[Ficlet] Entangled in Shemozzle

entangledinshemozzle

Entangled in Shemozzle

story by Rosé Blanche

Xu Minghao [Seventeen] & Elkie Chong [CLC]

Romance

PG

Ficlet

.

This is a mistake. Hiding something like this is definitely a mistake.

.

Karena semua ini tentang melindungi perasaan dan hubungan, maka Minghao cukup tak ragu bila harus melepas sebuah prinsip.

Sejatinya Minghao tak pernah menyangkal satu hal pun dalam hidup, meski itu berarti harus memampangkan kebusukan. Bersembunyi bak lintah dalam lumpur sama sekali bukanlah tipikal Minghao, apalagi berdusta. Tetapi, barangkali ia juga tak memungkiri keberadaan sebuah pengkhianatan pada pribadinya. Mengapa bisa seperti ini? Terus terang, mungkin penyebabnya sederhana.

Betapa ingin Minghao menertawakan diri sendiri.

Betapa ironis.

Serupa pencuri yang menampik kode sandi sebuah brankas, ada probabilitas di mana Minghao akan menyesal suatu hari nanti. Sebab bagi kebanyakan kaum adam, mana ada yang sanggup menyia-nyiakan jelita sepertinya?

Walau demikian, Minghao merupakan pria yang tak menganggap main-main jalinan persahabatan. Putusnya tali tersebut bukanlah angan dari siapa pun, apalagi Minghao.

Ia tak ingin jadi nifak, dan tutup mulut dari seorang gadis bernamakan Cheng Xiao telah menjadi rutinitasnya semenjak akhir tiga bulan lalu. Namun, lihatlah bagaimana runyamnya situasi dibuat realita.

“Minghao ….”

Sembari melepaskan lengan dari cengkeraman jemari kurus nan lentik sang gadis, Minghao mendesis, “Jauhkan pandangan itu dariku, El. Aku benar-benar tidak mau ada kesalahpahaman.”

“Kenapa kau seperti ini? Mendekatlah kemari, tidak apa-apa. Xiao tidak akan keluar dari kamar mandi sebelum tiga puluh menit terlewat.”

Desahan pelan meluncur dari bibir Minghao, seiring dengan lunturnya kebimbangan. Kembalilah suasana apartemen sang gadis dalam kesunyian.

Seringkali ia dihujani rasa bingung; sejak kapan dan di manakah semua keadaan ini berubah salah. Menjadikan perasaan seorang gadis cantik percuma memanglah satu hal, namun lain hal lagi dengan tenggelam dalam kepasrahan tak berujung.

Jelas Minghao frustrasi akan pengakuan, walau peluangnya berbuat demikian cumalah sebesar biji jagung. Sadar diri akan betapa susah menjangkau perempuan sensitif layaknya Cheng Xiao, bisa jadi itulah alasan utama Minghao.

“Dengarkan aku, El.” Minghao menegak ludah, berupaya mencari kata-kata tepat. “Pernahkah kau berpikiran untuk mengakhiri perasaanmu?”

Sejemang Elkie terbungkam dalam heningnya ruang. Namun dengan seulas kurva, tanpa keraguan ia menyahut, “Tidak juga.”

“Sebaiknya memang begitu,” ujar Minghao ikut tersenyum samar, kemudian melanjutkan, “hanya saja … apa kau tidak khawatir akan hancurnya pertemanan kalian gara-gara ini?”

“Aku tahu apa yang kulakukan, oke?” Sedikit Elkie mengisap minumannya, kemudian melirik intens sang pemuda. “Jadi, santailah saja dan biarkan aku lanjut melakukan apa yang kumau. Tidak usah kau berbuat apa pun jika memang tak berniatan membantu.”

“Bukan begitu, aku hanya takut bila Xiao tahu dan semuanya akan jadi serba salah—”

“Tidak ada yang salah di sini, Minghao,” sanggah Elkie, nadanya lirih. “Lagi pula, apa kau sekarang meragukan kemampuanku dalam menyembunyikan hal?”

“Terus terang, iya.”

Sampai kapan pun, bangkai tikus yang tertimbun dalam tumpukan daun-daun musim gugur tetaplah akan menjadi bangkai. Sekali ia mengeluarkan bau, terkuaklah sudah semuanya.

Bukan berarti Minghao menginginkan sebuah akhir. Seumpama ikut menjatuhkan diri sendiri dalam bara perapian, barangkali ia juga akan kena imbasnya. Namun, diam dan melihat sang kekasih terbodohi juga bukanlah pilihan.

“Lebih baik, kau jujurlah sekarang.” Rupanya, Elkie mulai kehilangan kesabaran. “Mencintai seseorang yang sudah memiliki tunangan; apakah merupakan suatu kesalahan?”

“Sebenarnya tidak juga,” kata Minghao, yang berlanjut dengan embusan napas berat, “yang salah adalah ketika merampas dijadikan jawaban dari sekian banyak opsi.”

Sambil memaksakan dengus tawa, Elkie bergumam pelan, “Jadi, apa kau menyalahkanku? Begitukah, Minghao?”

Tak tahan lagi, Minghao akhirnya mengerang pelan akibat jengkel.

Kenyataan bahwa ia juga bersalah dan dirinya sendiri yang tak dapat berbuat apa-apa untuk ini semua; Minghao sungguh membenci dua hal tersebut.

Seringkali Minghao membatin; pria macam apakah dia? Membiarkan Xiao memiliki sahabat sekaligus kawan seapartemen layaknya Elkie; membolehkan seekor rubah bermain licik di belakang sang gadis. Bila ditilik dari situasi, sudah bukan pertanyaan kalau Xiao dikhianati. Kenyataan kalau Elkie hendak menikamnya dari belakang pun adalah pasti.

“Apa? Hentikan omong kosongmu, El. Jangan seperti itu.”

“Astaga, berhentilah jadi munafik. Kau sendiri juga menginginkanku, kan?”

Karena pada dasarnya Minghao tak pandai menentang—sudah begitu kelewat jujur pula—maka tentu ia mengiakan. Amat ingin ia menghentikan seluruh drama picisan ini, namun apa daya bila hati tak kuasa memilih mana yang benar?

Minghao paham betul sejak awal, memulai konversasi ini tak akan membuahkan apa-apa, sungguh. Selagi Elkie masih memiliki kepala yang lebih keras daripada batu, Minghao tak dapat memperbaiki apa pun.

“Apa kau masih takut, Minghao?”

Memasang fokus ke arah gadis di sampingnya, akhirnya Minghao berkata, “Serius, aku kerap merasa gelisah bila memikirkan Xiao. Di satu sisi, dia juga sahabatmu sejak lama.”

Sebut saja dirinya pria tak berpendirian. Berulang kali Minghao ingin memiliki integritas, namun membangun sebuah komitmen tampaknya tak sebegitu mudah. Diperlukan keteguhan ekstra ditambah dengan kuatnya motivasi.

Minghao sangat mengasakan agar ia dapat menyampaikan segalanya pada Cheng Xiao, terlepas dari bibirnya yang kini terkunci begitu rapat. Tidak benar memainkan sebuah rahasia seperti ini, terlebih kedua belah pihak keluarga telah menyetujui hubungan mereka.

Walau begitu, Minghao juga tahu.

Keinginannya dalam menjaga hubungan mereka bertiga benar-benar mutlak.

Jadi, apa yang harus ia lakukan?

.

.

.

NOW, TRY TO READ EACH PARAGRAPHS FROM BELOW

.

.

.

fin.
-oOo-


Ketika wallpaper hape fotonya Mingyu, lock screen fotonya Jeonghan, wallpaper chat line fotonya Minghao, wallpaper laptop fotonya Hoshi, ngestalknya Vernon, tapi pas ditanya bias siapa jawabnya Jun; itu rasanya kayak ….

Ah, sudahlah:’)

Maaf karena jadi nyampah di sini:’)

Sebenernya ini bukan riddle atau main tebak-tebakan, jadi langsung ke penjelasannya aja yaa^^

Kalau dibaca dari atas, ceritanya Minghao ini udah tunangan sama Xiao, cuman dia selingkuh gitu dah sama Elkie. Jadi dari sudut pandang ini, yang dia sia-siain itu adalah Xiao. Tapi karena takut kehilangan Xiao juga, makanya dia tetep diem meskipun Minghao ini tipikal yang gak bisa main rahasia-rahasiaan apalagi bohong:”)

Kalau dibaca dari bawah, sifatnya Minghao masih sama kok, cuman bedanya di sini dia nolak Elkie. Dari perspektif ini, yang Minghao sia-siain itu Elkie-nya. Terus buat yang dirahasiain Minghao dari Xiao itu, sebenernya adalah fakta kalau Elkie ini tukang tikung gitu, soalnya mereka udah sahabatan sejak lama.

Ribet? Iya tau, kok:”)

Sekali lagi maaf karena udah nyampah di sini, tapi congrats buat yang ngeh tanpa baca penjelasannya hahah:3

rachel.

 

Iklan

13 thoughts on “[Ficlet] Entangled in Shemozzle

  1. Ketika wallpaper hape fotonya Minhyun Wanna One, lock screen fotonya Hoshi & Wonwoo, wallpaper laptop fotonya Jungkook, ngestalknya Jihoon wanna one, tapi pas ditanya bias siapa jawabnya Joshua; itu rasanya kayak ….

    Ah, sudahlah:’)

    Dan RACHEEEEEEEL YA TUHAN DIKSIMU MAKIN HARI MAKIN KETJEH ITU RAHASIANYA APA SIH?😍😍😍 Btw Nifak itu artinya apaan? 😂

    Pokoknya keep writting buat kamu dan pakdhe jun 😘 Cemungut & luv 💕💕💕

    Disukai oleh 1 orang

    1. Huahahah ketauan dah lagi demen sama wanna one ya JixD

      Hah masa sih:”) plis Ji aku ga rahasiain apa-apa dari kamu ngga adaaaa /seketika dikeplak/ hehehe nifak itu sama aja dengan munafik sih sebenernya😂😂😂

      Makasih udah mampir Jii, luv yaa💖💖💖

      Suka

  2. So its basically a super long fictogemino.
    Puja Rachel ajaib ululululu aku bikin fictogemino gak sampe 200 kata aja udah mau mati.
    Anyways, an interesting take, kok Somehow kesel ya sama endingnya gantung hahaha tapi gpp ding soalnya bagus. Entah knp awalnya terasa ngambang bgt ya apa Krn kamu berusaha membuatnya jadi paragraf penutup juga. Like bner2 ngambang ga kebaca ini xiao siapanya minghao trs elkie ini siapa tapi untunglah di tengah mulai terang.
    Uuuu minghao blak2an sekali xiao denger kelar hidup lho.
    Bikin sequel Napa #lianaresedtg2mintasekuel
    Keep writing!

    Disukai oleh 1 orang

    1. Kak lianaaaaa💕💞

      Fictogemino itu apa ya?:”) ahahah iya yang nulis aja juga mrasa digantung/plak/ tapi jujur itu sebenernya karena buntu sih kakxD buat awalan sama ending juga susah, makanya ngambang huhuuu mianhaeyoo:”) lain kali kuusahain bikin fic jenis beginian yang lebih enak dibaca deh

      Makasih buat sekilas reviewnya kak! Kip writing jugaaa~💜

      Suka

  3. kok aku salpok ngakak gegara baca awal author notenyaxD dan ini astaga diksinya keren banget kaaakkk entah gtw lagi mau komen apa…😍😍😍
    ehm, btw tebakanku hampir bener sih kalo si haonya selingkuh ehe, tapi serius ntah knapa ini jenius sekale bisa dibaca dari atas bawah yalord
    dabest deh pokoknya~

    Disukai oleh 1 orang

  4. hominahominahominahomina tolong suhu ajarin beta nulis yang bisa dibolak balik gini huhu
    TERUS YHA CHINA LINE AAAAAKKK!!! JUGA MINGHAO KAMU TEH DIAJARIN SIAPA NGERDUS GINI MAINMU JAN SAMA WENJUNE MULUK AH GASEHAT!!! /gelundungbungkusinjune/salah/

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s