Jung Jaehyun. Hwagana

Dan aku benar-benar tertawa dalam hati saat ini. Tentu saja! Apa kau tidak punya kaca di rumah, Ryujun-a? Jika aku jadi Eunbi, aku pun akan mengatakan hal yang sama.

“Ayo kita keroyok dia. Dia ada di kantin sekarang”

MWOOO?? Mereka mau mengeroyok Jaehyun sunbae? Andwae!!

Mereka pun bangkit dari duduknya, Ryujun dan 3 temanku yang lain. Aku buru-buru menghadangnya.

Eodiga?” tanyaku dengan tatapan perang.

Aku tidak mengerti kenapa. Padahal aku belum pernah melihat Jaehyun sunbae. Jaehyun sunbae bahkan tidak mengenalku karna Mingyu sunbae belum pernah mengenalkanku padanya. Tapi aku merasa sangat perlu membela sahabat Mingyu sunbae. Bukankah kalian akan melakukan hal yang sama?

Pikyeo Xiao-ya

Eodigaa?! Aku bertanya kau mau kemana?”

“Aku ingin menghabisi Jung Jaehyun” ucap Ryujun sok jagoan.

Mwo? Aku tidak setuju kau melakukan itu!”

WAE? Apa kau pacarnya? Atau kau juga fansnya?” ucapnya dengan nada membentak.

“Aku hanya tidak suka jika kau sok jagoan” ucapku balik menggertak.

“Dia yang mencari masalah denganku duluan! Kau jangan sok tahu”

YAAA! Apakah itu kesalahannya memiliki wajah tampan?! Apakah itu kesalahannya jika Eunbi menyukainya?! You fool!!! Teriakku dalam hati.

“Aku tau Jaehyun sunbae bukan tipe orang seperti itu” dan BRAK!

Pikyeo!” Dia mendorongku hingga menabrak meja, lalu pergi keluar kelas.

Sikap yang sangat pengecut, dan itu sangat memalukan menurutku. Sangat tidak pantas seorang laki-laki melakukan itu pada perempuan. Jika Mingyu sunbae tau tentang hal ini, aku yakin Ryujun akan dihabisi olehnya. Ia mengusik dua orang yang Mingyu sunbae sayangi, Jaehyun sunbae dan aku.

Aku mengejar mereka ke kantin. Aku tak menyerah untuk menghentikan mereka.

“Ryujun-a!! Jangan pernah berani mencari masalahnya dengannya!!” teriakku, tapi tak didengar olehnya.

Ia benar-benar menghampiri Jaehyun sunbae dan menonjoknya tiba-tiba. OH! Kemana Mingyu sunbae dan F2 lainnya? Aku pikir Jaehyun sunbae sedang bersama mereka. Tapi ternyata ia sendirian.

GEUMANHAE RYUJUN-A!” entah dapat keberanian dari mana, aku menarik anak brengs** itu agar menjauh dari Jaehyun sunbae.

“JANGAN IKUT CAMPUR!!!” ucapnya kembali mendorongku hingga terjatuh.

Jaehyun sunbae menonjoknya dengan telak hingga ia terjatuh, lalu membantuku berdiri.

Gwenchana?” tanyanya. Dan aku mengangguk.

Aku melihat Ryujun sudah memegang sebuah gelas dan siap mengayunkannya pada Jaehyun sunbae, tapi aku buru-buru menghalanginya, dan PRANG! Gelas tersebut mengenai kepalaku. Aku merasakan perih di kepalaku, hingga semuanya berubah menjadi gelap.

Aku tak tau berapa lama aku pingsan. Yang aku tau, aku berada di klinik sekolah, dan ada Jaehyun sunbae di sampingku saat itu. Wajahnya terlihat sedih dan merasa bersalah.

“Oh, kau sudah sadar?” tanyanya. Ia menahanku untuk bangkit dari tidurku.

“Jangan dulu bangun. Kau masih pusing, kan?”

Aku memegang kepala belakangku yang terasa sakit lalu meringis sesaat.

“Ada 3 jahitan” ucapnya menjelaskan. Mwo??? Pantas saja terasa sangat perih.

Aku hanya diam saja dan mengangguk pelan.

“Maaf, karna ku kau jadi seperti ini. Kau tidak perlu melakukannya tadi…” ucapnya.

“Aku tidak keberatan membantumu, sunbae” ucapku, dan ia tersenyum miris. Ada bekas darah yang sudah mengering di sudut bibirnya. Pasti karna pukulan Ryujun di awal tadi.

“Tapi aku membuat orang lain tersakiti, aku sangat minta maaf”

“Tidak perlu meminta maaf. Ah, sunbae, apa kau baik-baik saja?” tanyaku.

“Ini bukanlah apa-apa bagiku. Aku terbiasa berkelahi” ucapnya tersenyum.

AH! Lalu dimana Ryujun? Apakah ia kabur? Aku pun akhirnya bertanya padanya.

Sunbae.. bagaimana dengan Ryujun?” maksudku apa ia sudah dibawa ke ruang Kepala Sekolah agar jika perlu ia dikeluarkan saja dari sekolah?

“Mingyu, Jungkook dan Yugyeom mengirim mereka ke rumah sakit” dan aku terperangah mendengar jawabannya. Jadi tadi mereka datang? Jadi tadi Mingyu sunbae tau keadaanku? Lalu dimana ia sekarang?

“Lalu.. apakah Mingyu sunbae, Jungkook sunbae, dan Yugyeom sunbae baik-baik saja?” tanyaku memastikan.

“Mereka di ruang Kepala Sekolah sekarang” omo! Jangan lagi! Mingyu sunbae, kau baik-baik saja kan? Kau tidak akan dikeluarkan dari sekolah kan? Ini kali ketiga mu berkelahi di lingkungan sekolah. Apa yang harus aku lakukan?

“Mingyu membuat Ryujun nyaris mati tadi. Jika saja Jungkook tidak menghentikannya” tentu saja, karna Ryujun mencelakai ku dan nyaris mencelakai Jaehyun sunbae!

“Ia terlihat sangat marah. Ia bahkan memarahiku dan memintaku untuk cepat-cepat membawamu kesini. Aku tidak pernah melihat ia semarah itu sebelumnya”

“Ah, gamsahamnida” ucapku merasa tenang.

“Ah, aku baru ingat. Kita bahkan belum berkenalan..” ucap Jaehyun sunbae. Aku pun baru menyadarinya.

Nde..” ucapku tersenyum tipis.

“Aku Jung Jaehyun. Tapi sepertinya kau sudah mengenalku” ucapnya.

Nde. Sunbae sangat populer, tentu saja aku mengenalmu. Ah, aku Cheng Xiao. Sunbae bisa memanggilku Xiao”

Algettdda. Senang sekali mengenalmu, Xiao-ya” dan kami pun terdiam.

Sunbae, jam berapa sekarang?” ucapku memecah keheningan.

“6 sore” jawabnya. Jadi sudah 4 jam berlalu sejak peristiwa pemukulan tadi?

“Apakah Mingyu sunbae, Jungkook sunbae, dan Yugyeom sunbae sudah pulang?” tanyaku.

“Tidak mungkin. Mereka pasti kemari sebelum pulang” jawabnya. Ia terlihat tenang, mungkin mereka terbiasa menghadapi hukuman seperti ini. Entahlah.

Dan benar saja, tak lama kemudian, mereka bertiga datang.

“Jaehyun-a, Kepala Sekolah memanggilmu. Mereka menganggapmu sebagai saksi pemukulan tadi siang. Pergilah kesana” ucap Yugyeom sunbae tanpa basa-basi.

“Apa kalian baik-baik saja? Arra arra, kita mengobrol nanti. Aku pergi ke ruang kepala sekolah dulu” ucap Jaehyun sunbae lalu keluar dari klinik.

“Xiao-ya gwenchana? Ah mianhae. Na jalmothaesseoyo Xiao-ya” Mingyu sunbae segera menghampiriku yang masih terbaring di tempat tidur, lalu menggenggam tanganku erat. Wajahnya terlihat kacau. Aku nyaris menangis rasanya. Aku tidak pernah melihat Mingyu sunbae sekalut ini.

Gwenchanayo. Kkeokjongma..” ucapku menenangkannya agar ia tidak terlalu khawatir.

“Bagaimana bisa aku tidak khawatir?? Aku tau kau melakukannya karna Jaehyun sahabatku, kan? Na jalmothaesseoyo Xiao-ya, mianhaeee

Aniya. Sunbae tidak salah apapun” ucapku.

“Jika saja aku ada disana tadi, kau tidak akan seperti ini…”

Dwaesseo Gyu-ya, semuanya sudah terjadi” ucap Jungkook sunbae.

Mingyu sunbae masih menggenggam tangan kiriku hingga membentuk sebuah kepalan. Ia menyandarkan keningnya pada kepalan tangan tersebut. Wajahnya terlihat sangat menyesal. Tangan kananku pun membelai rambutnya lembut.

Gwenchanaaa. Sunbae tidak salah apapun..”

Jibe kajja. Aku yang akan menjelaskan semuanya pada eomma mu” ucap Mingyu sunbae lalu membantuku bangkit. Jungkook sunbae ikut membantuku berdiri.

“Kau bisa berjalan?” tanya Jungkook sunbae, dan aku mengangguk.

Mingyu sunbae mengantarku pulang menggunakan motornya. Dan di sepanjang perjalanan, ia menggenggam tangangku yang ku lingkarkan di perutnya. Mungkin ia memastikan jika aku masih ada di belakangnya. Ia sesekali memanggil namaku, dan aku hanya mengeratkan pelukanku sebagai jawabannya.

“Maaf kau masih harus pakai helm walau kepalamu sakit. Aku belum punya mobil sekarang. Sampai aku punya mobil nanti, kau masih ingin bersamaku, kan?” tanyanya membuatku tertawa kecil.

“Aku akan menunggu. Dan aku harus jadi orang pertama yang menaiki mobil barumu nanti” ucapku.

Dan hari itu, aku yakin jika Mingyu sunbae mencintaiku, dan aku mencintai Mingyu sunbae!

***

Keesokan harinya, aku bersekolah seperti biasa. Tentu saja dengan perban di belakang kepalaku. Sementara Ryujun tidak datang ke sekolah hari ini karna ia masih di rawat di rumah sakit. Tiga temanku yang lain mendapat skorsing selama satu bulan. Hukuman yang cukup menurutku karna mereka memang melakukan penyerangan berencana dengan benda tajam dan balok kayu.

Ah, apa kalian mau tahu hukuman apa yang di dapat oleh Mingyu sunbae, Jungkook sunbae, dan Yugyeom sunbae? Jawabannya adalah, Tidak Ada. Aku senang. Tentu saja. Kepala sekolah ku ternyata cukup adil. Ada sih, mereka hanya disuruh menguras kolam renang di gor Shinkyung. Yap, sekolah kami memang memiliki arena olahraga pribadi. Dan mereka dihukum dengan membersihkan kolam renang disana. Jadi, hari ini, sepulang sekolah, ketiga orang itu akan menjalani hukuman mereka.

Sejak pagi, semua orang sibuk menanyaiku banyak hal. Jika ku hitung, mungkin sudah puluhan orang yang bertanya apa aku baik-baik saja, dan bagaimana kejadian kemarin siang bisa terjadi. Termasuk beberapa siswa dari kelas sebelah juga datang ke kelasku untuk bertanya. Aku yakin karna ini menyangkut F4, makanya mereka sangat ingin tahu. Aku tidak banyak bicara, hanya menjawab keadaanku baik dan aku tidak tahu banyak soal kemarin. Aku hanya menceritakan semuanya secara detail pada Kyulkyung.

“Apa kau menyukai Jaehyun sunbae???” tanyanya setelah aku selesai bercerita. Aku bingung. Kenapa dia malah berpikir seperti itu?

Ani. Kenapa kau bertanya seperti itu?”

Geojitmal hajima. Apa lagi alasannya? Kau rela terluka demi melindungi Jaehyun sunbae jika bukan karna kau menyukainya?”

Yaampun. Kenapa ia malah berpikir kesana? Aku sama sekali tidak memiliki pikiran seperti itu. Bahkan Mingyu sunbae paham alasan aku melindungi sahabatnya ya karna memang Jaehyun sunbae adalah sahabat Mingyu sunbae. Mingyu sunbae menyayanginya, jadi aku merasa perlu melindunginya.

“Ayo ceritakan. Sejak kapan kau menyukainya?”

“Aku tidak menyukainya!”

Gwenchana Xiao-ya, aku tidak akan mengatakannya pada siapapun” ucap Kyulkyung bersi keras. Gadis itu tak berhenti tersenyum sejak tadi.

Ppallippalli ppalli” ia bahkan mulai mencolek-coleh pinggangku dengan senyum nakal.

“Aku tidak menyukainya, Joo Kyulkyung! Ah waeeee” aku berteriak kesal lalu menenggelamkan wajahku pada buku. Aku bisa mendengar gadis itu tertawa sangat keras.

***

Sorenya, aku dan Kyulkyung mengunjungi F3 yang sedang dihukum membersihkan kolam renang. Tentu saja karna ada Mingyu sunbae disana. Untunglah Kyulkyung tidak curiga sama sekali. Kami memasuki arena kolam renang dan mendapati F4 sedang tertawa-tawa di dalam kolam renang yang sudah kosong tak berair. Ternyata Jaehyun sunbae juga ada disana. Mungkin membantu mereka menjalani hukuman. Dan bukannya kesal, mereka berempat malah sibuk bercanda dan tertawa saat ini.

Annyeonghaseyo” ucapku menghentikan canda mereka. Mereka berempat serempak menoleh.

“Oh, Xiao-ya?” Jaehyun sunbae segera naik dari kolam dan menghampiriku.

ANNYEOONGG” ucap Jungkook sunbae dan Yugyeom sunbae. Sementara Mingyu sunbae saat ini tak melepaskan tatapannya sedetik pun dari Jaehyun sunbae.

“Apa kau sudah merasa baikan?” Jaehyun sunbae bertanya. Aku yang sedang menatap Mingyu sunbae segera mengalihkan pandanganku padanya.

“Oh? Nde, aku sudah mengganti perbannya dan meminum obatku..” ucapku tersenyum.

“Ah syukurlah. Aku ssedikit tenang mendengarnya..” ucap Jaehyun sunbae.

Aku bisa melihat jika Mingyu sunbae memandang kami dengan wajah siaga saat ini. Jika kalian melihatnya, kalian pasti akan tertawa. Wajahnya sangat lucu jika cemburu.

“AH! Sunbaenim, terimakasih telah menolongku kemariiinnn” ucapku dengan senyum lebar lalu membentuk love sign dengan kedua tangan yang ku letakkan di kepala.

Ndee, terimakasih sudah menolong Jaehyun kami kemarin” ucap Yugyeom sunbae juga membentuk love di kepalanya. Aku tertawa. Aku memang sudah merasa dekat dengan Yugyeom sunbae dan Jungkook sunbae.

“Xiao-ya! Siapa yang kau bawa itu? OMO dia sangat cantik” ucap Yugyeom sunbae memulai aksinya. Mereka semua pun akhirnya naik dari kolam renang.

“Ah, ini sahabatku. Joo Kyulkyung” dan mereka semua pun berkenalan dengan Kyulkyung, termasuk Mingyu sunbae.

Selanjutnya, mereka meminta kami menunggu hingga mereka selesai melaksanakan hukuman. Aku dan Kyulkyung pun setuju dan menunggu mereka hingga jam 6 sore. Aku dan Kyulkyung sempat membeli 1 set chicken, kentang goreng, dan cola untuk mengganjal perut para kuli yang sedang dipekerjakan oleh sekolah ini, hehehe. Jam 6 sore, pekerjaan mereka selesai. Mingyu sunbae pun menghampiriku.

Jibe kajja” ucapnya mengajakku pulang, dan aku mengangguk dengan senyum lebar.

“Xiao-ya apa kau mau ku antar?” Jaehyun sunbae menawarkan untuk mengantarku pulang dari kejauhan. Tentu saja ia tak mendengar ucapan Mingyu sunbae barusan.

Namja itu mendekati kami seraya memakai jaketnya.

“Jae-ya, bisakah kau mengantar Kyulkyung?” ucap Mingyu sunbae cepat.

HAJIMAAA! Aku yang akan mengantarnya pulang” ucap Yugyeom sunbae buru-buru memakai jaketnya dan menghampiri Kyulkyung.

Hajima!” ucap Yugyeom sunbae sekali lagi. “Kajja, Kyulkyung-ssiF3 yang lain pun hanya tertawa melihat kelakuan Yugyeom sunbae. Kyulkyung pun tertawa dan sepertinya ia tidak keberatan. Ia bahkan yang memberikan predikat playboy pada Yugyeom sunbae, kan? Jadi pasti ia sudah tau sikapnya yang seperti ini.

“Kita harus bicara banyak hal nanti” ucap Kyulkyung padaku dengan hanya menggerakan mulutnya. Maksudnya, ia tidak benar-benar berbicara dengan suara, hanya dengan gerakan mulut terbuka-tertutup, juga gerakan mata. Aku tersenyum dan mengangguk.

Yugyeom sunbae dan Kyulkyung pun meninggalkan arena kolam renang untuk pulang duluan.

“Jae-yaa biarkan Mingyu yang mengantar Xiao pulang. Kau pulanglah bersamaku” ucap Jungkook sunbae mengerti kode yang telah diberikan oleh Mingyu sunbae.

Arrasseo. Jaga dia baik-baik Gyu-ya” ucap Jaehyun sunbae berpesan.

NDE NDE ” ucap Mingyu sunbae, dan ia menggenggam tanganku lalu membawaku pergi dari sana.

Aku sedikit terkesiap dengan perlakuannya. Apakah ia ingin menunjukkannya pada Jaehyun sunbae? Bahwa aku adalah miliknya? Jika iya, aku tidak akan protes soal hal itu, hehehe.

***

Keesokan harinya, kami bersekolah seperti hari-hari biasanya. Ah, dan semalam Kyulkyung menelfonku dan kami mengobrol tentang banyak hal. Dia masih bersi keras dengan asumsinya bahwa aku memiliki hubungan spesial dengan Jaehyun sunbae. Ia bilang, semuanya terlihat sangat jelas tadi sore. Bagaimana Jaehyun sunbae menghampiriku lebih cepat dibanding siapapun, bagaimana ia menanyakan keadaanku. Dan ia bilang, ia iri akan hal itu.

Ia juga curiga kenapa aku tanpa rasa canggung memberikan tanda hati pada F3 yang lain saat mengucapkan terimakasih kemarin. Ya, Kyulkyung memang mengenalku dengan baik. Dia tau aku orang yang mudah gugup. Jika belum dekat dengan mereka, aku tidak mungkin berani melakukan hal itu. Tapi untuk mengurangi rasa curiganya, aku hanya mengatakan jika mereka sunbae yang sangat baik. Mereka mengkhawatirkan ku karna insiden di kantin tempo hari. Jadi mereka banyak memperhatikanku, dan aku merasa nyaman akan hal itu. Aku menganggap mereka seperti saudara laki-laki yang akan selalu menjagaku.

Dan ternyata ia lebih iri lagi akan hal itu hahaha. Kyulkyung sangat lucu. Tapi aku yakin di luar sana juga banyak sekali namja yang memperlakukan Kyulkyung spesial. Jelas. Dia sangat cantik. Kulitnya bagus dan ia pintar merawat tubuhnya. Apakah kalian pernah melihat Kyulkyung dengan make up? Aku pernah sekali minggu lalu! Dan wajahnya terlihat seperti barbie. Ia bahkan bisa menyaingi Chaeyeon eonni jika terus seperti ini.

Kembali ke sekolah. Saat jam istirahat, ada sedikit hal yang menggangguku. Aku dan Kyulkyung yang baru memasuki kantin segera dipanggil oleh sekelompok senior perempuan. Aku mengenal beberapa dari mereka karena senior-senior itu cukup populer di sekolah. Salah satunya, apakah kalian ingat yeoja yang menunggui Mingyu sunbae di depan ruang guru waktu itu? Aku pernah menceritakannya di chapter 1. Jika kalian ingat, yeoja itulah yang aku maksud. Kang Mingkyung sunbae.

Chot Haksaeng! Apa yang sebenarnya kau pikirkan?!” tanya salah seorang dari mereka. Wajahnya terlihat galak dan ia memiliki suara husky.

YAA siswa baru ini mencoba populer dengan cara menggoda F4!” ucap temannya yang lain.

Kyulkyung segera menggenggam tanganku. Ia tau yang mereka maksud adalah diriku.

“CHENG XIAO! Kau mendekati Jaehyun dengan cara yang cukup ekstrim, dan sekarang kau juga berkencan dengan MINGYU? NEO MICHEOSSEO??!!” teriak yeoja bersuara husky. Kyulkyung segera menatapku meminta penjelasan. Tentu saja, ia pasti bingung dengan pernyataan barusan. Sementara aku hanya mampu menunduk, tak berani melawan mereka.

“Woah jinjja.. ia benar-benar dengan mudah masuk ke kehidupan F4 dan kini ia berpikir untuk berkencan dengan dua orang sekaligus?” dan yang barusan bicara adalah Minkyung sunbae.

YAA!! Apakah kami perlu melakukan pembinaan padamu??!” ucap yeoja bersuara husky lagi.

PRANG! Ia menjatuhkan piring makannya di hadapanku lalu menginjaknya.

“Bersihkan itu dan pesankan aku yang baru! Cepat! Aku lapar!!”

Kyulkyung diam saja. Ia mungkin bingung harus melakukan apa. Menolongku pun aku yakin ia tak berani.

GEUMANHAERA! Jika Mingyu tau…” oh! Aku dengan cepat menoleh ke arah sumber suara. Terimakasih! Dia adalah malaikat penolongku! Chaeyeon eonni.. tolong aku….

MWO?? APA YANG AKAN TERJADI JIKA MINGYU TAU???” tanya Minkyung sunbae dengan nada tinggi pada Chaeyeon eonni.

“CEPAT BERSIHKAN ITU!” teriak yeoja bersuara husky lagi.

Aku mulai berjongkok dan hendak mengambil serpihan piring tersebut, tapi sebuah tangan menahanku dan memintaku untuk bangkit. Aku menoleh dan mendapati Mingyu sunbae disana. Wajahnya terlihat marah.

“Kang Minkyung, apa kau tidak keterlaluan?” tanyanya langsung mengincar Minkyung sunbae.

NAN ANIYA!” elak Minkyung sunbae dengan wajah panik.

“Jika kalian menyentuhnya sedikit saja, kalian akan berurusan denganku” Mingyu sunbae pun menggenggam tanganku lalu membawaku pergi dari sana.

“AKU SUDAH BILANG! JIKA ADA YANG MENGANGGUMU KATAKAN PADAKU!” aku hanya menunduk terdiam saat Mingyu sunbae memarahiku.

Jwaesonghaeyo” hanya kata itu yang aku ucapkan.

MWOGA JWAESONGHAEEE... Ah mian Xiao-ya. Mianhaeee” Mingyu sunbae tiba-tiba malah meminta maaf. Aku lebih merasa bersalah jika ia meminta maaf seperti ini.

Aniya. Memang aku yang salah. Aku seperti orang bodoh yang hanya menerima apapun yang orang lain lakukan untukku. Aku harusnya lebih berani tadi. Chaeyeon eonni hendak membantuku tapi aku malah tetap menuruti perintah mereka. Aku bodoh, sangat bodoh”

Aniya aniya aniya aniya aniyaaa. Aku tidak mengatakan jika kau seperti itu. Wajar jika kau takut. Mereka sunbae-mu dan mereka ber-enam. Kau tidak mungkin melawan mereka. Aku mengerti. Aku hanya memintamu untuk mengatakan apapun padaku. Jangan pernah sembunyikan apapun mulai saat ini. Arrasseo?”

Mian sunbae. Aku selalu merepotkanmu”

ANIYA jangan mengatakan itu” Mingyu sunbae memegang kedua bahuku dan menatapku dengan teduh.

“Aku akan memastikan kau aman selama bersamaku” ucapnya dengan senyum hangat.

Aku tersenyum dan mataku berkaca-kaca. Aku menyukai orang ini, sangat!

“Berjanjilah untuk mengatakan hal paling tidak penting sekalipun padaku, eo?” ucapnya.

“Aku berjanji padamu” ucapku mengangguk dan tersenyum.

Ia tersenyum, menampilkan gigi taring kesukaanku lalu menarikku ke dalam dekapannya. Aku terkesiap, tentu saja! Ini di sekolah! Walaupun ini di belakang kantin, tetap saja ini masih lingkungan sekolah! Tapi yang aku pikirkan saat itu adalah, apapun yang aku lakukan, selama itu bersama Mingyu sunbae, aku tidak takut. Aku tidak takut karna aku punya Mingyu sunbae yang akan selalu melindungiku.

***

To be continue.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s