[Ficlet] Karena Lapar

5636d8d9c5e96b89617268ef716d318786c1b8e4_hq

Karena Lapar

by Rijiyo ©2017

 [SVT’s] The8  || AU!, Slight!Comedy ǀǀ General ǀǀ Ficlet 

.

.

“Kenapa enggak makan dulu baru mengerjakan PR?”

.

.

Minghao melirik arloji : sudah jam lima sore. Perut keroncongan, tas berat, pikiran kacau sehabis ujian bahasa Inggris, dan sekarang telinganya sakit lantaran harus mendengar Seokmin dan Mingyu rumpi tentang adiknya Junhui. Mentang-mentang bus sedang sepi, makanya mereka bisa mengoceh tanpa tahu kalau ada yang sedang badmood di sini. Kalau saja tidak ada tugas kelompok, mana mau Minghao ikut mereka berdua ke rumah Junhui. Mending pulang, mandi, makan, lalu tidur.

“Aku enggak sabar ketemu Yun. Dia pasti semakin cantik,” kata Seokmin berapi-api.

“Yuan, dong. Yun terlalu pendiam, kalau Yuan itu ceria.” Mingyu tidak mau kalah.

“Tapi menurutku Yun lebih cantik dan badannya ramping.”

“Yuan lebih bohay.”

“Yun jago masak dan calon Ibu yang baik untuk anak-anakku kelak.”

Sungguh kesalahan fatal saat Minghao memilih duduk di tengah-tengah begini. Lagi pula kenapa harus minta tolong pada Wen Junhui? Seperti kekurangan stok senior saja. Minghao pikir otak Junhui juga tidak pintar-pintar amat.

“Minghao, kamu memilih siapa, Yuan atau Yun?” tanya Mingyu.

“Yuan saja biar kita enggak saingan,” desak Seokmin.

Minghao menghela napas malas. “Aku pilih nasi goreng, es jeruk, es krim cone, dimsum, bakpao, kimchi, bakso daging, dan ayam goreng jumbo. Ya Tuhan, lezat sekali,” racaunya.

Toh, Minghao memang tidak peduli pada Yun, Yuan, Yuen atau siapalah itu. Pokoknya dia lapar dan butuh asupan. Titik. Bah! Ra ngurus!

♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Sesampainya di rumah Jun, Seokmin menekan bel lebih dulu. Tidak sampai lima menit, Jun dengan kaus oblongnya sudah membukakan pintu. Seokmin, Mingyu, dan Minghao tersenyum lebar.

“Hai. Ada apa ramai-ramai ke sini?” tanya Jun ramah.

“Kami mau minta bantuan, Kak. Kebetulan dapat tugas fisika yang agak susah, dan berhubung satu-satunya senior yang kami percayai adalah kak Junhui, makanya kami kemari,” jelas Mingyu.

Junhui yakin anak-anak cupang itu pasti punya modus lain ke sini dengan bermodalkan tugas kelompok.

“Kalau begitu, silakan masuk.” Jun membuka pintu lebar-lebar.

Mingyu sudah duduk duluan, sedangkan Seokmin masih melepas sepatu di depan pintu. Minghao menyusul jejak Mingyu dan ia bertanya-tanya apakah kesalahannya di masa lampau sehingga harus sekelompok dengan anak yang otaknya 404 server not found semua.

“Kalian belum makan, kan? Habis mengerjakan PR, kita makan, ya?” tawar Jun.

“Siap, kak!” jawab Seokmin dan Mingyu serentak.

“Kenapa enggak makan dulu baru mengerjakan PR?” celetuk Minghao dan seketika ia merasa pe’ak.

“Mengerjakan PR dulu, Ming, biar afdol,” tandas Seokmin.

Afdol apanya, Nyet. Lu kira mau sholat?, batin Minghao.

“Yun! Tolong buatkan tiga gelas teh hangat dan kue!” seru Jun.

Mendengar nama Yun disebut, Seokmin langsung bergairah. Minghao mendengus tanpa sebab.

“Yuan! Jangan lupa ambil jemuran di atap, ya!” seru Jun kedua kalinya.

Kini Mingyu yang langsung bersemangat dan Minghao mendengus tanpa sebab lagi.

Hingga lima belas menit kemudian, saat semua tengah sibuk mengerjakan beberapa soal fisika (minus Minghao yang hanya memandang bukunya awkward lantaran cemas kalau-kalau dia akan memakan kumpulan kertas tersebut saking laparnya). Sesosok lemah lembut itu muncul dengan nampan di tangan. Senyum manisnya merekah ketika mendapati tamu tidak asing (kecuali Minghao) yang sedang belajar di ruang tamu.

“Saya buatkan teh lemon.” Yun menaruh tiga gelas minuman di meja.

Seokmin meringis. “Yun, enggak usah terlalu formal begitu. Aku, kan, hanya lebih tua setahun darimu, jadi panggil aku Oppa, oke?”

Yun mengangguk sambil tersenyum malu-malu. “Iya, Oppa.”—amit-amit nih tapir anaknya siapa sih nyuruh gue panggil Oppa?

Untung Yun bisa menahan perasaannya agar tidak menjitak Seokmin dengan nampan.

Minghao memerhatikan gadis berambut hitam itu lekat-lekat. Kalau begini caranya, tak heran bila Seokmin begitu berbunga-bunga. Minghao masih normal, tentu dia bisa terpesona meskipun mood-nya belum membaik. Lagi pula, siapa yang tidak terpikat pada kerupawanan dan kelemah lembutan Wen Yun? Dia jadi teringat pepatah kuno “tak ada tanaman yang menolak hujan’ dan di situlah Xu Minghao merasa lebay.

Lalu, ketika Yun sudah pergi, ada sesosok asing lagi yang muncul. Perawakannya sama dengan Yun—atau itu memang Yun yang kembali ke ruang tamu guna mengambil barangnya yang ketinggalan? Tapi kenapa kesannya agak kelaki-lakian, ya?

“Kak Jun, aku mau ke gymnasium dulu—eh, hai, Mingyu!” Gadis itu melambai ceria.

Mingyu hampir saja tersedak teh, kemudian membalas lambaiannya tak kalah ceria. “Hai, Yuan! Mau olahraga, ya?”

Yuan? Yun?

Minghao melongo.

Bak pepaya dibelah dua, Yuan punya paras serupa tak sama dengan Yun. Bedanya adalah Yuan lebih easy going dan boyish.

Minghao takjub. Bukannya gimana, tapi ia sudah terlanjur terpesona pada Yun, lalu salahkah ia bila terpesona juga pada Yuan?

Minghao jadi ingin menyembah orang tua Jun karena bisa mencetak dua gadis kembar nan jelita—dan untunglah tidak ada satu pun dari mereka yang mirip Jun. Seketika lantunan lagu Pretty U milik Seventeen bergema di otaknya. Oiya, Minghao itu fans beratnya Seventeen, loh. Bias utamanya adalah The8.

“Eh, halo juga kak Xu….” Yuan membaca name tag Minghao.

“Minghao. Namanya Xu Minghao,” koreksi Mingyu.

Yuan kembali tersenyum. “Senang bertemu denganmu, kak Xu Minghao. Kak Minghao imut, deh.”

Seokmin, Mingyu dan Jun hampir menelan bukunya.

Tolong digaris bawahi, bold, caps lock, font color, italic atau di-print sekalian.

WEN YUAN BILANG KALAU XU MINGHAO IMUT.

 

Belum sempat Minghao merespons pujian Yuan, cewek itu sudah melengos pergi dengan jaket sedikit kedodoran, celana jeans biru tua, dan sepatu sport.

“Yuan! Yuan!”

Masih belum habis kebimbangan Minghao, Yun kembali sambil membawa sesuatu di tangannya. Yuan yang merasa dipanggil langsung membalikkan badan dan berjalan ke ruang tamu guna menghampiri Yun.

“Ada apa, Yun?”

“Ponselmu ketinggalan, nih.”

Seokmin, Mingyu, dan Jun sudah terbiasa dengan pemandangan ini. Beda lagi dengan Xu Minghao yang seakan kehilangan 10 tahun hidupnya setiap kali berkedip.

Ya Allah, nikmat dunia mana yang kau dustakan? :”)

Well, bahkan cacing di perutnya pun ikutan baper.

♥♥♥♥♥ fin ♥♥♥♥

Iklan

19 respons untuk ‘[Ficlet] Karena Lapar

  1. Bolehkah ini tombol like’ dipencet berkali2? Why so uculll kutak sanggup trio 404 error ini ada disini
    Dan minghao
    SINI NAK SAMA TANTE, TANTE MASAKIN APA SINI HMMM
    Hehe sdh lama tdk bertemu minghao yg imut :p Keep writing jiii

    Disukai oleh 1 orang

  2. Asli ini mood booster banget abis mumet ngapalin materi LOLOLOL SAYA YANG AKAN ADA DI GARIS DEPAN UNTUK MENGUMANDANGKAN PADA DUNYA BAHWA XU MINGHAO ITU IMUT HUHUHU.

    Kesel banget humorku cuma sebatas baca bias minghao itu the8 ;”””(
    Wkwkwk menghibur sekali ini pokoknya, keep writinggggg ♥

    Disukai oleh 1 orang

  3. SUMPAH JI I MISS THIS KIND OF FANFIC:”””)))
    Dan ini nyesel banget kemarin” waktu dapet notif ga langsung baca yalordd, saking pas itu lagi di tempat umum jadinya takut ngakak kebablas:”) tapi ujung”nya malah kelupaan hiks:”)

    SRIUSAN INI LUCU BANGET:””)) aku suka yg bagian km mengganti ‘otak error’ jadi 404 server not found ITU DEMI APA PLIS😂😂😂😂 dan di sini kenapa aku jd bayangin sebrapa priceless ekspresi Jun pas adeknya sndiri bilang Minghao imut….

    Btw jaman skarang pada banyak yg gitu ya:-) mau modus pake alesan smua” yg berhubungan sama pelajaran😂

    Intinya, this fic has made my day:3 ga nyesel baca ini pagi”😂😂😂 keep writing Ji kesayangankuhh❤❤❤❤

    Disukai oleh 1 orang

    1. RACHEEEEEEEL I MISS YOU SO MUCH DEAR 💕😘😘 Gak tau mau bales komenmu model gimana 😂 Aku terlanjur seneng soalnya ada kamu 💖 /halah/lalu ditebas

      Sebenernya karakternya jun itu keinspirasi sama kakel di sekolahku sih wkwkwk tapi dia adeknya cuman satu /trus apa hubungannya ji -_-/

      Eniwei, maacih udah mampir, rachelku sayang 💕💕💕

      Suka

  4. Ji, aku ijin ngakak dulu ya sumpah abis baca cerita kamu aku ngakak gegulingan astaga 😂😂😂😂 terus terus terus apa itu otak 404 server not found tolong jelaskan ini apa😂 ini moodbuster banget masa, aku yg awalnya pusing mikirin materi uas ehh tetiba baca ginian jadi berasa dunia milik sendiri (re : ketawa ketiwi gajelas dalem kamar)

    Apalagi itu yg bagian minghao itu fans seventeen loh. Biasnya The8. Oke disini aku ambyar gabisa tahan ketawa asliii… entah kenapa bagian itu bikin aku ngakak 😂😂😂

    Good fiction, Ji… lanjutkan! 🙆

    Disukai oleh 1 orang

    1. KAK SHELLIIIIIIIIIIIN 😘😘😘 Silakan mengakak sebelum ngakak dihapus sama jokowi /apasih ji -_-

      Terhura aku kalau fic ku bisa menghibur dengan humor ala kadarnya ini 😂 Maacih udah mampir kak & jgn kapok ya 💖💖💖

      Disukai oleh 1 orang

  5. Aku pilih nasi goreng, es jeruk, es krim cone, dimsum, bakpao, kimchi, bakso daging, dan ayam goreng jumbo. Ya Tuhan, lezat sekali”
    MING TRAKTIR REN JUGAK DONG KANTONG TIPIS NI YA MINGHAO SAYANG BOLEH YA //beli ndiri Ren Gofood kan ada//

    ia bertanya-tanya apakah kesalahannya di masa lampau sehingga harus sekelompok dengan anak yang otaknya 404 server not found semua. >>>> kesalahan mu adalah kamu terlalu polos minghao ku :’) numpang ngakak di bagian 404 server not found XD HAHAHAHAA

    Fix Zii bisa-bisanya kamu bikin gadisny Vernon Chwe ini ngakak di saat yang tidak tepat :3 aku suka pilihan kata mu sumpah xD

    Nice Fic, Zii ❤ dah segitu aja keep writing yaa :3

    Disukai oleh 1 orang

    1. ASTAGA LAUREN SAYANG MAAP YA BARU BALES KOMENMU 😂😘 Fisrst of all maacih udah baca ya DAN JANGANKAN KAMU, AKU JUGA KEPINGIN DITRAKTIR MINGHAO. TRAKTIR TIKET KE KOREA BOLEH LAH YA 😁

      Untuk part 404 server not found itu entahlah knp bisa nemu pemikiran kayak gitu intinya aku seneng bikos kamu udah mampir dan rela menertawakan kerecehanku yg tiada tara ini 😂 Ntar mau belajar ngelawak sama haechan deh /SALAH LAPAK WOY/ditebas

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s