[Series] Citrusy Coco Pudding: Pengenalan Tokoh

Citrusy Coco Pudding

LDS, 2018

SVT S.Coups as Papa Irwan, SVT Hoshi as Oci, SVT Woozi as Uji

Family, Comedy, Local!AU // Ficlet, Series // General Audiences

.

Ini hidup yang asam-manis, ini puding kelapa rasa jeruk!

***

Ini Papa Irwan, nama lengkapnya Irwan Fathir Sjah. 28 tahun, single father dari dua bakpau sipit yang akan diperkenalkan berikutnya. Dulu anak geng motor modif yang hobi gelut, tetapi jadi alim sejak ketemu ibu dari anak-anaknya sekarang. Sayang sekali, setelah melahirkan anak kedua, istri Papa Irwan meninggal dan menjadikannya orang tua tunggal.

Hal yang disukai? Dua jagoannya, dong. Dan tanggal muda.

Hal yang tidak disukai? “Nyuci baju Oci kalo habis latihan sepak bola, ngebilangin Oci biar nggak lompat-lompat di sofa, nyuruh Oci ngerjain PR padahal udah sampe kering gigi ini nyuruh dia cepet ngerjain, terus ….”

Karena durasi, mari kita potong jawaban Papa Irwan sejenak, ya.

Tinggal dengan anak terbesar masih kelas satu SD butuh tenaga dan pikiran ekstra, untung Papa Irwan orangnya semangat. Jarang marah sama anak-anaknya, tapi kalau marah seram sampai anak pertamanya yang macam puting beliung itu mematung seharian gegara takut. Pekerjaan rumah tangga dilibas bersama dengan pekerjaan kantor; bagaimana caranya Papa Irwan melakukan semua itu?

“Sebenernya, Papa menggunakan jurus ninja, Ci.”

Ini juga adalah jawaban kalau jagoannya mulai bertanya hal aneh yang susah dijelaskan.

Papa Irwan bekerja di perusahaan arsitektur yang memberi gaji lumayan untuk memberi dua bakpaunya kehidupan layak, tetapi ada beberapa kesempatan di mana Papa Irwan masih minta ditraktir Om Han dan Om Josh, teman-teman karibnya di kantor yang masih lajang, dengan alasan ‘nanti Oci sama Uji makan apa kalo duitnya kupake beli makan sendiri?’. Om Han sudah tidak mempan lagi dibeginikan. Om Josh masih, makanya duo ninja Papa Irwan kadang dapat oleh-oleh makanan atau baju mahal.

Walaupun rajin salat lima waktu dan mengaji, Papa Irwan punya satu kebiasaan buruk: modus. Dalihnya, lagi-lagi, mengatasnamakan anak-anaknya.

“Wah, hebat juga ya bisa ngatur keuangan kayak gitu. Mau ngatur keuangan di rumah tanggaku, nggak, Sol?”

“Mimpi lu aje, Wan!”

Yah, seringnya modus Papa Irwan gagal, sih, kecuali kalau anak-anaknya yang gemol itu dibawa semua menghadap si target. Padahal Papa Irwan juga tidak jelek-jelek amat mukanya, tetapi perempuan lebih mudah diluluhkan wajah lucu, sepertinya.

O, tunggu, ada karyawati baru! Sasaran empuk, nih!

***

Ini Oci, nama lengkapnya Fahrur Rozi. 6 tahun, kelas satu SD. Hobi: bergerak dan makan. Anak sulung Papa Irwan ini mukanya lebih mirip sang mama yang matanya sempit … well, sebenarnya tidak ada satu pun dari anaknya Papa Irwan yang belo seperti papanya; kalau disuruh melek pun, mereka masih kelihatan merem.

Hal yang disukai lainnya adalah Uji, adiknya.

“Uji lho diem tok. Ditowel-towel pipinya, nggak bergerak, kayak squishy. Kan lucu.”

Tapi kalau mau menyebutkan semua hal yang disukai Oci, tidak akan cukup halaman ini menjelaskan. Oci suka sepak bola, lari-lari, main petak umpet … intinya satu: bergerak! Makanya, dia tidak mengerti apa menyenangkannya main game yang cuma duduk di satu tempat tanpa bergerak sedikit pun.

O, iya, tips kalau berbelanja bersama Oci: jangan berputar ke sekitar rak susu melon, dorayaki stroberi, dan Kinderjoy. Kalau tidak … ups, dompet bisa mengempis! Bawa saja dia ke rak sayur-sayuran, pasti dia bergidik ngeri.

“Pa, ijo-ijonya lho nggak ada rasanya.”

Di luar tingkahnya yang luar biasa, Oci sebenarnya anak yang kreatif dan pemberani. Dia suka tampil dan mengutarakan idenya. Memang, sih, dia agak susah kalau disuruh duduk manis mengerjakan PR, tetapi kalau disuruh maju dan bercerita, Oci jagonya.

“Bu Guru, Bu Guru, aku mau cerita cita-cita! Tunjuk Oci, dong, Bu Guru, plis tunjuk Oci!” Ya, santai aja lah, Sayang.

Oci punya banyak teman di sekolah, dua yang paling dekat adalah tetangga satu kompleksnya. Jun, si ganteng yang sering muncul di iklan, paling seru kalau diajak main bareng karena sama-sama suka bergerak, tapi kenapa Jun lebih disukai anak cewek? Padahal aku kan juga ganteng, Papa selalu bilang gitu, batin Oci suatu hari. Apa karena penghapus Jun ada bau stroberinya, ya, sehingga cewek-cewek selalu datang buat ‘pinjam penghapus’? Tapi, Oci pernah melumuri penghapusnya pakai gel rambut Papa Irwan yang wangi, cewek-cewek tidak tertarik, tuh.

Kalau yang satunya, si Wonu …

“Won, Wonu, Won, Wonu, buset nggak gerak, Won, Wonu, Won!”

… bikin Oci gemas seperti Uji karena si sipit kacamataan itu tidak teralih dari buku bacaannya sama sekali.

***

Ini Uji, nama lengkapnya Muhammad Khairul Muzakki. 5 tahun, TK besar, sama Papa Irwan disekolahkan di Raudlatul Athfal dan baru dua minggu pertama, dia sudah hapal juz ‘amma. Sangat jenius (padahal Papa Irwan dan Oci biasa-biasa aja), belum pernah tes IQ, tetapi bisa diperkirakan hasilnya 150 lebih. Masih menjadi misteri mengapa Uji bisa begitu pintar, tetapi riwayat tes intelejensi sang mama yang tidak diketahui barangkali menyimpan jawaban. Selain itu, Uji anteng dan patuh pada orang yang lebih tua, kecuali Oci, soalnya Oci sering membawanya ke ‘jalan sesat’—atau sekadar lari-lari keliling kompleks bareng Jun tanpa tujuan jelas.

Kekurangan: pendek. Jika hampir semua karakter muka Uji menurun dari sang mama, mungkin pertumbuhannya yang agak lambat menurun dari papanya. Anak TK kecil bahkan lebih tinggi darinya. Kulitnya putih pucat karena jarang kena debu dan matahari. Punya lesung pipi, tetapi jarang kelihatan karena memang anaknya serius betul. Menurut Oci dan Papa Irwan, Uji yang sedang diam masih imut, sih.

Uji rajin belajar, nilainya selalu dipuji Ustazah, tetapi anaknya pendiam dan pemalu. Anehnya, justru dia lebih terkenal di kalangan cewek-cewek kelasnya karena sifat ini, padahal kakaknya yang berisik lebih ingin populer dibanding dirinya.

“Ji, temen cewekmu banyak, ya. Memang penghapusmu wangi?”

“Nggak, tapi penghapusku bukan penghapus dari karet gelang yang diputer-puter di ujung pensil kayak punya Kakak.”

Ya, satu sifat yang entah Uji ambil dari siapa adalah ucapannya yang kadang pedas. Memang tidak disengaja, tetapi mengena.

Hobi Uji: diam dan makan. Anak Papa Irwan tidak ada yang rewel soal makanan, tetapi beda dengan Oci yang omnivora, Uji punya makanan yang lebih disukai: nasi dan sereal-susu. Makanan kedua tidak sering dibeli karena harganya agak mahal, ‘gulanya juga banyak, nanti kamu jadi bergerak terus kayak Kakak kalau kebanyakan gula’, dalih Papa Irwan, maka nasi menjadi cinta pertama Uji. Uji juga suka makan sayur karena bervitamin dan ‘Ustazah bilang itu bagus buat mata’.

Uji tidak bergaul dengan banyak anak cowok karena dia pendiam dan tidak suka main di luar, tetapi belakangan ini, ada tiga anak TK kecil yang menguntitnya …. Siapa mereka?

***

Ini hidup yang asam-manis, ini puding kelapa rasa jeruk! []


mohon maaf jika ada part yg agak rooming. ini sbenernya adalah prolog dari bbrp cerita lepas yg aku post di line. hopefully ini tidak melanggar rules apa pun di blog ini krn, yah, keluarga mereka kubikin keluarga Islam (walaupun nanti ada juga karakter2 yg non-is). dan kenapa puding kelapa rasa jeruk, kuncinya adalah warna outfit mereka di change up ^^

Iklan

9 respons untuk ‘[Series] Citrusy Coco Pudding: Pengenalan Tokoh

  1. First comment kah? Ayeay…
    Aduh kakak *aku harus panggil kak siapa nih?*
    Aku ngakak swear pas bagian anak motor yang hobi gelut wkwkwk *mengingatkanku pada sinetron di escetepe* aaa…aku suka ff local begini kya…
    Oiya bakalan ada member sebong yang lainkah disini? O.O misalkan dino gituh ehe…dan uji OH MY GODDDDDD *tiruin gaya seungkwan* mereka dibuat ucul sekali wkwkwk padahal waktu di MV call call call uji ga ada imut-imutnya *tapi ganteng banget sih*
    Dan komenku pun mbleber ke mana-mana…
    Semangat nulis ya kak, jangan lama-lama update-nya ya hehe

    Suka

    1. Halo, panggil Liana aja gapapa hehe
      Aku sdh menentukan role utk member Seventeen lainnya sih. Sayangnya maknae Line blm kepikir soalnya klo uji aja masih TK apa kabar Chan? Masih dlm rahim kali
      Uji ttp kiyowo di call call call, fail miserably hahaha di mata Noona berjiwa Bude seperti saya mah ttp kecil si uji
      Sbnernya soal papa Irwan yg anggota geng motor itu terinspirasi dari call call call juga haha
      Makasih udh baca!

      Suka

  2. Astaghfirullah aku rindu kak liana yg dulu tapi aku jauuuuuuuh lebih sayang sama kak liana yg skarang. Aku bingung mau komen apa kak, soalnya dari kalimat pembuka aja aku udah senyam-senyum gaje, untung lagi sendiri. Meskipun mereka udah pada tua, tapi oci sama uji knp masih cocok kalo dibikin chilhood gini huweee gemeeeeesh

    Papa irwan di mana-mana perannya ga pernah luput dari kata “ngardus”. Wah ini kira2 papa punya misi nyari istri baru atau tidak ya? /dilempar meja/ dan dan dan aku cukak banget sama karakternya oci huhuhu mochiku….. Meskipun di call call call temanya garang, tapi mochi tetap terlihat seperti Fahrur Rozi yg masih 6 taon wkwkwkwk

    “Uji lho diem tok. Ditowel-towel pipinya, nggak bergerak, kayak squishy. Kan lucu.” => Kalimat paling kiyowo yg pernah kubaca. Wes pokoke aku sayang ochi tok ((josh yokpo?)) ((sopo iku josh?))

    Okesip. Daripada melipir ke mana2, mending aku sudahi saja. Maafkan komenku yg kaku ya kak, udah lama ga komen panjang di blog, jadi lupa caranya wkwkwkwk

    Keep writting kak lianaaaa 💕💕

    Suka

    1. tentu saja papa membawa misi nyariin mama baru, tapi siapa dia? setelah pesan2 berikut ini ~
      aku yg dulu emg gimana ya hahaha aku kan gini2 aje
      makasih udh mampir ya shifta this made my day ❤

      Suka

  3. Halo! Ini kebetulan banget aku buka akun wp setelah sekian lama gak main dan nemu cerita ini walaupun telat banget sih.
    Aku sukaaaa!! Jarang banget aku nemu ff tapi lokal banget kayak gini dan bahasanya terbilang enak karna masih agak baku tapi lucu gemesin kayak squishy hahaha 😂😂 papah Coups kok beneran mengingatkanku pada Irwan Sjah yang sesungguhnya ya wkwkwk yaampun Hoshi di sini masih keliatan pantes banget jadi anak SD apalagi Uji aduduuuhh gemesin 😣😣 terus Jun yang suka masuk tv itu kenapa malah mengingatkanku dengan “enyak enyak”nya dia yg jadul itu yaampuun aku ngakak sendiri malam2 gini wkwkwk
    kira-kira ini ada lanjutannya gak ya? pengen liat kelanjutan kisah keluarga kecil ini dan ketemu anak sebong kecil lainnya yang pasti gemesin juga kayak squishy hahahaha
    thanks for made this cutie story I really like it❣❣ 😆😆😆

    Suka

    1. haloo makasih ya udah baca! komennya yg panjang ini made my day sekali ❤
      sebenernya diri ini tidak biasa nulis ff lokal tapi kok kebetulan kesambet, sempet ragu juga ini harus nulis pake baku atau nggak baku dan akhirnya setengah2 :p syukurlah ga aneh
      iya oci sama uji tuh masih SD!! *denial *ga percaya kalo mereka hanya setaun dibawahku :p
      iya ini bakal ada lanjutannya kok ^^ idenya udah banyak di kepala cuman emang belum sempet nulis ;-;

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s