[Drabbles] Double J

photogrid_15156489993301466077510.jpg

tifaahand present

Double J

Starring Seventeen Joshua

Family, Slice of Life | Drabble-s | G

“Joshua memang seorang gentleman, tetap saja…”

 

Orang-orang bilang dia seorang gentleman. Harus kuakui itu memang benar. Dia banyak membantu kalau-kalau aku suka berbuat onar. Akan tetapi, tidak selalu; tetap saja namanya saudara diciptakan untuk saling mencela satu sama lain.

“Kakak Jean kentut! Woi, di depan Wen Junhui sang pujaan hati.”  Sore yang indah jika tidak mengingat anak laki-laki itu berlari masuk ke dalam kamar setelah membuang gas dari dalam tubuhnya, yang demi apapun amat sangat bau.

Awas kau Joshua Hong.

*

“Kak aku lapar, temani makan.”

Hampir tengah malam, aku sudah setengah sadar di singgasana ternyamanku—kasur. Sepersekian detik sebelum sampai pada alam mimpi, bariton berat itu menginvasi gendang telinga. Lantas tanpa aba-aba dan persetujuan menarikku turun dan keluar.

“Kenapa tidak masak ramyeon saja sih.” Aku berkemam, sedikit kesal kendati masih mengikuti langkah kaki Josh. Sempoyongan. Masih mencari seribu satu alasan untuk menolak.

“Kita beli es krim ok. Aku sedang ingin hamburger, bukan ramyeon.”

Sial, kalau sudah berbicara tentang es krim mana bisa aku ngeles kayak kang bajaj di simpang lima.

*

“Mama! Josh bilang mau bawa bekal juga hari ini.”

Sengaja kutinggikan suaraku supaya mama yang berada di dapur mendengar. Karena tidak biasanya seorang Joshua membawa bekal, anak lelaki itu lebih memilih makan di kantin dengan Jeonghan. Gengsi katanya, sudah SMA kenapa masih bawa bekal.

Maka, sebelum Joshua menyarangkan protes dengan keras, kutendang kakinya pelan dari bawah meja makan. Dia mengaduh, lantas mencibir.

“Huh, aku dikasih apa supaya tidak lapor mama kalau bekalnya buat Wen Junhui?”

*

Jarum jam baru menunjukkan pukul tiga sore, akan tetapi langit di luar sudah terlihat gelap. Baik Josh dan Jean sedang menghabiskan waktu di ruang keluarga. Menonton televisi dengan sebungkus keripik kentang dan semangkuk besar popcorn.

Semua terlihat damai, tidak ada acara rebutan remote atau tontonan. Tidak terlihat tanda-tanda akan terjadi perpecahan dunia ketiga.

Sampai hujan turun dengan deras dan pintu ruang tamu terbuka; mama pulang.

“Kak, jemuran di belakang sudah diangkat, kan?”

“Aku tadi sudah menginstruksi Josh untuk mengangkatnya, Ma. Ketika membuat popcorn.”

“Heiiiii, itu bohong. Sejak kapan kau berkata seperti itu.”

“Tadi.”

“Dusta.

“Sungguh.”

“Dalam pikiranmu.”

Mama marah.

 

*

Aku terbangun dan mendapati kamar dalam keadaan gelap gulita. Kuraih ponsel di nakas. Masih jam dua, terlalu pagi untuk terjaga dalam keadaan gelap dan paket data tak ada. Kuraih boneka beruang besar hadiah ulang tahun tempo hari dari Josh.

Kubiarkan kakiku bergerak ke dalam kamar yang jauh lebih rapi dari milikku, meskipun pada saat ini tidak terlihat.

Anak lelaki itu masih terlelap, hanya mengeliat sedikit dan menggeser badannya saat tubuhku menjajah sebagian tempat tidur.

“Kenapa? Listrik mati?” dia bertanya masih dengan mata terpejam, tidak berniat mendengar jawaban. Dia kembali berujar, “tidurlah, besok jam pertama olahraga, bisa mampus kalau telat.”

.fin

 

maafkeun tulisanku yang menodai mata kalian, kurindu jean-josh ;-;

oiya angggap sahaja ini jaman mereka masih SMA, jadi jean-jun nya masih backstreet wkwkwkwkwkkwkwk

anw hepi ((((super late)))) bday, hong jjisu dan jean a.k.a airi matsui ❤

Iklan

9 respons untuk ‘[Drabbles] Double J

  1. AAAAAAARGH OH MY JOSH MY MASA DEPAN 😘😘😘 Iya josh emang gentleman meskipun type gentle-nya minta ditampol pake toa masjid. Tapi aku tetep sayang joshua karena mbalat sayang aqu.

    Kabur.

    Suka

    1. Jangan pake toa masjid nanti benjol kasian gabisa digigitgigit lagi :”)

      Ih lat mah sayangnya sama kenta………………….sama wenjune /dibuang/

      Makasih ji syuda mampir bhak 😘😘😘

      Suka

  2. duh tadi pas iseng baca ini, itu worth it. pagi-pagi uda kehibur gini dengan tingkah jisoo-jean yang kocak. thanks author for the simple yet interesting stories. ga sabar baca double j yang lainnya. lol anyway sora’s imnida 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s